Bukanlah Puncak Segalanya

Berkali-kali tertangkap oleh kegagalan, nampak membuatmu menjadi seperti seorang pecundang. Tapi, Ai, kau tak bisa terus melarikan diri. Ia akan tetap menangkapmu sampai kau mengakhirinya. Kau tahu, Ai, menghadapi kegagalan yang terus-menerus terjadi itu menyakitkan sekali.

Kau tidak tahu harus berapa kali lagi mencoba untuk bisa mengakhirinya. Saat kau mencoba lagi, kau selalu berharap akan berhasil kali ini. Namun, Ai, kau menjalani pengalaman yang sama; gagal lagi.

Ai, aku merasakan kesedihanmu. Aku mengerti. Dan, Ai, sungguh ingin sekali aku membantumu mengakhiri mata rantai itu. Kau tahu, Ai, tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu.

Ai, bersama-sama kita memahami bahwa, perjuangan itu tidak akan pernah berakhir. Sekalipun kau berhasil untuk percobaan kali ini, akan ada lagi yang mesti terus kau perjuangkan. Kau akan menghadapi sesuatu yang lain lagi. Lagi dan lagi. Dan kau akan merasa lelah dan tak mendapatkan secuil pun arti sampai kau memahami keberhasilan bukanlah puncak segalanya.

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

4 thoughts on “Bukanlah Puncak Segalanya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s