Jurnal Pagi: Adaptasi Lagi… Adaptasi Lagi!

Aku sering bilang ke beberapa temenku—iya temen, aku lebih suka menulis temen walau bentuk bakunya teman—secara man to man, secara one v one kalau aku tidak terlalu suka menanggapi soal saltik… salah ketik… typo atau lebih tepatnya begini, aku sering tidak ambil peduli kalau orang lain cuma mengomentari perkara typo pada tulisanku. Sebelum lanjut juga…

Jurnal Siang: Apa Yang Kamu Pelajari Selama Pandemi?

Matahari telah naik ketika aku duduk di tahta kebesarnku. Di hari lebaran yang keempat ini aku sudah kembali bekerja, bekerja di rumah saja. Ikut berpartisipasi aktif untuk menyelamatkan dunia. Tetapi belum lama aku duduk dan sempat menuliskan beberpa kalimat, karena diminta sama ibu, bapak yang sedang punya banyak waktu longgar mengajakku membuat kandang ayam di…

Jurnal Pagi: Pengkotakan Sejak Dalam Pikiran

Jalan-jalan, sudah. Ngopi, sudah. Membaca surat kabar, sudah—tak ada topik baru dan tiba-tiba aku merasa sangat bosan. Tidak hanya bosan membacanya, menulisnya tentangnya; normal baru, pandemi, corona, PSBB, mudik, idul fitri—juga bosan. Aku tetap memaksa duduk di kursi menulisku. Kemudian menuliskan apa saja, sembarangan tak mengangkat topik tertentu. Beberapa menit kemudian aku selesai dan ketika…

Jurnal Pagi: Merayakan Kebahagiaan di Hari Ini Bukanlah Sebuah Ironi

Pagi-pagi seperti biasanya, di hari kedua bulan Syawal ini aku melanjutkan rutinitas jogging. Masih sama seperti rutinitas kemarin di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu. Setelah sholat subuh dan ngaji aku keluar membelah udara di antara rerimbunan pohon-pohon yang rasanya semakin dingin ketika memasuki akhir bulan Mei dan akan mencapai titik terendahnya nanti di bulan…

Jurnal Pagi: Kembali Normal? Tak Ada Jalan Pintasnya

Tidak ada jalan pintas ataupun jalur cepat untuk kembali normal. Yang aku alami, lari pagi dan mengisi jurnal pagi di jejakandi setiap hari bukanlah suatu hal yang normal, ia adalah sesuatu yang begitu baru pada lima tahun terakhir ini. Seseorang bertanya padaku, “Bagaimana caranya agar bisa menulis setiap hari?” Aku pun berpikir keras untuk menjawabnya,…

Jurnal Pagi: Solidaritas Itu Tak Akan Pernah Hilang

Di wilayah yang sering dilanda bencana seperti Indonesia, solidaritas tak akan pernah hilang. Itu adalah sebuah hal yang harus kita yakini. Kita harus percaya kita akan semakin kuat sebab bangsa ini sebagaimana yang selalu kita lihat bahwa jiwa sosialnya begitu tinggi. Meski kadang resah menampik keyakinan itu, semua orang terdampak, sehingga uluran tangganya bisa jadi…

Jurnal Pagi: Normal Baru atau Ketololan Baru?

Pikiranku tak dapat kumengerti kaki di kepala, kepala di kaki. Pikiranku patutnya menyadari (si)apa yang harus dan tak harus kucari tetapi tak dapat kumengerti. Lagu Di Atas Normal itu terus bergema di kapalaku karena suasana yang menyertai olahraga pagiku tadi tidak normal, tidak seperti biasanya, ya di atas normal gitu. Jalanan sangat basah dan licin….

Jurnal Pagi: Back to Normal

Hujan yang merinai-rinai dini hari kemarin, yang membuatku mager lari pagi, seakan-akan adalah sebuah sinyal. Dua dan tiga hari yang lalu kurasakan sakit di lutut kananku, sakit sebagaimana yang pernah kurasakan ketika turun dari Gunung Lawu, dulu sekali, di hari ulang tahunku yang ke-24. Pagi ini aku mampu lari lebih jauh dari yang kulakukan selama…

Jurnal Pagi: Temanggung, 19 Mei, Membicarakan Tentang Buku

Bukan Bandung 19 Oktober tetapi Temanggung 19 Mei, jadi tulisan ini enggak Seurieus. Tapi hujan dini hari tadi membuatku mager untuk lari pagi dan sejenak membuatku bingung apa yang akan kutulis untuk mengisi jurnal pagi. Walhasil aku cuma guling-guling gak jelas sambil googling di Yahoo—kata Cak Lontong gitu, kalau googling coba ganti di Yahoo—mencari judul-judul…

Jurnal Pagi: Tak ‘kan Bermakna Tanpa Cinta

Kadang aku ingin melakukan suatu hal, tak usah banyak-banyak, satu hal saja, tetapi aku bisa melakukannya dengan dedikasi yang tinggi penuh determinasi dan bertahan dalam waktu yang sangat lama. Tetapi sebagai orang yang mudah bosan, menemukan satu hal itu, apa pun itu, ternyata sangat sulit. Bagaimana mengalahkan kebosanan, itu adalah rumus yang sedang kucari. Karena…