Kesalahan Yang Serius

kembali

Merupakan suatu kesalahan yang serius juga ketika seseorang berhenti menuliskan pemikiran bebasnya, ketika ia tidak membiarkan pikirannya menari, memuntahkan segala isinya. Ketika ia lebih banyak menahan diri karena ingin selalu positif sedang negatif adalah elemen terpenting yang dimilikinya. Ketika ia bayak melawan dirinya sendiri di tengah gelombang pasang yang bergunung-gunung menerjang.

Seperti saya hari ini, saya seperti sedang kehilangan kendali diri. Yaitu lesu yang menguasaiku. Kelelahan yang berganda dan kemarahan yang tak ada ujungnya. Tak tahu dari mana kemarahan ini datang. Dan kelesuan-kelesuan yang membuatku malas bangun pagi. Dan kelesuan-kelesuan untuk menyelesaikan semua tugas dan kewajibanku.

Tak tahu dari mana semua ini datang.

Aku merasakan kelelahan dan terkuras sudah kekuatan ku ini. Aku merasa kosong dan berantakan.

Kelelahan-kelelahan ini semakin bertumpuk-tumpuk karena semua hal menjadi banyak tertunda. Atau semua ini disebabkan karena aku terlalu banyak menunda apa yang harus diselesaikan, walau pada faktanya aku memang tidak menyukainya.

Tetapi semua hal itu, suka tidak suka pada akhirnya harus diselesaikan dan aku menjadi semakin marah kepada semua orang yang menambah bebanku.

Semua ini adalah karena aku tidak segera menyelesaikan apa yang telah menjadi kewajibanku untuk menyelesaikannya.

Aku tahu itu.

Tetapi aku memang jenuh.

Dan ketika jenuh telah mengusaiku, aku tidak bisa menyelesaikan semuanya.

Dan semakin lama semakin menumpuk dan lingkaran setan pun dimulai.

Ketika aku telah terjebak dan semua jadwal yang telah aku susun terbengkelai. Aku pun mengalami segunung masalah yang kian meninggi. Dan sumber masalah itu sesungguhnya ada dalam diriku.

Mengapa aku selalu gagal melihat ini?

Karena ketika semua ini mengangguku, aku tidak menuliskannya seperti malam ini.

Aku hanya fokus pada kegiatan menulisku yang lebih banyak menahan diri untuk tidak membiarkan jemariku menari bersama otak yang tak terkendali.

Jadi aku kembali menuliskannya malam ini adalah satu langkah yang tepat untuk segera menyelesaikan masalahku. Aku sudah seringkali mengatakan semua ini pada diriku sendiri, bahwa menulis dapat membantuku memberikan dorongan moral dan mengembalikanku pada track yang benar
untuk memulai dan mengakhiri hari dengan benar dan dengan aman agar tidak terus mengalami stress berat.

Pada akhirnya, suka atau tidak suka semua hal yang telah menjadi tanggung jawabku, entah aku bisa dengan sangat jauh meninggalkan mereka atau aku dapat lari darinya begitu jauh, jauh sampai tak terlihat jejaknya dan tak terlihat seperti pernah singgah di suatu tempat. Pada satu titik tertentu, ia pasti mengejarku lagi, pasti mendapatiku lagi dan
aku pun harus berhadapan dengan semua itu di waktu yang lebih ketat dan lebih berbahaya. Karena aku tidak bisa mengendalikan waktu.

Semoga catatan malam ini mengurangi perihku.

Dan dengan catatan harian tanggal 17 Maret ini, aku pun sejenak kembali kepada jejakandi, menengok dari kegelapan malam ketika mulutku pun terbungkam dalam jalan gelap yang sunyi tanpa puisi.

Dan sejak terkahir kali aku menulis puisi di blog ini, aku pun masih bertanya-tanya. Perjalanan meniti jalan gelap ini masih belum menemukan gerangan di mana nyala terang berada. Jalan ini semakin gelap, Kekasih. Namun aku menyadari satu hal… di hidup ini lebih
banyak pertanyaan daripada jawaban. Dan aku semakin yankin akan satu
hal… melalui serangkaian pertanyaan seseorang akan menemukan…**(sebaiknya tidak dilanjutkan)

Saya Andy Riyan, kembali menyapamu Amigos. Tentu masih dari Desa Hujan. Do’akan aku semoga aku terus memiliki energi dan kesehatan untuk mengedit catatan, sehingga aku bisa terus mengisi menyapamu, kawan. Terlebih lagi ketika kata “kematian” yang lebih banyak bergema di kepalaku sekarang.

Sampai jumpa di tulisan-tulisanku berikutnya.

3 Comments Add yours

  1. Ikha says:

    selesaikanlah kewajibannya satu persatu. semoga diberi kemudahan.

    wah iya, ternyata lama ndak ngepost mas. terakhir januari ya. moga setelah ini konsisten, setidknya sebagai healing diri sendiri..

    Like

    1. jejakandi says:

      Aku gak berharap kemudahan, Mbak. Cuma berharap aku kuat dan tambah semakin kuat sebab telah semakin tampak jelas semuanya tidak bertambah mudah melainkan sebaliknya.

      Haha iya. Yok saling support.

      Like

      1. Ikha says:

        baik, semoga diberikan kekuatan.
        😀

        Liked by 1 person

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.