Berebut Duit Receh!

Selamat pagi!
Salam hangat dari kami, semoga hari ini berjalan luar biasa dan masih diberi kesehatan untuk menjalankan semua aktifitas dan diberi hati yang lapang sehingga bisa merayakan idulfitri dengan hati yang berbahagia. 🙂 🙂

Pada kesempatan kali ini, bersama dengan ini kami mengucapkan :

“Happy Eid Mubarrok to all Muslims in the universe. Taqoballahu minna wa minkum. Minal aidin wal faidzin. Sugeng Riyaya kawula nyuwun gunging samudra pangaksami. Selamat hari raya idulfitri 1437 H.”

Gembira dan berbahagia. Dua kata itu tak pernah lepas dari kamus kehidupan di dalam keluarga kami ketika idulfitri tiba. Alhamdulillah, puji syukur dan lebih banyak lagi syukur kami haturkan kepada Tuhan Semesta Alam atas segala nikmat ini. Kami bergembira dan berbahagia sebab telah di pertemukan pada bulan Ramadhan suci yang di dalamnya, kami menjalankan banyak ritual keagamaan dimana tidak kami jalankan di bulan-bulan yang lain. Pun bergembira dan berbahagia telah sampai di hari yang fitri di bulan Syawal yang di dalamnya mengalir tradisi dalam keluarga kami; Silaturrohiem, sungkem dan bermaaf-maaf-an.

WP_20160706_08_04_05_Pro.jpg
Ikuu duitkuuuuuuuuu!!!!

Ah ya! sedikit cerita saja, dalam keluarga kami, setelah selesai memunaikan sholat Eid berjamaah, ada tradisi ‘rebutan duit receh.’ Tradisi ini sudah bertahun-tahun eksis dalam keluarga Childern of Mbah Zuhri, yang tahun ini garis keturunannya sudah berlanjut hingga ‘Canggah’. Tradisi ini pertamakali di gagas oleh Alm. Mbah Putri Maemonah, Allahummaghfirlaha warhamha wa’fu anha. Sejak pertamakali, tradisi ini selalu di gelar depan rumah bapak saya -Mbah Kakung dan Mbah Putri tinggal bersama bapak saya- dan tahun ini juga masih digelar disana -Mbah Kakung masih sehat wal afiat dan masuk umur ke-100, semoga panjang umur ya, Mbah-.

WP_20160706_08_03_47_Pro
Zahra gak dapet bagian ya? :v

Yang paling menarik dari rebutan duit receh ini bukan seberapa banyak duit receh yang jadi rebutan sebenarnya, tetapi betapa seru dan antusiasnya keluarga kami dalam menyambut tradisi ini, gak cuma saudara-saudara saya yang masih muda yang gesit dan sangat bergairah untuk berebut duit tetapi pakde-budhe, tuyul-tuyul kecil gak kalah seru dan sengit untuk memperjuangkan recehan seratusan dan limaratusan itu 😀

WP_20160706_08_03_42_Pro
mewek :v

Tingkah pakde-budhe yang penuh semangat itu yang membuat saya terpingkal-pingkal, sepupu-sepupu saya yang saling dorong dan jahil menjadi tontonan jenaka lain -kalau tidak awas, duit yang sudah di tangan bisa melayang lagi sebab banyak yang iseng nampel tuh duit dan sontak jadi rebutan lagi-, tuyul-tuyul kecil yang merengek karena gak dapet bagian, lebih apes malah kejepit kadang membuat kasian tapi bikin seru juga sih! :v

1
uangnya sini… lempar!!

Sekian! Ini saja dulu hehehe
Saya Andy Riyan, Temanggung 7 Juli 2016

WP_20160706_08_04_02_Pro
Duite jatuh dari lngit ih!!!
WP_20160706_08_04_19_Pro
Bwahahahahah
WP_20160706_08_04_16_Pro
Wkakakakak
WP_20160706_08_04_08_Pro
Bwihihihihi
Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s