Segala Diam

Kekasih, ijinkan aku mengartikan segala diam. Sebab di kala hening seperti ini, aku bisa mendengar suara yang paling samar. Terlebih untuk keheningan yang ada malam ini… berhias bunyi titik hujan. Suara yang paling gdauh dalam diriku pun seketika tertenangkan. Sebab ritme-ritme yang beraturan itu mampu mengubah pola-pola rumitku menjadi harmoni.

Kekasih, ijinkan aku mengartikan segala diam. Sebab saat ini aku sedang dalam kondisi yang paling aman. Dengan jernih, lihai menulis syair kehidupan, menulis laguku sendiri tentang saat ini.

Dengarkan baik-baik, Kekasih! Segala diam yang kamu curahkan untukku, sungguh mampu meruntuhkan langit tempatku bernaung. Engkau pasti tahu kekasihku, apa yang terjadi ketika atap langit runtuh : Hujanberjatuhan, berlomba-lomba menggempur bumi.

Seperti saat hebat badai menghambat langkah-langkah kakiku tuk berpaling. Hati ini bernyanyi. Hati ini bernyanyi, men-dendang-kan lagu hening. Hati ini bernyanyi pada nada-nada minor, mengungkap segala diam.

Ketika diam berubah menjadi lagu, setiap nadanya mengurai bahasa. Setiap lekuk suara, membangkitkan getar pola, mengurai rumit menjadi sederhana. Bahwa diam adalah cara cinta berbicara menunjuk pada kedekatan emosi, menunjuk pada kedekatan hati.

Kekasih, sungguh kita tak kan jauh. Tak kan mampu kita berpaling. Setiap lara yang telah merasuk kedalam jiwa akan menjadi luka yang kelak kita akan menertawakannya.

Saya Keheningan.
Tak ingin terbangun sendiri di tempat ini.

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s