Menulis Kalimat Langsung

Pada saat menulis, seringkali kita melupakan tata-cara yang benar dalam penulisan menurut kaidah yang baku. Penulis sendiri menyadarinya. Mulai sekarang mari kita sama-sama belajar menulis dengan baik dan benar. Jangan lupa, manfaatkan media sosial untuk melatih teknik-teknik penulisan dengan benar, agar hobi update status tidak melulu sekedar ocehan, tetapi juga bermanfaat untuk terlatih menulis dengan baik dan benar.

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Kalimat hasil kutipan pembicaaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya. Bagian ujaran/ucapan diberi tanda petik (“….” ) dapat berupa kalimat perintah, berita, atau kalimat tanya. [Wikipedia/id]

Nah, buat reader yang sedang menulis cerpen, puisi dialog atau malah sedang membuat kerangka novel yang tidak lepas dari percakapan-percakapan tentunya merasa perlu untuk mengetahui penulisan kalimat langsung yang baik dan benar. Langsung saja perhatikan contoh-contoh dibawah ini.

Aturan menulis kalimat langsung (link)

  • Bagian petikan langsung diapit dengan dua tanda petik ganda (“…”), bukan dengan dua tanda petik tunggal (‘…’).
  • Bagian petikan langsung diakhiri dengan salah satu dari tanda baca ini: koma, titik, tanda seru, atau tanda tanya.
  • Tanda petik penutup diletakkan setelah (bukan sebelum) tanda baca yang mengakhiri bagian petikan langsung.
  • Jika terdapat bagian kalimat lain (yang bukan petikan langsung) sebelum atau setelah petikan langsung, satu tanda spasi wajib dibuatkan untuk memisahkan bagian kalimat lain dari petikan langsung tersebut.
  • Bagian kalimat lain wajib diakhiri dengan satu tanda koma (atau terkadang tanda titik dua [:]) apabila bagian kalimat lain itu terletak sebelum petikan langsung.

Tujuh contoh penulisan tanda koma, tanda petik, titik, dan spasi yang SALAH dalam kalimat langsung:

  1. “Penulisan kalimat langsung seperti ini salah”, kata Mawar.
  2. “Oh ya? Dimana letak kesalahannya?”, tanyaku.
  3. “Penulisan tanda koma, tanda petik, dan spasi”.
  4. Kemudian aku bertanya,”Ini pasti sudah benar, ya kan?”.
  5. “Masih salah,”
  6. “Ha! kok bisa sih? punyamu juga salah dari tadi!,” kataku, jengkel.
  7. Novi gak terima: “Mana? kamu tuh”

Penulisan kalimat langsung yang benar

  1. “Penulisan kalimat langsung seperti ini salah,” kata Novi. [Letak kesalahan ‘’,]
  2. “Oh ya? Dimana letak kesalahannya?” tanyaku. [Letak kesalahan ?‘’,]
  3. “Penulisan tanda koma, tanda petik, dan spasi.” [Letak kesalahan “.]
  4. Kemudian aku bertanya, “Ini pasti sudah benar, ya kan?” [Kesalahan ,” dan ?”.]
  5. “Masih salah.” [Kesalahan ,”]
  6. “Ha! kok bisa sih? punyamu juga salah dari tadi!” kataku, jengkel.[Kesalahan !,”]
  7. Novi gak terima: “Mana? kamu tuh.” [Kesalahan “]

Mah, gimana reader? untuk lebih lanjut bisa baca aturan-aturan yang lain disini.

Jangan berhenti menulis.

Selamat malam! Smile

Advertisements

One thought on “Menulis Kalimat Langsung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s