“Sebuah kehormatan bagi saya, berada disana bersama sahabat-sahabat yang istimewa, telah diberikan kesempatan ada bersama mereka mengukir sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup saya. Saya menghadirkan kisah ini lagi sebagai bentuk cinta saya dan rasa terimakasih saya akan sebuah petualangan yang hebat itu. Saya Andy Riyan.”

Tentang naskah Memburu Matahari Terbit Di Atas Awan yang aku tulis di tengah sok sibuknya aktivitas yang sedang kujalani, draft pertamanya sudah kelar. Sekarang sedang proses editing. Dan pada postingan kali ini aku sengaja ingin membuat spoiler sebelum membuatkan halaman baru untuk naskah ini. Boleh dong posting sepenggal-sepenggal, kan lumayan untuk mengisi blog daripada sepi dan jadi sarang jin.

Spoiler berikut ini merupakan satu potongan scene yang aku kembangkan (atau menambahkan detail yang sesungguhnya terjadi) dari tulisan yang pernah di publish di blog ini sebelumnya. Tapi aku bisa mengatakan naskah yang sedang di garap ini sangat banyak berbeda dengan yang sudah terbit dalam catatan perjalanan itu.

Untuk kamu yang males baca spoiler, bisa baca langsung di link berikut ini ya. Tulisan itu secara tidak langsung sudah menjadi sinopsis lengkap dari awal sampai akhir.
Perjalananku : Pendakian Gunung Merbabu via Selo (Kelahiran Math Adventure)

Casting : Andy Riyan, Dwi Satio, Risna Angga, Nila Nurmala
Sub Plot : XXX Anak Muda

***

“Ndi aku pengen turun dulu… capek sekali pantatku.” Keluh Nila.

Wah wah… belum sampai di basecamp sudah begini. Aku pun berhenti di pinggir jembatan. Udara sangat dingin, terasa mencubit-cubit pipi. Nila mengeluh lagi; “Apa memang harus sedingin ini?” katanya.

“Nila lihat itu!” aku menunjuk ke sebuah puncak gunung “Itu gunung Merapi, tingginya dengan gunung yang akan kita daki malam ini hampir sama. Ini belum ada apa-apanya, disana jauh lebih dingin.”

“Pemandangannya bagus banget yak! Sayang banget kalau gak sampai kesana.” jawab Nila.

Saat itu teman-teman yang lain sudah melewatiku. Hanya Dwi dan Risna yang tetap mengendarai motor Kharisma legendarisnya dengan pelan. Aku pun menarik tangan Nila untuk segera berdiri dan melanjutkan perjalanan.

Kami berempat menghela motor dengan santai, lupa kalau ke-enam orang lainnya di depan tak ada yang pandai bernavigasi dan tak ada yang awas dengan tanda penunjuk jalan. Setelah sampai di kantor Polres Selo, di depan tanda jalan yang mengarah ke basecamp Merbabu, kami berhenti. Kami saling berpandangan, tak ada orang lain disana. Dimana Musa dan yang lainnya?

“Haduh pekoknya kita…” ujar Risna menepuk jidatnya “Sejak kapan Musa gak pernah nyasar di jalan? Mungkin gak sih, dia belok ke sana?” lanjut Risna, tangannya menunjuk ke arah basecamp.

“Taruhan! Mereka pasti bablas!” ujar Satio tertawa geli “Telpun!”

Sial! Kami berada persis di tengah-tengah antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Sinyal sangat sulit didapat. Sialnya lagi… Aku, Satio dan Risna memakai layanan operator yang sama, yang terkenal No Available Service di pedesaan. Lantas Dwi dan Risna mondar-mandir mencari sinyal.

“Wah sudah gelap ya.” Kata Nila.

Ya ampun, aku menyesal, aku lupa membawa senter. Dan aku yakin dengan pasti, cewek-cewek ini tak ada yang bawa senter pula. Akhirnya aku pergi dan mengajak Nila ke warung yang berada di samping warteg untuk membeli korek yang ada senternya. Entah karena melihat warung makan atau karena memang belum makan, ia mengeluh lagi.

“Ndi, aku laper, makan yuk!”

***

duplicate-state
Jarang-jarang aku mboncengin perempuan, sekalinya mboncengin eh langsung yang cantik banget. Dia masih belum punya calon kayaknya, tapi tiap kali aku gombalin, dia langsung marah-marah. Tiap kali ku pdkt in mlipir dia.. Ampun dah…! Aku nyerah hahaha :v :v
Advertisements

7 thoughts on “Memburu Matahari Terbit Di Atas Awan (Spoiler)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s