Terulang Kembali

Pict by: http://massagebywil.com

Aku depresi. Ya fix aku depresi. Yah mau bilang depresi aja ragu-ragu begini ya? Kenapa sih?

Begini, sekarang ini saya merasa kalau saat ini saya bukan diri saya sendiri. Dan saya tidak punya dalih atau alasan mengapa saya merasa kalau saya sedang tidak menjadi diri saya sendiri. Maaf saya tidak bisa menjelaskan perkara ini dengan cukup baik, padahal sepanjang hidup, saya selalu hidup dengan bermatematika. Sekali lagi saya tegaskan, saya hidup dengan bermatematika bukan kebetulan pernah belajar matematika. Bermatematika itu bukan sekedar 1+1=2, habis perkara. Bukan itu. Sekali lagi tidak sekedar itu. Lain kali kujelaskan, bagaimana bermatematika itu. Dimana belajar bermatematika dan hidup dengan bermatematika itu berarti telah terbiasa dengan tuntutan dalam menjelaskan perkara secara logis dan konsisten.

Yakni berangkat dari apa yang didefinisikan, kemudian melangkah dengan menempatkan aksioma-aksioma tertentu dan menggunakan hukum yang berlaku dan sah pada definisi tersebut.

Tetapi yang kualami sekarang ini seperti… saya merasa ada satu hal yang menganggu tempurung yang membungkus otak yang cetek dan bodoh ini. Tetapi saya tak bisa menjelaskannya kenapa dan persisnya apa yang menganggu. Tapi bisa dirasakan kalau ada yang salah. Seperti ketika kamu bisa membaui bau kentut yang tak sedap tapi kamu tak bisa melihat kentut itu bentuknya bagaimana. Ya semacam itulah.

Biasanya ketika saya mengalami hal-hal semacam itu, saya menuliskannya tanpa berpikir. Menulis saja secara sepontan apa yang mengganggu saya. Kemudian saya menghabiskan 3 halaman buku untuk mencoret-coret tanpa melihat kebelakang, tanpa membaca ulang dan mengkoreksi (atau mengoreksi? Yang betul mana, ya? Males buka KBBI nih. Maaf).

Saya memulai dengan pertanyaan, adakah saya sudah saatnya membutuhkan Psikiater? Sebab depresi yang saya alami ini tidak biasa. Rasanya ada sesuatu semacam saraf otak yang rusak dan sulit di sembuhkan. Saya terus berputar-putar tanpa arah dan tujuan. Kompas hidup yang kumiliki sedang tidak berjalan dengan baik persis seperti Jack Sparrow yang—ketika itu, dia juga pada momen seperti yang saya alami ini—memiliki kompas yang terus berputar dan tak jelas, karena apa yang diinginkannya juga sedang tidak jelas. Makanya ketika ia bertemu dengan Elizabeth Swann dia ‘nanya’ ke orang yang diperankan oleh Keira Knightley. Seberapa inginnya dia menyelamatkan William Turner? Tentu saja kompas itu bisa menunjukkan jalan dimana Will ditahan oleh bajak laut Singapura, karena tujuan Elizabeth benar-benar bulat.

Saya terus menuliskannya–seperti juga yang saya lakukan sekarang ini; meninggalkan jejak untuk saya tengok di waktu yang lain–dan jawaban yang muncul benar-benar membuat saya semakin sedih. Karena saya benar-benar mengkhawatirkan keadaan diri saya sendiri. Satu jawaban yang sangat saya benci diantara banyak jawaban itu adalah ‘Entahlah’.

Kemudian seperti biasanya juga yang sering saya lakukan ketika mengalami momen-momen seperti ini, membaca lagi tulisan lama. Tujuannya mencoba menemukan satu jejak atau satu alasan mengapa saya melakukan ini atau tidak melakukan itu. Dan pikiran saya tertuju pada buku lama dalam catatan bulan Desember tahun 2012—yang akan saya catat sebagai penutup blog orang galau malam ini—dan uniknya relevan dengan keadaan sekarang.

“Terkadang kehidupan ini menjadi begitu rumit ketika tidak memahami subtansinya dan kemana ini hidup ini akan berarah.”

5 Comments Add yours

  1. bicara says:

    Iya segera sih temui ahli, jangan tunda2, kerabat saya ada loh yg depresi nya ngaruh ke fisik, bayaha juga kalo sampe jatuh ke yg lebih gelap lagi scizo dst. Paling tidak nanti dapat obat dan penanganan dari ahli. Coba ngomong ke orang2 terdekat kalo ada unek2 atau sekadar cerita2 saja.

    Like

    1. jejakandi says:

      Ciyus? Miapa? nakut nakutin aja kamu ini mas. Hemmm

      Like

      1. bicara says:

        Hahahahaha

        Like

  2. nunulis says:

    Saya merasa puas sekali membaca tulisan ini, terlebih ketika membaca beberapa paragraf, ternyata ada juga yang pernah merasa depresi, hihihihi …. Lekas nyebut broooo !!!!

    Like

    1. jejakandi says:

      Kamu suka ya kalau ada temen yang juga depresi? Aih bahagiamu di atas penderitaan orang lain. Ha ha ha.

      Alhamdulillah tulisanku menemukan pembacanya. Tapi ini tulisan lama, kamu sengja menguliknya, Mas Nunu? Hebat!

      Allahumma bariklana fima rozaqtana… Wakina adzabannar…

      Liked by 1 person

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.