Reading List Bulan Januari (Bagian I)

Aku tidak tahu mengapa aku menuliskan hal ini di blog. Entahlah, sebenarnya apa motivasinya mengapa tulisan ini saya posting di blog juga. Yang pasti ada satu hal, saya hanya menyukainya; bisa menulis dan membagikannya di blog adalah sensasi dan kesenangan tersendiri sekalipun tak ada orang yang membacanya; kebahagiaan memang tidak butuh alasan dan seringnya memang tidak beralasan.

Apakah itu berarti ketika saya tidak menerbitkan sesuatu di blog, saat itu saya tidak menulis? Enggak juga! Menulis adalah kegiatan rutin seperti halnya makan pagi, siang dan sore atau malam; Wajib. Masalahnya kan kadang-kadang tulisan saya enggak worth reading makanya tidak dibagikan di blog. Kadang tulisan-tulisan saya itu sangat sentimentil dan memiliki nilai privasi tingkat tinggi. Jadi pernah, ketika hanya tinggal Copy-Paste dan tekan publish aja… pun tidak saya lakuakan, ya memang tidak worth reading -sih, sesimple itu.

Pernah juga ketika saya sudah selesai menulis, sudah disunting segala macem, kata-katanya sudah dipilih dengan cermat, dan ketika saya baca ulang : “Kok rasanya murni bener-bener pamer…” jadi deh gagal posting lagi.

Dan untuk kali ini saya gak tahu apa motivasinya, saya hanya ingin berbagi reading list bulan Januari, seperti yang saya katakan tadi, aku bahagia saja bisa menulis dan membagikannya. Nah buku-buku dalam daftar list ini sudah saya beli guna memenuhi stok bulan ini, jadi karena bulan ini, jadwal untuk berburu buku nyaris tidak ada, maka dengan hadirnya 8 buku berikut, stok untuk bulan Januari pun aman. Yeah!!! :v

Berikut reading listnya :

1. Free Writing oleh Hernowo Hasim

Reading list tempat teratas, buku yang unik dengan slogan “MENGEJAR KEBAHAGIAAN DENGAN MENULIS”. Bah apa-apaan ini!! Apakah aku sedang darurat kebahagiaan? Mengapa mengejar kebahagiaan? Dengan menulis? Apakah selama ini ketika saya menulis saya tidak bahagia? Entahlah. Bahagia deh kayaknya! Buktinya beberapa masalah sering teratasi ketika saya menulis, saya pun bahagia. Pikiran yang kacau sering mendapatkan pemecahan dan pikiran pun jadi senyap ketika mendengar suata -suara tuts keyboard yang nyaring sekali bunyinya dan terdengar sangat cerpat. Kayaknya di atas 200 kata per menit deh. :v :v tenan ora koe An? Hahahaimg_20180108_1944261600585601.jpg

Apa sih sebabnya kok buku ini nongkrong di tempat paling atas?

Ini merupakan buku yang pengen sekali aku baca bulan ini, ingin diselesaikan pertama kali bulan ini, yak bukunya lumayan tipis, dan sepertinya ringan. Jadi itulah sebab utama Free Writing ini nongkrong di tempat nomor satu.

Namun, sebenarnya ada kaitannya dengan : ‘buku yang enak dan ringan di baca’ – juga sih. Sebab selama ini, aku kalau baca buku, sukanya yang berat-berat terus, ya gimana sih menantang gitu rasanya walau sering bikin setres. Kayaknya hanya bukunya Sapardi Djoko yang Hujan Bulan Juni (versi novel) buku ringan yang kuvbaca sepanjang tahun lalu.

Nah sekarang pengen yang ringan-ringan saja gitu.

Dan mengapa milih Free Writing -nya pak Hernowo? Sebab, dulu ketika masih kuliah, masih jadi single player yang sukanya sendirian mojok di sudut perpustakaan, aku sering berulang-ulang membaca serial Quantum: Quantum reading Quantum Learning, QuantumWriting, kalau tidak salah (maaf lagi males riset hehehe), penulisnya ya Pak Hernowo ini. Jadi ketika kemarin melihat buku itu, ya sudah aku langsung ambil.

2. Kahlil Gibran – Syair-Syair Cinta

Ketika melihat sebagian isi dari buku itu, “Kayaknya aku pernah deh… baca buku ini di perpustakaan kampus!” Begitu pikirku. Dan aku masih gak yakin, lalu aku pun membuka bab pertama: “Lho kok Sang Nabi? Berarti ini buku yang dulu aku baca ketika aku masih SMA? Dulu kayaknya gak setebel ini deh! Wah ini berati kumpulan-kumpoulan karya Kahlil, Ya?” Dan tepat perkiraanku, memang iya (padahal di sampulnya juga tertulis dengan jelas sih, kalau buku itu adalah ‘Kumpulan Karya-Karya Besar Kahlil Gibran’) lah ya mbuh lah ya, bukan itu yang pertama terlintas di kepalaku saat melihat sampulnya. Saya pun membaca daftar isinya, buku satu buku, dua sampai buku dua belas, Sayap-Sayap Patah. Wuuus! Aku pun langsung membeli yang versi hardcover untuk aku masukkan ke koleksi Master-Piece bersama The Silmarillion -ya eyang Tolkien.img_20180108_182659618799481.jpg

Ya kalau pembaca sering mampir dan mencermati tulisan-tulisan saya di blog ini, pasti tahu mengapa karya Kahlil harus di koleksi, yak dia itu kan influence banget dalam kehidupan gue —baca ‘gue’ nya dengan intonasi yang tinggi biar kayak ABG yang sebetulnya gak ada pantes-pantesnya bilang ‘gue’.

Yak akhirnya bukunya Kahlil ini sejenak akan mengobati kerinduanku akan keindahan kata-kata, romantisme dengan Tuhan dan kerinduanku akan saat-saat ketika aku dalam gelora asmara yang teramat sangat, pada perempuan berwajah sendu itu…. Ya itu dulu banget! Pfffffft!!

‘Kok kamu sentimentil banget sih kalau ngomongin Sing Biyen-Binyen?’

‘MBOK BEN SAK KAREP KU NOOOOOOOOO!!!”

Buku-buku Khalil kan enak kalau dibaca untuk selingan di waktu istirahat, atau selingan di saat kerja yang pas tidak menuntut kosentrasi tinggi, hehehehe. Nah lumayan lah bukunya Kahlil harus masuk di reading list ini, kayaknya aku akan pelan-pelan saja, kayak lagunya kotak, membaca Syair-Syair Cinta ini, rausah ngoyo.

“Bila cinta mendatangimu, ikuti dia. Walaupun jalannya sulit dan terjal. Ketika cinta memahkotaimu, ia akan menyalibmu. Cinta membuatmu mengetahui rasa sakit dari kelembutan. Cinta membuatmu berdarah dengan bahagia dan nikmat. Cinta membuatmu terbangun saat-saat senja dengan hati bersayap. Dan berterima kasih atas hari yang penuh suka cita. Ketika kau mencintai, janganlah berkata “Tuhan ada dalam hatiku,” berkatalah, “Aku ada di hati Tuhan.” Karena cinta hanya cukup untuk cinta.

3. Republik oleh Plato dan sekaligus buku ke- 4 oleh Plato : Simposium

Tadi aku bilang kalau aku pengen baca buku yang ringan-ringan ja, eh nyatanya buku Plato yang berjul republik dan Simposium ini tetep maksa masuk reading list. Yak gimana lagi, dari dulu aku kan suka sekali dengan para filsuf dan pikiran-pikiran mereka yang absurd serta jauh melampui zamanya.

Pertama kali aku diperkenalkan tentang filsafat itu ketika aku masih SMP. Aneh ya? Masih SMP sudah di perkenalkan pada Filsafat? Sejujurnya gak aneh sih, karena filsafat yang dikenalkan ke saya oleh guru saya dulu itu adalah filsafat paling dasar atau sepintas tentang filsafat aja deh, atau lebih tepatnya adalah tokoh-tokoh filsuf dalam Islam, seperti Al Ghozali yang belakangan justru meninggalkan filsafat dan malah memilih menjadi sufi. Ar- Razi, Al Kindi, Al Farabi. Dalam perkenalan itu, katanya, Al Ghazali mengecam para filsuf barat. Apa sih filsuf barat itu? Saya tidak pernah tahu. Dan hari-hari itu aku sering tidak bisa tidur hanya karena terngiang-ngiang kata filsafat yang aku tidak tahu apa artinya, yang bahkan tidak tahu filsafat itu apa.img_20180108_1743472099220260.jpg

Kemudian aku semakin tertarik dengan kata filsafat itu sendiri, ya hanya kata yang terdiri dari 8 huruf. Saya pun memulai dengan mempelajari biografi Al Ghazali, Ibnu Sina dan Ibnu Rusdy. Kemudian ternyata dan oh ternyata ada nama Aristoteles disebut-sebut disana, yang sebetulnya sudah aku kenal sejak kelas satu ketika beliau mengungkapkan teori tentang asal – usul makhluk hidup. Jadi aku cuma bilang “Oooo jadi filsfat itu sperti itu ya?” betul aku hanya punya kesimpulan mentah bahwa filsafat itu sperti itu.

Dan karena lingkungan saya memang buku ahli buku atau suka berkecimpung dalam dunia kepustakaan, otomatis akses buku sangat terbatas; aku tetap tidak bisa menelusuri filsafat secara luas. Perlahan-lahan kata filsafat pun memudar, yang bertahan hanya logika, logika dan logika yang sangat rasional yang terus berkelindan dalam matematika. Mulai dari saat itu kecintaan saya terhadap matematika tumbuh pesat dan meroket. Hingga ketika aku SMA, kalau tidak salah saat semester 4, aku bertemu guru matematika yang suka ngomongin filsafat, jadilah aku sering nanya-nanya ke beliau. Sampai akhirnya aku pun kuliah di jurusan matematika dan mengambil mata kuliah filsafat di semester dua, aslinya sih mata kuliah semester 6. Tapi semester dua aku sudah mengambilnya. Sejak saat itu, penekunanku terhadap filsafat mengantarkan aku pada perjumpaan dengan Plato dan gurunya Socrates, Thomas Kuhn, Hegel, Karl Max. Yak buku-buku standar anak kuliahan memang kayak gitu, ya? hahahahaha.

Dan buku Republik karya Plato ini, sebenarnya aku sudah punya kopiannnya dalam bahasa Inggris. Waktu itu aku diberi oleh teman chating-ku; orang Pakistan. Entahlah orang Pakistan membaca buku bahasa Inggris, buku Republik karya Plato, jalinan takdir macam apa ini hanya untuk menemukan Plato.

Jadi jelas buku ini tanpa basa-basi masuk dalam reading list, kebetulan juga ketika menemukan buku Plato ini, aku juga menemukan buku Plato yang lain, Simposium, yang lebih tipis dan membahas hal yang lebih spesifik tentang Cinta. Filsafat sendiri kan artinya Cinta. Philo dan Shopia. Hehehehe

wp-15155049571411937193170.jpgSIMPOSIUM :

Sayangku Socrates, kehidupan manusia semestinya di jalani : di dalam perenungan terhadap keindahan. Jika kau suatu saat mendapatinya, cinta tidak akan tampak bagimu sebagai emas, pakaian, anak laki-laki atau pemuda yang tampan —sebagaimana saat ini kau terkesima olehnya; kau dan banyak orang lain siap untuk menghadapi kehidupan dengan yang kau cintai kemudian hidup bersama selamanya, seandainya itu memang memungkinkan, tidak untuk minum atau pun makan bersama, tetapi hanya untuk selalu memandang dan bersama satu sama lain.

… yang separuh merindukan separuh yang lain, dan mereka merangkulkan lengan mereka satu sama lain dan saling menjalin, berharap untuk tumbuh bersama menjadi utuh, mereka sekarat oleh kelaparan dan kelumpuhan karen mereka enggan untuk melakukan sesuatu jika terpisah satu sama lain.

*

SIMPOSIUM merupkan salah satu karya Plato yang paling banyak dibaca dan dipelajari. Di dalamnya, hakikat Eros, Cinta, dan manusia ditelusuri melalui pikiran-pikiran terbaik yang pernah hadir dalam sejarah. Simposium berhasil memberikan pemujaan terbaik kepada Eros dan menyentuh sisi terlembut dalam diri manusia.

Ini reading list bagian pertama, reading list berikutnya sambung ke pstingan selanjutnya ya, selamat malam! Selamat membaca dan sampai jumpa. Saya Andy Riyan, masih di Desa Hujan.

9 Januari 2018

Keterangan : Foto-Foto merupakan dokumen pribadi.

2 Comments Add yours

  1. ikhwanalim says:

    ditunggu ya, kak. review-nya yang free writing. saya sampai centang “notify me of new comment via email”. hahaha.

    Liked by 1 person

    1. jejakandi says:

      Terima kasih sudah repot-repot mengunjungi dan membaca blog kami. Maaf baru bisa merespon. Review ya. Wah belum pernah tuh saya membuat review seperti yang sering dilakukan orang-orang di blog. Ya nanti bisa dicoba, sepertinya itu tantangan yang cukup bagus. Terima kasih.

      Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.