Mengharap Dalam Do’a

Tak tahu bagaimana sepinya hatimu.
Seperti bahagia dari yang terlihat.
Tak sepi di keramaian ku harap.

Seandainya bisa menerka benar.
Ku harap tetap samar.
Sebagai bayang yang terlihat.
Masa depan… sendiri kita yang membuat.

Yang terlahir dari pancaran mata.
Lalu menusuk menatap jiwa.
Kuulurkan tangan tuk bergandeng bersama.
Sajak cintamu mengalunkan nada.

Turun naik terbakar asap.
Melukis cakrawala gelombang itu.
Langit terbakar hujankan debu.
Sunyi seyap kita mendayu.

Tahun terakhir lengkap berpisah.
Rumah cinta menjadi abu.
Secuil noda yang tertumpahkan dulu.
Menghitam selamanya membekas…
Selamanya membekas.

Benang merah ku harapkan cinta.
Tinta hitam menghela kenangan.
Menuntun kembali pada kita.
Jika nanti memang seharusnya.

Kuharap tak ada…
Kuharap tak ada…
Hanya ini yang tersisa.
Tahun terakhir tuk terbuka.
Atau tertutup selamanya.

Mengharap Dalam Do’a
(C) Andy Riyan

Advertisements

One thought on “Mengharap Dalam Do’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s