Kekasih Hujan (versi lain)

Mungkin akan hilang segala resah yang menggantung di benakmu, Kekasih. Jika hanya dia yang menemanimu. Dan andai pun langit tak bermentari sebab mendung menyelubungi, akan tetap hangat tubuhmu jika hanya dia ada tuk memelukmu.

Biarpun hujan tak mampu sembunyikan tangismu, Kekasih. S’lalu kamu akan tetap merasa kuat untuk bertahan jika hanya dia ada berdiri tuk menopang rapuhmu.

Dan seringkali arah tak membawamu pergi, melangkah pada hal baru, namun bisa kamu hapus keraguan itu bersamanya.

Dan andaikan esok mimpimu berhenti berjalan bersamanya, Kekasih. Adalah kamu tetap akan sampai di penghujung asa sebab hati selalu percaya bahwa cinta menemukan tempatnya untuk bersandar, seperti jika hanya dia yang pasti menjadi takdirmu.

Bukan hujan atau cerah bermandi mentari, bukan pula tak elok seindah pelangi, tapi tangis dan tawa yang pernah begitu sempurna mengisi hari-harimu bersamanya yang menguatkanmu pada lirik puisiku. Pada jiwa yang memiliki makna hingga bisa ku tuliskan puisi yang memiliki nyawa. Kamu kekasih hujan yang membiarkan aku menangis, meresapi luka, melihatmu menunggunya kekasihmu yang telah hilang.

Saya, Hujan, Kekasih.
Musim telah berbeda,
namun hati tetap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s