7 Blog dan Website Yang Asik Dijadikan Tempat Nongkrong Ketika Sedang Jalan-Jalan di Internet (Bagian II)

Ya hallo semuanya! Sesekali biarlah saya berbagi sesuatu yang lebih berbobot sedikit ya, biartidak melulu receh. Well, seperti yang saya janjikan kemarin bahwa saya akan menerbitkan bagian kedua dari 7 Blog dan Website Yang asik Dijadikan Tempat Nongkrong Ketika Sedang Jalan-Jalan di Internet. Oke, bagi yang belum tahu, penjelasan alasan saya menerbitkan blog bagian kedua ini bisa dibaca pada bagian pertama silakan klik link di sini.

Dan sekarang langsung saja berikut nomor dua dan selanjutnya.

2. Cak Nun

Seperti yang kemarin sudah saya jelaskan di bagian pertama, jadi saya rutin mengunjungi blog caknun.com ini sejak pertama kali saya membaca buku seri Daur yang jumlahnya 4 jilid itu. Sudah cukup lama sebetulnya, sekitar satu tahun yang lalu. Ceritanya semula pas membeli buku Daur, saat saya menyempatkan untuk membaca—[selalu sempat sebetulnya, karena jangankan isi atau halaman tertentu, kata pengantar atau pendahuluan yang sering orang-orang skip, saya mencoba memahaminya lebih awal sebelum membaca isinya. Sudah menjadi instrumen yang paling penting dan haram hukumnya jika dilewatkan saat membaca buku—bahasan mengenai pentingnya membaca kata pengantar ini sudah saya tulis di buku harian, kapan-kapan lah kalau saya punya waktu akan saya sempatkan untuk mengeditnya dan menyajikan untuk pembaca semuanya.] Saya ulangi, saat saya menyempatkan untuk membaca halaman-halaman belakang buku, di sana telah disinggung dari mana buku ini (serial Daur) ditulis, yaitu dari catatan harian Cak Nun yang sudah dipublikasikan di portal Cak Nun Dot Com.

blog template 2

Dari buku itu, saya mengunjungi dan menemukan website-nya. Kemudian dalam hati saya bilang: “Jadi buku ini sudah ditulis di web? Aduh ngapain saya beli bukunya kalau gitu ya? Mbok yo tinggal baca aja gratis begini.” Tapi memang pada dasarnya kalau ada versi cetaknya, saya tetep lebih puas dan lebih nyaman membaca versi cetak. Jadi saya tetep suka dua-duanya. Malah saya jadi tambah cinta dengan blog itu dan 4 seri Daur tetap mendarat di rak bukuku dan memeluk indah hati dan jiwaku. Sehingga pembacaanaku semakin kaya, semakin luas dan semakin menantikan gagasan-gagasan baru yang tertuang di sana.

Aku sudah lama menyukai caknun dan maiyah sejak zaman kuliah dulu. Jadi awalnya karena saya follow twitternya mbah tejo jaman 2010-an. Nah ketika itu ternyata mbah tejo ini karibnya Cak Nun, [seringnya ngaku-ngaku sebagai gurunya caknun 😀 ] dari sana saya menelusuri Cak Nun dan suka sama beliau juga jamaah maiyahannya yang mesra, yang sempat beberapakali saya ikut dalam kemesraannya.

3. Tolkien Gateway

Nah selanjutnya adalah portal yang membahas dunia milik Profesor Tolkien. Tolkien gateway yang selintas seperti Esiklopedia online ini sering menjadi rujukan saya ketika membedah karya-karya beliau. Dibandingkan artikel Tolkien di wikipedia dan wikia fandom, Tolkien gateway ini lebih lengkap.

Ya, kalau pembaca sudah pernah membaca halaman about me/tentangku, mungkin akan paham kalau saya ini penggemar berat JRR Tolkien. Bersama website ini saya belajar banyak hal dari dunia yang dibangun oleh Tolkien. Kalau saya harus mengejar HoMe (History of Middle Earth)-nya yang jumlah sampai 12 volume dan Unfinished Tale-nya serta Kumpulan Surat-Surat-nya, mungkin saya tidak akan pernah mampu menyelesaikannya, berat. Jadi ketika saya hendak menyelami dunia Tolkien, saya memilih Tolkien Gateway ini. Dan caranya pun mudah tinggal ketikkan apa yang dicari, lalu muncul artikel-artikel yang lumayan sangat banyak.

Perlu pembaca tahu, dunia fiksi Tolkien ini adalah sastra terhebat dan terlengkap yang pernah saya jumpai. Apakah pembaca tahu, buku fiksi terhebat sepanjang massa menurut versi saya? Ya The Silmarillion karya JRR Tolkien ini. Kisah-kisah dari The Silmarillion memang tidak diceritakan dalam Tolkien Gateway, tapi web ini memuat database yang sangat detail seperti Desertasi. Tapi di beberapa tempat kepingan dari kisah The Silmarillion diceritakan di sini, walau tidak utuh seperti membaca novel. Saya… kalau sudah nyemplung di sini, 4 jam 5 jam yang saya habiskan enggak kerasa. Misalnya pernah saya ingin membaca tentang salah satu karakter yang saya suka, katakanlah Dain Ironfoot. Nah jadinya melebar kemana-mana, karena rujukannya memang dalam sekali. Saya tidak berani menjanjikan untuk bisa membahas Dunia karya Professor Tolkien yang meliputi Ea, Middle Earth, Valinor, Queta Silmarillion, Ainundale dan banyak lagi yang lain seperti Bahasa Quenya, Westron, Sindarin atau suku-suku sejak zaman pertama, saya tidak berani. Baiknya pembaca telusuri sendiri saja dunia ini. Mulai dari yang paling mudah: The Hobbit, kemudian The Lord of The Ring kemudian The Silmarillion. Atau bisa belajar lebih instan, cari saja komunitas pencinta Tolkien untuk Indonesia di grup facebook, namanya Eorlingas. Dari saya satu kata kunci dulu untuk jatuh cinta sama dunia Tolkien: “The Lord of The Ring” yang filmnya hebat itu, dalam dunia Tolkien hanya ibarat sebutir pasir di patai yang sangat luas. Bisa dibayangkan bagaimana kehebatan semesta Tolkien ini?

Paul Jarvis, K.M. Weiland, Rubrik Bahasa, Ellen Conny

Nah list selanjutnya ke-4 sampai ke-7 saya sertakan saja langsung di satu nomor. Mbok tadi judulnya empat saja jangan 7! Lha memang kenyataannya 7 kok cuma pembahasannya saya bagi dalam empat nomor.

Pembahasan yang terakhir merupakan blog yang saya baca karena langganan newsletter. Empat blog yang saya baca lewat badan email itu merupakan tulisan-tulisan dari Paul Jarvis, K.M. Weiland, Rubrik Bahasa dan Penulis Ellen Conny. Paul Jarvis dan K.M. Weiland saya baca langsung di email sedang Rubrik Bahasa dan Ellen Conny saya baca highlightnya di email kemudian dari sana menuju link yang sudah disertakan. Membaca dari email merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Rasanya seperti punya sahabat pena, walaupun aslinya memang tulisan-tulisan tersebut ditulis di blog mereka.

Perlu diketahui, rutinitasku membuka email, memeriksa email masuk dan newsletter langgananku itu sesering atau bahkan lebih sering daripada saat saya membuka Twitter. Perlu diketahui juga, medsos yang paling sering saya buka dan paling banter updatenya juga twitter. Dapat dimaklumi bagaimana kemesraan saya dengan sesuatu yang namanya email ini.

Membaca artikel-artikel ini, selain bermutu juga bisa saya baca di tengah aktivitas kerja. Misalnya lagi gabut atau lagi bosan, pas kerja di kantor, saya membuka email dan baca-baca. Nah berhubung artikel yang saya baca itu saya bukanya di email, jadinya kan gak ada yang tahu kalau saya ternyata sedang istirahat kerja atau sedang mangkir. [Ya gini-gini bisa mangkir juga, mangkirnya cerdas tapi ya hahaha]. Tahunya mereka, saya masih kerja aja wong yang dibuka bukan medsos, bukan youtube bukan streaming bal-balan juga bukan bacaan semencolok Web dan Blog. Jadi aman deh dan sayanya tenang-tenang saja membacanya gak harus sembunyi-sembunyi Ha ha ha. Mangkir dikit boleh yang penting kerjaan beres sebelum waktu habis, sepakat?

Oh ya blog pribadi Paul Jarvis ini berisi tentang pemikiran dan gagasannya yang berkaitan dengan kehidupan modern dan aktivitas kaum urban. Paul Jarvis yang juga seorang desainer ini sering membahas tentang bisnis dan bagaimana cara berbisnis dengan mengutamakan landasan filosofis dan penuh pemikiran yang terbilang anti mainstream, radikal dan sangat berani. Pandangan-pandangannya benar-benar menghentak dan sangat berbeda dengan pandangan umum atau pandangan orang awam. Di sini dituangkan gagasan pemikirannya bahwa kehidupan yang dialami oleh sementara banyak orang itu merupakan kehidupan yang palsu, dimanis-maniskan, dipermak sedemikian rupa gar kelihatan wah. Nah Paul ini, mungkin satu dari generasi suudzon, yang suka membuka hal-hal yang sebenarnya menjadi rahasia perusahaan dan rahasia kehidupan orang untuk tetap eksis dalam kehidupan kaum urban, baik bisnis maupun pengeksprisian diri.

Dari sini pula saya belajar banyak hal, kalau ternyata kehidupan orang-orang ini banyak yang palsu dan blah-blah-blah. Selain itu di blog ini juga sering diselipkan kata-kata filosofis yang asik kalau direnungkan. Singkatnya tulisan Paul Jarvis ini semacam buku pengembangan diri ala-ala Grant Cardone. Penasaran silakan ke sini

Yang selanjutnya K. M Weiland. Beliau merupakan seorang penulis kreatif yang sudah menerbitkan banyak sekali buku, katolog bukunya bisa dilihat si web pribadinya di sini, Mrs. Weiland tidak sungkan-sungkan membagikan tips-tips menulisnya. Penulis kreatif ini mengelola blog sebagai wadah untuk berinteraksi dengan pembacanya yang diberi judul helping writers become authors jadi di sini dibahaslah tips-tips bagaimana cara menulis novel, membangun plot, membangun karakter yang kuat dan segala macam yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penerbitan. Bahkan di sini juga disertakan writing prompt.

Jadi sebetulnya kekurangan ide itu hampir tidak ada dalam kamus saya, cuma sayanya aja yang sering males untuk menulis, malas menggarap ide yang berseliweran di dalam kepala, atau malas menyelesaikannya karena tidak cukup kuat untuk membangkitkan gairah menulis. Karena memang terkendala dengan minimya waktu bagi saya untuk menulis dan mengedit. Menulisnya sih gampang, menuangkan idenya sih gampang yang susah itu menyunting dan mengembangkan sedemikian rupa enak dan konsisten. Oh ya dan hal yang paling menarik dari Mrs Weiland ini, ia sering memotivasi pembacanya dengan kata-kata: “You are a writer when you bla bla bla.”

Selanjutnya Rubrik Bahasa. Walaupun blog ini hostingnya masih numpang di WordPress[dot]com, blog ini digarap dengan serius. Yah tahu dari judulnya saja kita dapat mengambil kesimpulan. Benar di blog ini di bahas berbagai ragam bahasa Indonesia. Kasarnya blog ini semacam tempat untuk membahas literatur bahasa atau seni dari berbahasa Indonesia. Dari pembahasan bahasa urban, Bahasa lama, bahasa baku bahasa gaul semuanya di bahas di sini. Bahkan kadang-kadang juga dibahas mengenai kata-kata bahasa Indoneisa yang jarang digunakan dan bagaimana sebetulnya makna asli dan penggunaan kata-kata tersebut. Guru bahasa Indonesia harusnya paling tidak pernah nyemplung di blog ini. Karena blog ini sangat kaya lebih dari cukup untuk dijadikan bahan pendukung untuk materi mengajar Sastra Indonesia.

Yang terakhir Ellen Conny. Lebih banyak sama dengan Rubrik bahasa, hanya saja ini adalah blog pribadi yang lebih banyak membahas tentang tips dan menggali ide menulis. Atau boleh di bilang Ellen Conny ini adalah Mrs Weiland versi orang Indonesianya. Gimana tertarik membaca silakan ke sini.

Akhirnya demikian yang bisa saya sampaikan. Tak terasa tulisan ini sangat panjang. Panjang sekali. Tapi betatapun panjang jika alasannya adalah untuk berbagi, kelelahan saya untuk menulis artikel ini pun sirna. Demikian semoga bermanfaat. Kalau ada yang perlu disampaikan sila tinggalkan komentar saja di kolom komentar di bawah ya. Kalau ada pembaca yang ingin merekomendasikan blog-blog yang sangat menarik dan berkesan dan cukup bermutu menurut versimu, boleh juga tinggalkan di kolom komentar.

Well, akhirnya terima kasih sudah membaca dan salam cinta dari saya (artinya boleh dicintai dan boleh disayangi hahaha) Saya, Andy Riyan dari Desa Hujan.

4 Comments Add yours

  1. Lianatasya says:

    Saya baru tahu kalau cak nun punya blog😁😁

    Like

    1. jejakandi says:

      Yang ngelola bukan cak nun langsung sih. Sebuah tim gitu. Sudah dijelaskan di bagian I

      Liked by 1 person

  2. Infonya bermanfaat. Saya jadi punya bahan bacaan baru ^^

    Liked by 1 person

    1. jejakandi says:

      Syukurlah kalau bisa bermanfaat, tujuan saya berbagi agar lebih banyak orang bisa mengambil manfaatnya. ☺️

      Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.