Sendiri Menghela…

Terasa berat bila sendirian ku yang menghela rasa ini. Begitu berat hingga tak ada rasa tulus dalam tawa. Begitu berat hingga ku tak mampu menatap pijar bintang di matanya. Begitu berat ku harus memupus lengkung indah yang biasa ku kagumi sebelumnya. Semua karena rasa ini sendiri ku yang menghela.

Tetesan bening yang jatuh dari dedaunan tahun lalu. Menggenang indah dalam lapisan ingatanku. Begitu berat bila ku menghapus momen itu. Bukan dimana aku mendapatkannya, tetapi dengan siapa hal itu ku dapat.

Andai pusaran badai bisa membuat dia mengenang, memahami, dan mengerti. Tentu dia tahu hanya satu dia yang menyentuh kedalam jiwaku. Seperti ketika Adam bertemu dengan Hawa setelah pengusirannya dari surga.

Hela napas yang berulang kali dibuat sesak, berderak mengerikan membuatku tak percaya diri lagi. Seperti kata yang terabaikan akhirnya tenggelam di telan bumi. Seperti nyawa yang tak bertahan akhirnya mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s