Perjalanan Batin Gunung Api Merapi

Gunung Merapi, tujuan petualangan dari Math Adventure telah selesai.

Agenda ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2014 ini di ikuti oleh 15 peserta dan acaranya lumayan berjalan SUKSES! Open-mouthed smile Vampire bat .

Lima belas peserta tersebut adalah Risna alias tukang photo, Dwi Satio, Musa, Zuhri, Titin dan Andi sebagai TS dari Angkatan 2010, Azizah dan Ari dari Angkatan 2012, Maulida angkatan termuda dan satu satunya dari angkatan 2014. Susuilo, Mala, Frans, Nurlita, Luna dan Mansyur tergabung dalam petualangan kami sebagai anggota volunteer.

Cuaca hari itu gelap, mendung dan sedikit hujan. Kloter pertama berangkat dari Jogja pukul 17.00 WIB, kloter kedua berangkat sehabis maghrib. Perjalanan dari Jogja sampai basecamp ceritanya di skip aja ya, soalnya terlalu lucu dan konyol kalau di tulis Open-mouthed smile (Kata-Kunci : Susilo dan Musa yg ngoplak) . Setelah sampai di basecamp Barameru Selo kami langsung registrasi pendakian. Sekedar informasi biaya tiket masuk Rp. 15.000,- per orang parkir motor Rp.5000,-.

Setelah briefing dan packing ulang dan diawali dengan berdo’a pada pukul 21.30 WIB kami meninggalkan Basecamp dan memulai langkah pertama mendaki Gunung Merapi bersama kabut tebal yang sangat dingin.

Perjalanan dari basecamp sampai ke shelter 1 memakan waktu sekitar 1,5 jam melalui jalan beraspal sampai gerbang yang bertuliskan NEW SELO ala Hollywood kemudian mendaki terjal di jalanan paving di lanjutkan mendaki jalan setapak di lereng gunung yang bayak berlobang.

Perjalanan berikutnya dimulai dari shelter 1 di tengah hutan menuju Pos I Watu Belah, mendaki jalan tanah yang licin dan sedikit berpasir dari sini bisa melihat pemandangan lampu kota di bawah sana berkelap kelip seperti taburan bintang. Cuaca yang dingin berubah hangat oleh aktivitas mendaki jalanan yang cukup terjal dan sulit di bawah sinar bulan yang mengintip dari balik mendung dan pepohonan besar yang tersebar di sepanjang perjalanan. Setelah beberapa kali terengah-engah, sesekali merayap dan meraba raba dalam sinar senter melalui bebatuan yang licin dan tajam akhirnya sampailah di POS 1.

Tepat pukul 00.00 hari Minggu tanggal 30 November 2014 kami beranjak dari pos 1 menerobos hutan lebat, perjalanan sedikit landai sekitar 200 meter kemudian kembali mendaki tanah licin selanjutnya benar-benar mendaki jalanan yang full bebatuan nyaris vertikal. Cuaca lagi-lagi berubah, sepertinya sedang galau, susah di prediksi, sebentar hujan sebentar reda, angin bertiup kencang bersama kabut yang dingin dan akhirnya hujan deras mengguyur menemani langkah kita di Pos 2 (Selo Kopo). Disini kami mendrikan tenda, sial dan malang di bawah hujan badai satu tenda tidak dapat berdiri sempurna. Setelah menjamin tenda untuk perempuan berdiri sempurna akhirnya para lelaki bermalam di tenda yang mirip kresek berdiri reot, di bawah badai sekitar pukul 03.23 kami tidur.

Keinginan mendapatkan Sunrise di Gunung Merapi gagal total Laughing out loudtetapi Mendaki Puncak Garuda masih belum, Jam 5 pagi hujan deras masih turun di sertai angin kencang yang berhembus hebat (tenda kami banjir loh kayak kolam ikan Open-mouthed smile ). Kabut tebal perlahan memudar dan kita keluar untuk foto-foto, adpula yang memasak, ngopi pokoknya seru bangetlah (tapi TS tetep cool, setel kalem alias sleeping bag-an Smile with tongue out ).

Sekitar jam setengah 9-an kami mulai mendaki puncak garuda berbekal air minum dan mesti meninggalkan carrier di tenda. Sekitar 30 menit mendaki jalanan pasir berbatu akhirnya kita sampai di POS 3 Pasar Bubrah ( Ternyata bener loh disana seperti pasar, Luas!). Dari Pos 3 pendakian di lanjutkan dengan merayap gunung yang berpasir dan batu batu ( Yah merapi sih, pasir dan batu melulu). Sekitar jam setengah 10 kami berhasil Mencapai puncak tertinggi, Puncak garuda 2.965 MDPL. Pemandangan di puncak Merapi sangat indah, boleh di bilang puncak terindah yang pernah di taklukkan oleh TS. Uap yang muncul dari kawah merapi bercampur dengan udara dingin menjadi embun. Kami sengaja berlama-lama disana menikmati sensasi dingin yang bercampur angin di tengah keramaian para juara.

Setelah membereskan sampah dan mengepaki barang, perjalanan menuruni gunung dimulai, kontingen terakhir sampai di basecamp pukul 3 sore. setelah melapor perjalanan turun kami kembali menuju Jogja dengan perasaan yang damai dan bahagia menerjang hujan deras.

Salam Math Adventure!

TS : Andy Riyan

Photo Nyusul. Yak Smile with tongue out

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s