Senjata-senjata Yang Sering Digunakan Saat Menulis

menulis-secara-kaffah-560cd0e40e97736d11446725

Saat ini menulis bukan lagi hobi orang elit saja. Hampir semua orang kini bisa melakukannya. Tidak seperti dulu ketika menulis hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki idealisme tinggi atau orang-orang yang memiliki pengaruh kuat pada masyarakat setempat. Menulis tidak lagi hanya menjadi pekerjaan milik para wartawan dan para sastrawan. Semua orang sudah berlomba-lomba untuk menulis dan memamerkan karya mereka. Yang dibutuhkan hanya sepucuk pena dan selembar kertas.

Perkembangan dunia tulis-menulis telah meningkat tajam dari tahun ke tahun seriring dengan meningkatnya SDM manusia dan berkembangnya teknologi yang semakin canggih. Hal itu pula yang mempengaruhi para developer untuk menghadirkan platform dengan fitur-fitur andalan mereka. Dan dengan hadirnya banyak softwere terkadang membuat kita (para nuliser) memabnding-bandingkan softwere mana yang lebih powerful dan lebih efektif, termasuk saya. Softwere kini sudah menjadi alat yang penting dan tak terpisahkan, ibarat dalam duel sofwere adalah senjata.

Sebelum mengupas satu persatu senjata-senjata andalan itu, perlu saya tekankan… secanggih-canggihnya senjata, senjata itu menjadi tidak berguna jika yang memeganya tidak memiliki skill yang mumpuni. Goliat dengan pedang yang besar dan tombak yang panjang dapat dikalahkan David yang hanya bersenjata tiga buah kerikil. Tidak semata-mata hanya karena kamu menggunakan softwere-softwere ini, mendadak kamu bisa menyulap kertas kosong menjadi novel-novel best seller dalam semalam. Nah berikut ini adalah senjata-senjata andalan saya untuk menyihir imajinasi yang kasat mata di alam pikiran menjadi rangkaian kata-kata yang bisa di lihat oleh mata.

Microsoft Office OneNote

Saudara kandung MS Word ini sangat cocok untuk para penulis yang memiliki ide acak-acakan dan sering merasa kacau untuk mengorganisasinya. Penulis dapat membagi dan memecah tulisan per ide dan menggabungkannya dalam sebuah binder. senjata ini juga cocok untuk penulis yang sering berurusan dengan kecelakaan –komputer nge-hang atau tiba-tiba jendela tertutup– softwere ini juga memiliki fitur pasword, sehingga jelas cocok untuk menuliskan hal-hal yang paling pribadi sekalipun. Di bandingkan MS Word, OneNote bisa dibilang cukup lengkap dan lebih ringan namun memiliki satu kekurangan, pada layout-nya, tidak sebaik MS Word.

ONEN.png

Evernote

Softwere yang berlogo kepala gajah keluaran Evernote Corporation ini memiliki fitur hampir sama dengan OneNote. Meskipun memiliki kekurangan pada layout juga, karena evernote ini memang didesain untuk menulis catatan kecil, namun word processor yang satu ini sangat ringan dan cocok digunakan untuk riset via blogwalking, dan pengorganisasian yang lebih mudah, yaitu tinggal menuliskan tag pada masing-masing catatan. Evernote hadir dalam dua versi, yaitu gratis dan berbayar.

EVERN.png

Scrivener

Senjata yang satu ini, menurit penulis, adalah senjata terbaik yang pernah di keluarkan developer. Memiliki fitur yang sangat lengkap. Peng-organisasi-an bisa dilakukan per-folder. Dan terdapat binder yang bisa di custom dengan keyword. Fitur riset, template Character, Setting dan Location melengkapi fitur layout yang bisa di gunakan secara otomatis untuk meng-compile menjadi bentuk paperback dan ebook. Sangat cocok untuk penulis fiksi maupun nonfiksi. Adapun scrivener ini memiliki tampilan minimalis; bisa masuk mode fullscreen dan menyingkirkan beberapa tools yang menganggu; dilengkapi dengan fitur inspector dimana semua kegiatan editing dan revisi bisa di tandai tanpa harus kehilangan naskah dan draft sebelumnya. Minusnya hanya softwere ini berbayar.

scrivener1.png

scrivener2.png      scrivener3

scrivener4.png

Notepad

Nah softwere mini ini adalah softwere terbaik menurut penulis. Ukurannya kecil, ringan, tidak membuat drive sesak, mudah di organisasi. Dan yang paling penting… menurut penulis, softwere ini entah bagaimana bisa dengan tepat menyaulrkan ide pikiran karena tidak terganggu dengan banyaknya fitur dan algoritma. Dengan Notepad, penulis bisa menghindari kebiasaan sering berhenti mengetik hanya untuk mengedit. Minusnya tidak ada auto save, dan terkadang kalau lagi males bikin nama file jadi seperti ini kjbhsd;jklfah;l kjgsdfkjh 😀

NOTE.png

Nah untuk skor dan peringkat, saya menempatkan Notepad di peringkat pertama dengan skor 9,2/10, kemudian Scrivener dengan Skor 9/10 lalu Evernote dan one note berbagi skor yang sama 8/10.

Nah itu adalah senjata-senjata favorit saya untuk kategori word processor. Sebenarnya ada banyak softwere bagus selain yang sudah disebutkan, misal Atlantis, yWriter, Ommniwriter dll. Akan tetapi menyadari bahwa skill menulis tidak begitu tergantung dengan softwere, maka saya lebih memfokuskan hanya dengan latihan menulis daripada menjajal softwere-softwere.

Akhir kata, ini adalah senjata-senjata saya, kalau senjatamu apa aja gan?

Selamat berakhir pekan, saya Andy Riyan

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

7 thoughts on “Senjata-senjata Yang Sering Digunakan Saat Menulis”

  1. Aku pake evernote mas, karena sering ngedraft di hp.. Dan ketika pindah ke laptop/pc gampang syncnya hehe.

    Minusnya kalau yg gratis hanya bisa konek ke dua device 🙌anyway jd mau nyoba senjata yg lain :3

    Like

      1. Ya, manfaatin waktu luang…
        Se enggaknya kalau ada ide, langsung aku tulis judul sekalian kerangkanya di hp.
        Kalau ada waktu, aku juga sekalian ngarang di hp,baru saat pos, aku pindahin ke komputer

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s