Menulis Cerpen Romantis

Eh ya hallo, pada kesempatan kali ini saya pengen curhat kepada temen-temen semuanya. Dan ijinkan saya menggunakan kata ‘gue’ sebagai kata ganti orang pertama. Kenapa saya harus minta ijin? karena wajah-wajah saya ini tidak ada pantes-pantesnya menggunakan kata ‘gue’ untuk menyebut diri saya sendiri.

Lagsung saja ya saya–eh gue maksudnya–mulai curhatannya. Bukan sebuah kebetulan gue bikin judul postingan kali ini–(Pengen) Menulis Cerpen Romantis–seperti itu. Gak tau kenapa setiap gue mau nulis cerpen yang berbau romansa antara dua pasang insan manusia itu, gue merasa sangat buruk. Sudah banyak draft gue tulis dan beberapakali mereka-reka adegan dan kata-katanya, tetapi selalu saja mentok pada adegan yang garing, percakapan yang basi dan blah blah blah.

Dan ketika gue membaca lagi tulisan gue sendiri, gue merasa ngeri. Campuran ataukombinasi dari kalau gak kaku dan agak gak rasional ya flat banget tanpa emosi. Padahal jujur saja gue sudah mati-matian mencurahkan isi hati gue dan pikiran gue pada tulisan-tulisan yang gue buat. Dan gue masih selalu merasa terbatas pada ruang inspirasi gue. Seperti masih terpenjara dan tak bebas melayang dengan semua imajinasi gue. Gue merasa percuma memiliki sayap namun hanya diam di tempat.

Seringkali gue membaca cerpen penulis-penulis lain dari yang paling terkenal hingga paling dasar di blog antah berantah; seringkali gue terkesima : “Gimana caranya menulis seperti itu?” Dan kenapa gue pengen menulis yang seperti itu juga? karena gue juga pengen ada seseorang yang akhirnya bilang sama gue “Wah ini kepala batu bisa romantis juga ya.”

Gue seringkali tergetar dengan tulisan seseorang. Dan gue juga pengen lah sesekali bisa menggetarkan hati seseorang lewat tulisan. “Ternyata empuk juga, Nih, jalinan kata-kata anak nakal satu ini.”

lebih dari semua alasan dan uneg-uneg yang telah gue tumpahkan, alasan gue pengen ‘Menulis Cerpen Romantis’ adalah karena gue percaya di setiap segala sisi dari kehidupan ini pada dasarnya romantis dan gue ingin bersinergi dengan sisi itu.

Setiap bagian diri gue tak terpisahkan dengan romantika. Dan romantika yang paling dalam yang telah gue selami adalah menulis segalanya dengan segenap jiwa.

Salam dari saya, Gue.

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

12 thoughts on “Menulis Cerpen Romantis”

  1. Semangat mas untuk mencoba..
    Kemaren aku juga coba coba bikin puisi..
    Entah itu romantis apa gak..?
    Klo kata temen blog, puisi itu masalah lantuna. Hati
    Gak ada yang bilang jelek kalao tulisan itu dari hati..
    Coba saja keluar dari zona nyaman sekali-kali

    Like

    1. Iya, Mas. Saya terus mencoba ini. Tapi ada perbedaan besar antara puisi dan cerita. Kalau cerita sebisa mungkin menghadirkan konflik *dalam hal ini konflik yang sifatnya romansa* dan di harapkan bisa menyampaikannya secara pintar sehingga apa yang ingin di sampaikan penulis berhasil. Berbeda dengan puisi atau syair. Saya kira penulis tidak perlu menjelaskan apa maksud dari syair atau puisi itu sebab, pembaca berhak memiliki khayalan tentang isi syair atau puisi tersebut.

      Liked by 1 person

  2. Saya juga gitu mas. Suka heran sama orang2 yg bisa nulis romance keren bener. Tapi kita mungkin harus ingat2 bahwa ‘write to express not to impress’. Tak pentinglah bagus atau tidak. Yg penting segenap jiwa kaya kata mas 😊

    Like

    1. I love the way write to express, yes I love it but, I want more, you know lah, Mbak… And before you impress people you must impressed your self.. Itu yang jadi masalah serius, menulis cerita romantis tidak berjodoh hihihi 😂

      Like

      1. Hihihi.. Yah begitu lah.. Kita harus banyak belajar 😊 sy juga dulunya benci puisi sekarang malah lebih enjoy nulis puisi drpd cerpen . bukannya sy sdh bs impress ppl or my own self dg puisi sy, tp saya enjoy aja begitu hihi😊 tidak ada yg tdk jodoh kl usaha, lama-lama juga terbiasa

        Like

      2. Yak, terus belajar. Saya sepakat itu. Hahaha kalau saya, soal menyukai puisi udah nyampe tingkat gila yang paling akut, untungnya tangan saya tidak terlalu kegatelan buat numpahin puisi di blog ini, sehari saya bisa nulis 7-10 puisi hahaha :v woh Mbaknya sudah mulai suka puisi, coba mbaknya membaca puisi-puisinya Maulana Jalaludin Rumi, beliau adalah penyair favorit saya.

        Like

      3. Hihi.. Keren atuh sampe 7 per hari. Bagiku I write 7 poems a day or not anymore. There’s no in between 😂 jadi kalo gak ada mood ya udh gak nulis .. Hihi.. Boleh itu mas. Kalo aku sukanya sapardi djoko damono

        Like

      4. Uhm sorry, Mbak, saya gagal paham, 7 poems a day or not anymore hihihihi. Belakangan ini sastra dan puisi sudah hilang taringnya mungkin memasuki senjakala.

        Like

      5. Aku kalo emang lg mood bs nulis bnyk puisi bs jg sampe 7 sehari. Tapi kalo engga ya ga bs nulis sama sekali hehe.. Bs sampe waktu yg lama g nulis..
        Sungguh masalah mood ini masalah anak amatir yah 😂😂😄 hehehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s