Ruang Kelas Berjalan

Kawan, pernahkah aku bercerita kepadamu tentang buku ini, “Ruang Kelas Berjalan? Sebuah Catatan Perjalanan dari Terminal ke Terminal oleh M. Faizi? Oh belum ya. Baiklah aku ceritakan sekilas saja.

Seberapa sering sih kita menceritakan semua kisah yang kita alami di hari-hari kita? Pastinya sering kan? Aku punya teman, ralat bukan teman tetapi sahabat, ia selalu bercerita kepadaku setiap harinya tentang semua kegiatan dan pengalaman mengurus rumah tangga yang ia lakukan di hari-harinya. Dia juga suka menceritakan kisah perjalanannya. Setiap habis berpergian, sambil kerja menatap komputer, dia selalu berceloteh. Ceriwis banget orang ini. tapi aku menyukainya. Ia hampir selalu menceritakan sebuah kisah unik. Entah itu perjalanannya yang seru atau kisah-kisah dalam putaran perjalanannya yang seru. Semuanya dikisahkan secara apik.

Pertemuan-pertemuannya dengan seseorang. Guyonan-guyonan dalam perjalanannya. Dan bahkan gosip-gosip dalam keseharian ia mengurus rumah tangga, tak luput semuanya ia ceritakan dengan lengkap. Selengkap menu 4 sehat 5 sempurna, mencakup susu lauk dan sayur-mayurnya.

Nah buku ini, merupakan kisah seperti itu. Sudut pandang yang diambil adalah dari petualangannya selama naik bis dari koto ke kota, dari negara ke negara. Jadi membaca buku ini sambil duduk dan menikmati kopi, seperti sedang duduk berdua dengan sahabatku itu. Dan mendengarkan kisahnya secara panjang lebar. Sambil sesekali mengantuk dan hilang fokus saat orang lain menyela. Hehehe. Setelah disela, tentu seperti biasa ceritanya diulang lagi hingga lanjut dan selesai.

Dan kamu pasti juga mengalaminya, kan? Ketika seseorang sedang bercerita kepadamu, kamu kadang tertarik dan kadang bosan. Tetapi kamu selalu setia mendengarkannya, karena dia adalah sahabat kamu. Dan begitu pula aku dengan buku ini, juga setia membacanya, mengapa? Karena melewati buku ini, aku seperti melakukan perjalanan itu sendiri melalui kisah-kisah yang diceritakan penulisnya. Ya lumayanlah, aku bisa ikut travelling walaupun hanya melalui buku. Dan itu cukup membuat aku puas, karena aku tidak memiliki banyak waktu untuk berpergian dan keliling ke tempat-tempat baru dengan menjajal rute dan trayek bis. Lagian juga, aku rada gimana gitu setiap naik bis. Bisa mabok deh. Tapi lewat buku ini, semua phobia dalam ruang sempit itu tidak pernah terjadi.

Sebagian peristiwa yang saya tulis dalam buku ini adalah rekaman perjalanan naik bis, terutama di area Jawa dan Madura. Saya tetap menyebutnya catatan perjalanan karena sudut pandang yang digunakan adalah “perspektif dalam rentang”, dari A ke Z, misalanya. Itulah yang menyebabkan cerita-cerita perjalanan ini berbeda dengan perjalanan wisata yang umumnya mengulik semata destinasi, bukan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam rentang perjalanan ke tujuan itu. Apabila anda menemukan data-data seputar kecepatan, jarak, tanggal, tempat, semua itu hanyalah hiasan yang mungkin tidak terlalu penting bagi Anda. hasrat terbesar yang saya harapkan darinya adalah bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan filantropi, alturisme, menjadi rempah-rempah yang sehat sehingga catatan ini menjadi lebih berharga, mengajak orang berpikir bahwa berbuat baik itu tidak perlu harus menjadi kaya lalu dermawan.

Saya berkeyakinan bahwa perjalanan naik bis sering kali lebih dramatis daripada kendaraan angkutan massal lainnya, seperti kreta api, pesawat udara, atau kapal penumpang. Ngerem mendadak, menyalip, atau bahkan adu kambing dengan kendaraan yang lain, relatif hanya dapat kita rasakan jika naik bis. Saya membayangkan sebuah bis sebagai madrasah atau sebuah ruang kelas dalam satu madrasah. Di sanam pelajaran kesejatian hidup maupun mental tempe para pecundang dapat ditemukan secara bersamaan. Di sana, manusia bakala tampil apa adanya. Tak ada sandiwara.


M. Faizi

Ah sebenarnya ini postingan saya di Instagram. Tapi ah sudahlah biar saya posting juga di sini.

Cek-cek, gambar merupakan dokumentasi pribadi.

One Comment Add yours

  1. M. Faizi says:

    terima kasih banget, ya

    Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.