Temukan Semua Yang Berhenti

Selalu bekerja keras, berpikir jernih, tak lupa sholat… menerima saran-saran yang positif.

Moto Hidup : Catatan Andy Boy – 9 Juli 2009

Sekitar satu jam yang baru saja lewat (kejadian pukul 23.05. 29/12/2018), seseorang dari masa lalu tiba-tiba menghubungiku. Sebetulnya kami sudah sangat jarang berkomunikasi, hanya sekali atau dua kali setahun selama lima tahun terakhir ini. Bahkan aku tak ingat kapan terakhir kali kami berkomunikasi sebelum malam ini. Ku kira dua tahun yang lalu ketika dia mengingat hari ulang tahunku. Yang biasanya di tahun-tahun sebelumnya aku merasa berhutang untuk mengingat hari ulang tahunnya. Karena memang sial, bulan kelahiranku lebih dulu dari bulan kelahirannya. Tetapi di tahun ketika dia mengingat hari ulang tahunku, aku sengaja melupakan hari ulang tahunnya. Dan sudah tidak ada komunikasi sejak hari itu. Karena aku mengharapkan begitu: Sudahlah masa lalu biarkan lewat dan hanya menjadi masa lalu saja.

Malam ini bukan hari ulang tahunku, tetapi dia menghubungiku lagi. Di tahun-tahun yang lebih lama, dia hanya datang atau menghubungiku ketika terjadi sesuatu.

Pernah di suatu malam, dia menelponku hampir selama tiga jam lamanya. Benar kau tidak salah baca, TIGA JAM! Sampai kupingku berdenging dan panas (pakai terpaksa hapenya dicolokin ke charger segala), padahal kita sudah tidak berkomunikasi berbulan-bulan lamanya sejak sekali atau dua kali di tahun-tahun sebelumnya. Dalam tiga jam itu, terjadi sebuah drama yang sudah aku perkirakan akan terjadi, sebab hal-hal seperti ini juga sering terjadi di tahun-tahun yang lebih lama.

Tiga jam itu di habiskan dengan 3 tahap.

Tahap pertama, menanyakan kabarku yang–demi etika dan kesopanan– aku membalas menayakan kabarnya. Kemudian berlanjut, dia menanyakan kesehatanku, keseharianku, bagaimana kuliahku, bagaimana keluargaku dan segala macam tentang obrolan seputar hari-hari yang kami jalani.

Ketika kami capek cerita, aku selalu bilang: “sudah ya, lanjut besok.” Dia jawab : “Ya udah break aja dulu, tapi jangan di matiin.” Sableng nih orang, batinku. Ya betulan aku break dan hapenya enggak aku matiin, selama itu aku tinggal mandi dan tinggal nyari makan di Warteg/Burjo (padahal itu malam-malam lho, sekitar jam 10). Aku bilang juga ke dia kalau aku mau mandi.
“Mandi jam segini?”
Pertanyaan klise itu aku jawab aja sesableng aku bisa biar dia kesel : “Aku mau mandi besar! Abis itu cari makan, tahu sendiri orang pasti laper ngobrol lama gini.”

Harapan aku biar dia kesel dan mematikan hape. Dan pas aku balik, ternyata timer-nya masih jalan. Geleng-geleng deh aku dibuatnya.

Kalian perlu tahu, Jogja itu, meskipun udah jam 11 malem masih berisik. Masih ada orang lewat. Nah malam itu temen kontrakanku kebetulan nyapa dan sapaan itu otomatis terdengar ke telpon dia. Nah terpaksa aku gak bisa bohong. Aku angkat lagi hapenya dan ceritanya lanjut. Tahap kedua dimulai.

Nah dalam tahap kedua ini, dia cerita panjang lebar. Kemudian curhat dan minta nasehat tentang hubungan dia sama kekasihnya yang di sana. Kayak aku ini suaminya aja, minta petunjuk dan ijin segala. Dia ini gila apa gimana. Aku ini kan statusnya udah jadi masa lalu dia. Kenapa dia pakai bahas seperti beginian. Kan pusing aku jadinya. Makanya kata-kata yang keluar dari mulutku ya kira-kira seperti ini :

“Ya udah jalani aja, dia pasti maksudnya baik blah blah blah!”

Rasanya aku ini ingin gigit ban sepeda atau apa, biar aku bisa jadi lebih kejam. Kemudian yang terjadi selama satu jam berikutnya itu nangis-nangis. Jadi dia ini menangisi hidupnya. Menangisi kenapa aku masih saja baik ke dia, padahal dia sudah bikin aku terluka. Menangisi betapa kejam hari-hari yang dijalaninya. Menangisi betapa ia kesepian di dunia ini. Aku ini gak baik oon, cuma gak ada kerjaan, tahu sendiri penyakit anak kuliahan : Insomnia.

Kan kampret banget dia ini, selama satu jam tadi aku sudah jadi keranjang sampah, sekarang satu jam selanjutnya aku jadi bak tampungan air mata. Setelah selesai nangis-nangisnya. Dia bilang terimakasih udah mau dengar curhatnya. Dan tahap ketiga dimulai.

Dan tahap ketiga ini dia mulai memuji-muji betapa dulu aku ini orang yang baik dan penyayang. Selalu ada saat dia membutuhkan. Kemudian dia mulai bertanya-tanya tentang pacar saya. Pacar saya marah enggak ya kalau saya telponan sama dia begitu lama? Pakai nanya-nanya pacar saya cantik gak? Yang jelas pasti aku langsung jawab : Cakep banget! Mirip Nadia Vega. Kemudian dia nantang coba di upload di facebook. Aku jawab, no! Selama karir hidup, aku tidak pernah menampilkan status atau kemesraan saya di media sosial. Najis ku bilang. Setelah dikira cukup dan pulsanya habis dia pamit. Satu menit kemudian dia SMS lirik lagunya NOAH: Separuh Aku.

Aku abaikan. Selesai.

Nah malam ini dia menghubungiku lagi. Terakhir ku dengar dia udah selesai studi masternya dan udah tunangan. Jadi aku menanggapinya dengan santai. Aku bahkan menanggapinya dengan gembira. Dia akan memberi kabar baik, pikirku. Undangan nikah misalnya. Aku udah excited banget bakal ngucapin syukur alhamdulillah. Tapi tahu-tahu dia malah memberi kabar yang buruk. Nah! brengsek kan! Dia ini mimpi buruk atau apa sih? Aku ini salah makan apa sebelumya? Kok ketiban sial lagi. Dan sebelum aku terseret-seret lagi. Aku singkat saja. Aku potong sana-sini. Dan kali ini aku berhasil menghindari drama lama tak terualng kembali.

Setelah itu. Aku jadi tergerak untuk membuka buku lamaku. Aku menelusuri rak-rak buku dan menemukan buku tahun pertamaku menulis sebuah cerita dengan dia, tahun 2009. Aku pikir aman untuk bernostalgia. Barangkali ada satu catatan mengapa drama ini terus berulang. Jangan-jangan memang ada sebuah rantai yang harus diputus, yang barangkali terekam dalam buku harian itu. Tak pernah terpikirkan olehku, bahwa membaca buku lama adalah menggali sampah yang sudah terlupakan. Tetapi baru terpikir olehku, bahwa membaca buku lama juga menemukan emas dan pelajaran kehidupan.

Aku menemukan moto hidup–dalam buku Catatan Andy Boy–yang sudah lama terlupakan : “Selalu bekerja keras, berpikir jernih, tak lupa sholat… menerima saran-saran yang positif.”

Daripada bingung dan seperti kehilangan arah, aku bisa menggunakan moto hidup itu sekali lagi untuk menuntun arah hidupku. Dengan menambahkan kata “Aku seorang profesional” di awal kalimat tentunya.

Dan lucunya, lagu terbaik yang kudengarkan tahun 2018 ini, yang sering aku putar ulang di iTunes, yang sering aku mainin gitarnya dengan nada dasar G dan Reffrainnya dari C sambil nyanyi-nyanyi gak jelas adalah lagunya NOAH : Jalani Mimpi. Begini Liriknya :

Verse 1:
Ingatlah di kala engkau sanggup melihat matahari.
hangatnya masih terbawa untuk melangkah hari ini

Bridge:
Hapuskan segala keraguanmu, masa lalu takkan
melemahkanmu lupakan gelisahmu...

Reffrain 1:
Teruslah kau mencari, masa lalu 'kan mengobati
temukan semua yang berhenti dalam hidupmu.
Tak perlu kau sesali, hidup kan membuat mu memahami
coba untuk tetap berdiri. Jalani mimpi.

Verse 2:
Ingatlah di kala engkau riang terbawa kata hati
melangkah di jalan terang, s'lalu sadari yang kau miliki

*Back to Bridge. Reffrain 2.

–Temukan Semua Yang Berhenti– Ai Andy Riyan –Desa Hujan

10 Comments Add yours

  1. <> wkwkwkw xD
    keren banget mbanya masih bisa curhat ke masa lalu. Aku ngebayangin ketemu masa lalu aja udah merinding 😥

    Like

    1. ((Sableng nih orang)) <<< ini yang aku ketawain mksdnya wkwkw

      Liked by 1 person

      1. jejakandi says:

        Ha keren? Kuat banget hatinya ya? Tangguh kayak karang. Sableng juga. Cuma bisa geleng-geleng akunya. Saking embuhnya.

        Like

      2. kuat banget atau… ah aku ga mau berkata kasar xD

        sabar ya kak… wkwk xD

        Like

      3. jejakandi says:

        Ah emangnya aku kelihatan menderita banget begitu ya? Kok simpati dimotivasi agar sabar? 😂😂😂

        Like

      4. wkwkwk.. kan ajakan sabar ga cuma karena menderita kak.. kesel bin bete bin marah bin lalalalla kan bisa juga xD

        Like

      5. jejakandi says:

        tapi aku enggak semenyedihkan itu -_-

        Like

      6. err.. ya udah, kuganti deh..

        hajar kak! hajar! nggak usah sabar2…
        *minta ditampol xD

        Like

      7. jejakandi says:

        Ha ha ha! tapi aku juga bukan orang yang kasar wek!!!

        Like

      8. auk ah serba salah. .__.

        Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.