Mengapa Menulis Dibandingkan dengan Media Ekspresi Lainnya?

Mengapa menulis dibanding media ekspresi lainnya? Itu adalah pertanyaan yang cukup menarik yang diajukan oleh seorang komentator pada postingan yang berjudul Tanpa Sekat Tanpa Pembatas di jejakandi ini; Nita. Kurasa ini adalah komentar pertamanya di sini. Silakan Amigos bisa mampir di blognya Nita, di sini https://jnynita.com/ Sebagaimana telah kujawab di sana, bahwa menulis adalah media…

Melankoli Cinta Segitiga

Aku tak pernah melihat seseorang dengan raut muka yang lebih sedih dari seorang yang kutemui di suatu senja, di salah satu gerbong kereta api, dalam sebuah perjalanan antara Malang-Jogja. Perempuan yang kutemukan duduk menghadap diriku di sisi jendela itu terlihat begitu pucat dengan sinar mata yang redup. Aku tak ingat di mana perempuan yang berpakaian…

Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Tanpa Sekat Tanpa Pembatas

Untuk sementara ini, biarkan aku meninggalkan catatan tentang mural yang sedang viral. Mural yang sedang viral sekarang ini merupakan sebuah meme yang berhasil menarik pelatuk kekacauan yang tengah dialami pemerintahan sekarang. Pada diri manusia Indonesia sesungguhnya sudah tersimpan meme bahwa pemerintahan yang sekarang kerjanya sedang kurang beres, sehingga penghapusan mural yang tampaknya sederhana malahan menjadi…

Meme, Bukan Sekedar Cuplikan Film yang Dimodifikasi dengan Kata-kata Lucu!

Sepertinya, aku, nggak butuh-butuh amat dengan medsos dan informasi yang bertebaran di internet. Tetapi kenapa aku merasa seolah-olah dipaksa untuk butuh itu semua? Aku pernah menutup/meninggalkan instagram dan facebook juga mengurangi penggunaan Whatsapp beberapa waktu yang lalu. Tidak ada yang berubah. Aku tidak menjadi lebih bodoh, tidak pula menjadi lebih pintar. Sebenarnya aku memang tidak…

Butuhe aku kan sebenere mung kerjo. Tapi keinginan aku lak kerjo sik penak dan bayarane akeh.

Kangen Ngeblog

Kangen nge-blog. Tapi nyelesaian satu materi aja susahnya gini banget. Banyak sekali draft, tapi ngedit dan nyelarasinnya malah lebih susah. Kali ini sih judulnya lagi pemanasan dulu. Lagi di rumah mertua, soalnya, dan gak bawa laptop. Gak bawa buku. Intinya aku gak bawa apa-apa. Mendadak jadi kangen dengan susunan mind map yang udah rapi. Seakan-akan…

Seorang Profesional yang Sedang Darurat Untuk Menulis

“Aku tidak tahu apa yang sedang ingin kulakukan sekarang. Aku tidak tahu apa yang ingin kulakukan dalam hidupku.” Sungguh itu adalah sebuah kalimat yang paling membuatku frustasi. Sebagaimana aku begitu putus asa ketika merasa ingin memproduksi sesuatu, begitu putus asa ingin menjadi sesuatu… tetapi apa yang kulakukan sekarang ini? Hanya menuliskan keresahanku. Keresahan yang kualami…

Mengapa Baru Sekarang, Tidak Dari Dulu-dulu?

“Aku bersyukur nikahnya baru sekarang.” Itu jawaban yang selalu kukatakan kepada orang lain yang menduga bahwa aku menyesal kenapa tidak menikah sedari awal. Tulisan kali ini lahir untuk menjawab topik itu. Mereka menduga aku menyesal, jika pernikahan memang segini indahnya, kenapa tidak sedari awal saja aku melakukannya. Tidak, aku tidak menyesal dan aku sama sekali…