Anggur Cinta

Aku tak ingat ketika angin pertama kali berhembus dari barat di musim gugur itu. Yang ku ingat aku sedang berjalan-jalan di tengah ilalang, menyentuh dingin rerumputam yang berlinangan bola-bola embun serupa kristal. Di hari yang sama aku jatuh terlelap dalam tidur sepanjang musim; mabuk karena anggur cinta lalu memudar dalam senja.

image.php

Di hari ketika aku sadar, telah jauh berkelana ke tempat yang paling liar dalam hidupnya. Telah jatuh mengagumi keindahan lautan yang terbentang luas di hatinya. Telah terpesona oleh puncak-puncak sejuk di ketinggian nurani-nya. Dan terus menelusuri jejak-jejak dalam belukar dan misteri yang terkandung dalam perasaannya.

Di hari itu aku sadar, betapa aku ingin menjadi bagian dalam kenangan-kenangannya. Lalu aku membawa dirinya ke tempat-tempat terbuka, tempat dimana aku mencurahkan segala rasa. Aku menuliskannya dalam semua puisi dan lagu cinta. Membawanya menelusuri langit malam, mengajaknya menghitung dan menamai bintang-bintang. Mengajaknya bernyanyi dan menari diantara ilalang dan bunga-bunga yang mekar di bawah cahaya pagi.

Hari itu aku sadar. Dialah anggur cinta. Seteguk manis yang pertama ku minum, telah membawanya memasuki relung-relung rahasiaku. Seteguk yang kedua, telah mempengaruhi perasaanku sampai menjadi gamang dan terombang-ambing oleh keadaan seperti serpihan daun di tengah hujan. Dan pada tegukan-tegukan manis lainnya, ia menerbangkan seluruh tubuhku membumbung tinggi.

(C) Andy Riyan; Today

pict. source: klik disini

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s