Kekasih, Gelap

Sore ini gelap, Kekasih. Mentarinya memang hangat, namun cahayanya redup. Gelapnya dunia membuat hatiku semakin menghitam setelah tahun-tahun tanpa harapan.

Bias kini penglihatanku. Pernah hanya ada di keremangan senja, bintang kejora itu bercahaya. Juga pernah hanya di sisa malam yang jauh, ia tampak paling benderang. Tetapi aku tetap gelap, karena engkau hanya mimpi. Memang, mimpi yang pernah paling nyata yang ku miliki.

Walau akhirnya aku sadar, bahwa senyummu adalah palsu. Dulu, aku mencoba menepis semua itu, sebab keraguanmulah yang menghalangi kedua tanganku ini tuk terbuka.

Di setiap aku menghela tarikan nafas, sembunyikan bunga, sembunyikan peri kecilku. Semakin dalam aku terperangkap semakin liat aku terjebak.

Sore ini gelap, Kekasih. Sebab, tulusku menjadi menghitam meski tak kurasakan rindu dendam. Sore ini gelap, Kekasih.

Kekasih, [sore ini] Gelap (C) Andy Riyan

Advertisements

Author: jejakandi

Mencoba mengolah rasa dan kata agar bermakna

5 thoughts on “Kekasih, Gelap”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s