Kopi Sachet

Laptop sudah dinyalakan, word processor sudah dibuka, segelas kopi sudah dituang bahkan aromanya sudah menggoda menggelitik lubang hidung. Tapi aku mau menulis apa sekarang?


Tadi saya sempat iseng buka draft-draft lama. Saya tertegun melihat tulisan-tulisan saya yang berantakan dan mengerikan itu. Disisi lain saya tersenyum heran “Apa otak saya sedemikian complicated seperti itu ya? ”

“Wah keren! Bisa untuk bahan postingan blog malam ini” kataku dalam hati.

Kemudian saya mencoba-coba ngedit tapi lho kok malah tambah absurd begini? Akhirnya saya sadar, draft-draft itu dulu saya tulis dengan penuh perasaan… dan saat ini feel itu (sedang) tidak ada. Niat untuk menjadikan draft-draft itu sebagai bahan postingan, dengan ikhlas saya tunda. :v

Ah gelas kopi itu, adalah sebuah kenang-kenangan kondangan di pernikahan Dosen Pembimbing Skripsi saya. Eh aduh! kopinya sudah dingin! Walau begitu dengan perlahan ku sruput kopi sachet seharga seribu limaratus ini, saya nikmati saja seperti menyeruput kopi panas. Rasanya tidak begitu istimewa tapi, lumayan lah daripada tidak ada. Daripada menunggu petik dulu di kebun yang jauh dan masih harus di giling setelah itu. Belum lagi nanti masih berhari-hari harus di jemur kemudian dibawa ke penggilingan misahin biji dengan cakangnya. Sampai disitu pun belum bisa diminum masih harus melewati proses roasting yang ribet dan bisa bikin pusing kepala karena aroma kopi yang sangat kuat itu… wah lumayan sajalah segelas kopi sachet ini.

Laptop masih menyala dan saya belum menuliskan apa-apa… wah-wah rupanya saya tidak menganggap yang sedang saya galau-kan ini sudah menjadi 250 kata.

Terimakasih Kopi Sachet, saya Andy Riyan

Temanggung, 11 Juli 2016

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

6 thoughts on “Kopi Sachet”

  1. Hahahaha panjang bener ya emang proses secangkir kopi. Kadang ya gitu suka males nggilingnya. Trus kalo lagi kehabisan stok roast beans dan lagi mager buat beli ya udah puasa ngopi.
    Etapi ud lama bzanget saya gak konsumsi kopi sobek

    Like

    1. Iya, Mbak, panjang seperti macetnya jalan mudik kemarin 😂😂 selayaknya mereka yang berhasil menyesap secangkir kopi bisa mikir lebih panjang juga, dan celakanya iya jadi kepanjangan mikir :v
      Mbaknya pengalaman di rosat beans, disini sebentar lagi musim green beans, kalau mau berkunjung 🙂
      Wah kenapa kalau konsumsi kopi sobek?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s