Teman Berjalan (3)

Teman… Pernah kita jatuh dalam lembah penuh tanya. Lalu kita mengisahkan pada perbedaan. Kita memberi pada sebuah pengharapan dan semua yang berjalan. Kau ungkapkan padaku impian. Tapak demi tapak yang ingin kita jejak. Aku selalu di sisimu, dan masih di sisimu ketika kita telah berhasil menapaki tangga-tangga kehidupan dan mencapai tempat yang setiap hari semakin tinggi. Dan suatu kali ketika kita menyentuh pagi, kita merasa sudah saatnya menentukan jalan yang berbeda.

Aku kemudian mengingat hari dimana kita masih merangkak hanya untuk dapat melihat seperti apa diri kita jika dipandang dari atas. Aku bersyukur, kita melakukan itu dengan kegilaan yang sama. Sungguh aku bahagia, teman, telah merangkak bersama-sama kemudian menertawakan kekerdilan kita saat itu. Dan pada kesempatan itu kita melihat bahwa ada terdapat banyak jenis manusia. Dan kita adalah manusia sombong yang mampu menyadari kesombongannya. Kita begitu bodoh dan angkuh untuk sekedar menerima kekalahan. Kita selalu lapar dan ingin menang di setiap kesempatan.

Nol Tiga Dini Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s