Aku Cinta Rupiah

Mengapa Rp nya di tulis tanpa titik dan spasi dan mengapa perlu bilangan di belakang koma? Pertanyaan yang sangat menarik.

Advertisements

Beberapa bulan yang lalu sebelum saya memutuskan untuk menjadi solo karir, beberapa bulan setelah secara otomatis saya terdaftar menjadi jobseeker karena di depak dari kampus dengan sebuah ijazah yang kini belum bisa di gunakan itu, di hari itu saya terkejut mendapatkan soal yang tidak biasa di ujian tertulis calon karyawan di sebuah Bank.

WP_20160715_00_26_15_Pro.jpg

Peraturan ujiannya tidak boleh menggunakan kalkulator —well cukup beralasan untuk mengetes kemampuan berhitung soal variasi penjumlahan, pembagian dan perkalian— dan soal yang saya dapatkan kurang-lebih seperti ini : Hitung! 1023456765887654234 : 675,897 =

Busyeeeeeet!!!

Saya geli mendapati soal seperti itu, antara sedih dan tertawa. Sedih karena harus menyelesaikan soal itu jika tidak, jelas tidak akan lolos dan tidak akan diterima, jika di kerjakan kenapa harus menghitung seperti itu? Bukan kalkulus aja, persamaan diferensial atau sistem dinamik saja? Atau apa kek, statistika, pembuktian hukum Newton atau apa saja yang lebih menantang (*Cieeeeee penulisnya sok-sokan deh). Sialnya masing-masing variasi soal berjumlah 10. Di tambah menulis terbilang dari nominal rupiah dan sebaliknya menulis nominal Rupiah menjadi terbilang. Ditambah lagi soal matematika sederhana juga di tambah pengetahuan umum, semua soal berjumlah total 100 itu dikerjakan dalam waktu 3 jam. Saya langsung pingsan di tempat brooooh!

Tapi disini mulai menarik, tak pernah sebelumnya saya mendapatkan soal tentang menuliskan terbilang dari beberapa nominal mata uang Rupiah. Bagaimana membaca nominal ber-digit lima belas? Dua puluh? Di atas triliun terbilang apa? Penulisan mata uang rupiah yang benar bagaimana? Itu pecahan di belakang koma bacanya apa?

Sebagai jobseeker (ab)normal saya tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Yang ada di otak saya, tes tertulis cuma mengenai potensi diri, pengetahuan umum, logika sederhana, matematika sederhana, psikotes dan terkadang tes program ofiice. Dan pengalaman saya soal menulis terbilang dari uang Rupiah juga hanya sebatas saat mau transfer di bank. Itu pun tidak pernah sampai ratusan juta palingan cuma berapa juta aja dan biasanya bulat penuh tanpa pecahan dibawah lima puluh ribu. Jangankan pecahan ratusan, lima ribu saja tidak apalagi sampai nominal pecahan yang sudah di belakang koma itu… sama sekali tidak pernah.

Hanya modal pengalaman itu dan pengalaman baca angka di belakang koma dalam matematika sebagai satuan ( misal 0,15 bacanya nol koma satu lima bukan nol koma lima belas), saya pun garap tuh soal dan bisa di tebak saya tidak lolos ujian itu. Entah yang bikin gak lolos itu soal penulisan terbilang atau soal hitung-hitungannya itu saya tidak tahu.

Nah! Sekarang itu sudah tidak penting lagi, yang penting kita bisa terus belajar dari pengalaman yang terjadi. Soal tidak mendapatkan pekerjaan lupakan saja itu, lebih baik fokus pada hal yang lebih menarik yaitu mengenai penulisan Rupiah yang benar menurut EYD.

Ada dua cara penulisan nilai mata uang rupiah berdasarkan aturan EYD yaitu: Yang pertama ditulis dengan lambang Rp (tanpa titik dan spasi) kemudian di ikuti dengan angka nominal mata uang kemudian di tambah dua nol dibelakang koma sebagai nilai desimal (nilai desimal itu apa? Pokoknya nilai pecahan di belakang koma sebagai hasil hitung dari pembagian bilangan real).

Misal untuk mengatakan uang yang bergambar Tuanku Imam Bonjol maka di tulis sebagai Rp5.000,00

Aturan yang kedua dengan menggunakan tulisan persih seperti yang tertera di uang itu lima ribu rupiah tanpa menggunakan simbol Rp (menggunakan capslock enggak ya? Untuk aturan ini, ikuti saja penulisan huruf kapital pada kalimat ya).

Mengapa Rp nya di tulis tanpa titik dan spasi dan mengapa perlu bilangan di belakang koma? Pertanyaan yang sangat menarik.

Jawabannya begini, Rp itu sebuah lambang bukan singkatan seperti Jln. sebagai singkatan dari kata ‘Jalan’ jadi Rp itu seperti lambang £ untuk Poundsterling atau € untuk Euro. Dan mengapa tanpa spasi? Supaya penulisan itu tidak bisa di manipulasi (Penjualnya memberi nota tertulis Rp 4.000,00 bisa saja kamu korupsi sama ibumu, tulisannya di ganti Rp14.000,00 hayooooo siapa yang pernah curang begitu? 😀 )

Dan soal mengapa menggunakan bilangan desimal. Dalam perbankan terdapat yang namanya suku bunga dan pecahan desimal itu berguna untuk meminimalisasi error dalam pertukaran mata uang, bunga pinjaman dan simpanan. Logikanya semakin kecil error maka perhitungan akan semakin valid (jadi kalau misalnya bilangan desimalnya sampai 8 lebih bagus dong? Lebih bagus si lebih bagus tapi sudah tidak efektif lagi, hallo 😀 )

Sebagai tambahan nih, diatas triliun itu terbilangnya apa ya? Dalam angka
1 triliun = 1.000.000.000.000 (jumlah nol ada 12), di atasnya lagi ada
1 kuadraliun = 1.000.000.000.000.000 (jumlah nol ada 15), diatasnya lagi ada kuantiliun, sekstiliun udah gak usah di tulis nol-nya banyak

Mata uang Indonesia emang keren ya sampai pecahan seratus ribu, kemarin malah ada isu bakal ada pecahan dua ratus ribu. Asik ah ngitung duit banyak dari pada ngitung di bawah pecahan satu… sen, benggol, penny apalah itu, AKU CINTA RUPIAH!!!

Saya Andy Riyan, Cinta rupiah biar dolar merajalela

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s