Lembaran Kertas dan Pena

Seseorang mungkin tak menyadari apa yang sedang dirasakan dalam hatinya. Seseorang mungkin tak mengerti mengapa hati begitu bergejolak tak tenang dan pikiran pun ribut bukan buatan. Mereka mungkin tak menyadari dan tak mengerti, namun lembaran kertas dan pena mengerti dan memahaminya

.

Luangkanlah waktu untuk duduk dan mengalirkan goresan-goresan tangan, menuangkan isi kepala tanpa perlu memikirkannya. Biarkan semua tumpah, segala apa yang didengar oleh hatimu yang seolah mengeja di ujung lidahmu. Meski lahirnya kau sedang diam, tak sesungguhnya yang demikian

.

Kamu akan merasakan seseorang hadir di sisimu. Ia sabar mendengarkan keluh dan kesahmu

.

Di momen itu kamu tahu, kau sedang berbicara dengan jiwamu. Kamu sedang menyapa dan berbincang-bicang panjang dengan sosok yang hidup dalam dirimu

.

Jika ia kuat dan menentang akal sehatmu. Lawanlah dia. Taklukkanlah dia. Tabahkan hatimu jangan biarkan ia menguasaimu

.

Jika ia lemah dan bersedih. Hiburlah dia. Ceritakan hal-hal indah, ceritakanlah tentang bagaimana semua hal bermula dan telah ada bersama waktu sebelum kemunculannya. Atau nyanyikanlah sebuah lagu tentang apapun yang lembut agar kau dapat menyentuh ke kedalaman sanubarinya. Atau apapun dari playlist-playlist kamu yang membuatmu tergetar karenanya

.

Seperti yang kemudian kamu sadari, kamu bersedih terbangun sendiri di tempat seperti ini. Ketahuilah, Anakku, jiwamu tengah menangis dan membutuhkan dirimu. Membutuhkan kamu untuk menemaniya melewati malam itu

.

Katakanlah kepada jiwamu, wahai anak yang lahir dari pikiranku, bahwa ia tak pernah sendiri. Ada kamu yang selalu di sini. Dan ada Dia yang tak pernah lengah, ada Dia yang selalu menemani dan melindungi… ada Dia yang akan melapangkan dadamu kapanpun kau memintanya. Ada Dia yang membentangkan langit dengan samudra awan, di sisinya, yang berjalan agar menaungi kamu dari terik dan perihnya kehidupan. Ia memerintahkan angin berhembus melewati padang rumput guna menenangkanmu bersama nyanyiannya

.

Katakanlah kepada jiwamu! Tak semua tangis itu dosa dan kekanak-kanakan. Kau boleh menangis dan memohon pengampunan. Akan tetapi kau tidak boleh lupa untuk kemudian menghapus air mata itu. Lalu bangkit tegak dan sambut harapan yang lebih baik. Hal terindah yang dimiliki manusia adalah selalu terbit dalam hatinya sebuah optimisme, seperti mentari harapan yang hangat

.

Saya Andy Riyan.

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.