Teman Berjalan

Teman, kau kisahkan padaku, jalan yang begitu jauh. Kau tempuh jalan itu dan menghilang seolah hanya fatamorgana. Teman, aku di sisi mu, ketika engkau ceritakan luka. Aku mendengar, ketika ingin engkau aku berbagi tawa. Engkau aku sambut dan terbanglah ke atas membawa cerita kita yang akan aku tuturkan padamu.

Teman, kau hadir di saat aku kehilangan sahabat kecilku. Kau memang teman berjalan yang telah ditakdirkan datang. Mungkin kau tak ingat kapan pertama kali kita bertemu. Tapi aku mengingatnya, Teman. Ketika matahari telah tergelincir, beberapa jam sebelum waktu buka puasa tiba. Semilir angin yang berhembus adalah hal yang selalu bisa kubangkitkan untuk perasaan yang sama : kebahagiaan ketika kau datang.

Nol Tiga Dini Hari

Advertisements

3 thoughts on “Teman Berjalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s