Hanya sunyi dari malam yang kubawakan
Tuk gubahkan syair ini, diatas ketinggian
Sejak menyusuri jalan yang tak kutahu di depan
Dari lorong-lorong gelap diantara bunga-bunga di hutan
Yang bermahkota putih menenangkan
Menyala terang kala cahaya menyinarinya datang

gambar disini 

Bersama sajak ini, ketika angin berhembus tenang
Ku ungkapkan perasaan tuk menyatu dengan alam,
Membuang segala resah bersama kabut yang berlalu di hari malam

Dan ketika…
Akhirnya kabut dingin berada di bawah sana
bersarang diantara hutan cemara.
Sadari langkah ini telah jauh menempuh bersama hati
yang sebutkan satu nama pasti
namamu, Oh, Adik!

Beratapkan langit yang dekat
Aku lentangkan tubuhku yang penat
Ku tatap keatas, pandangi langit mendekap
Dalam naungan pepohonan yang berbicara
Ku kiramkan salam ini padamu, Oh, Adik!
Agar suara angin yang berhembus menyapa.

Mereka mendengar

Di ketinggian ini mereka begitu dekat,
bintang-bintang mengintip dari celah pohon-pohon yang rapat.

Kabut dan angin turun hingga berada dibawah kaki.

Diantara tanah berdebu dan jalanan bebatuan aku mendaki
dan dalam sedikit rumput basah kuterlentang.
Kudengarkan mereka berbisik,
mereka berbicara…
Dan kirimkan untukmu sejuta sayang
dan perasaan bahagianya dari surga.

Siapakah mereka?
Oh, Adik! Mereka itu Bellatrix dan Sirius
Orion, Scorpius dan Arctus
Padaku mereka titipkan salam untukmu..
Bulan sabit juga menyapamu

©Andy Riyan
Salam Dari Surga | @jejakandi
Suatu malam di perjalanan menapaki Gunung Sindoro di ketinggian 2300-an MDPL

Advertisements

8 thoughts on “Salam Dari Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s