Mengatasi Kesulitan

kesulitan2

Ketika aku menulis artikel ini. Aku berpikir, pokoknya hari ini aku harus bisa posting satu tulisan di blog. Aku ingin mempublikasikan blog. Mengapa aku harus mempublikasikannya? Karena aku harus menerima kenyataan bahwa mempublikasikan tulisan di blog adalah salah satu bentuk aneh, gaib—gak gaib-gaib amat sebetulnya sih ini kan jelas banget faktanya—, benda kasat mata yang dapat membahagiakan aku.

Pertama yang aku lakukan adalah membuka keran pikiran dulu. Karena sesungguhnya banyak sekali hal yang ruwet dan berseliweran di kepala yang perlu diurai satu-persatu. Banyak hal yang pengen langsung aku tumpahin di word prosessor. Tapi kenyataannya itu tidak mungkin dan tidak akan bisa terjadi. Lha mana mungkin segala pikiran dengan berbagai tema bisa langsung berhamburan seperti acara pengajian yang tiba-tiba langsung sepi ketika sang Da’i menutup dengan salam. Padahal kan acara belum selesai tuh. MC-nya masih pegang microphone dan belum melaksanakan acara terakhir; penutup. Wong yang satu tema dan maunya langsung sepi dari pikiran aja enggak bisa apalagi yang ragam tema. Pelik.

Nah pada saat ingin mempublikasikan blog tentau banyak kesulitan-kesulitan. Anehnya para kesulitan ini—kesulitan kok para iki piye? Mbuh!— tidak ada sangkut pautnya dengan tidak adanya ide.

Halo apakah cuma aku sendirian di sini yang merasa kalau telah punya banyak bahan tulisan tetapi belum bisa mempublikasikannya ke atau di blog?

Ada banyak kendala tentunya mengapa sulit sekali untuk bisa posting di blog. Kalau masalahku sudah jelas pada kegiatan editing. Aku ini kurang piawai, kalau tidak mau dibilang ‘sangat payah’, dan kurang cermat. Aku ini sering kali gagal menyambungkan, menghubungkan, mengalirkan antar kalimat yang ada, antar pargraf yang sudah tersusun untuk dijadikan satu artikel untuh dan bermakna.

Artikel yang baik kan harunya antara pembukaan, isi dan penutup itu nyambung. Tapi pada kenyataannya sulit untuk tersambung.

Waktu yang digunakan untuk mennyunting benar-benar yang paling krusial dalam istilah ngeblog ataupun menulis artikel lain. Mengapa? Karena lewat kegiatan editing inilah tulisan menjadi berkualitas dan terlihat lebih baik walau dengan konten yang sedanya. Melalui serangkaian penyuntingan, delete sana-sini, tembel sana sini inilah suatu tulisan menjadi sempurna. Pernah ada yang bilang, kalau tidak salah mbak Weiland, ia bilang gini… Novel Harry Potter yang pertama… philosopher of the stone/ batu bertuah itu sebelum masuk dapur editing seperti tulisan sampah. Gak tahu aku itu benar atau salah.

Saya pun hampir putus asa kalau melihat dan ingin seperti para conten writer yang cukup apik, piawai dan cukup luwes dalam mempublikasikan artikel di blog mereka. Tetapi berdasarkan yang saya baca, lupa baca di mana, kalau tidak salah ini adalah konten-nya si Paul Jarvis, satu blogger idolaku, yang tulisannya rutin aku baca, beliau mengatakan, para blogger dan content writer profesional itu sesungguhnya tidak bekerja sendirian. Mereka punya tim yang solid. Mereka mampu membayar editor kelas wahid dan mereka memiliki tim ahli agar tulisan-tulisannya dapat menjangkau sasaran pembacanya.

Jadi kalau mimpimu menulis blog adalah untuk seperti mereka, namun kamu kere, miskin dan tidak sanggup membayar editor yang ecek-ecek sekalipun. Lupakan saja! Buang-buang waktu. Kata dia.

Oke itu benar-benar buang-buang waktu. Dan mimpi ini akan sangat berdarah-darah jika kegiatan menulis blog adalah untuk tujuan komersial atau menjadi pekerjaan. Jadi ketimbang berdarah-darah dan buang-buang waktu mendingan mengikuti saran dari Mark Manson : “Jangan Berusaha” Ha ha ha ha. Saran yang paling keren kayaknya jangan berusaha, seperti di paparkan dalam bukunya The Subtle Art of Not Giving A Fuck atau dalam bahasa Indonesia diubah menjadi sangat aneh : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat.

Nah sekarang ini, aku sedang bersikap Bodo Amat. Aku menulis ya cuma untuk bersenang-senang. Sekarang ini adalah menulis untuk berbagi sebuah kenyataan yang aku alami. Memang sih dari awal tidak pernah punya niatan untuk menjadi penulis konten atau blogger professional. Aku rasa, ngeblog adalah satu dari banyak passion aku. Yang istilahnya untuk mendistraksi setress berkepanjangan karena bekerja dan melakukan rutinitas monoton dan menjemukan yang benar-benar membuat mati kutu karena BOSAN.

Percaya enggak percaya ini adalah kenyataan, ngeblog adalah satu dari kegiatanku untuk mengusir sepi. Ya kadang aku bisa sampai 3 jam an hanya memandang laptop dan berinteraksi dengan blogger lain. Saling balas komentar dan membaca artikel-artikel mereka. Jadi serasa kesepian ini teratasi. Serasa punya banyak teman yang sebetulnya juga sedang kesepian di sana.

Halo apakah kamu salah satu dari mereka? Blogger yang kesepian? Wkwkwkwk

Namun lagi-lagi ketika aku terjebak di dunia aneh ini, kemudian ingat jika masih banyak hal yang belum dibereskan, mata rantai setan bodoh itu dimulai lagi.

Yah seharusnya ada keseimbangan ada balance. Ya begitulah. Namanya juga abal-abal yang serba bodo amat. Penting terus belajar saja lah. Dan sialnya sampai kapan masih mau pakai kata ‘masih terus belajar’? LOL

Kalau misalnya ada pertanyaan, kamu itu ngapain sih? Kok tidak malah mengedit naskah yang sudah ada saja dan memperbaiki dengan perlahan-lahan apa yang sudah ditulis kemudian baru dipostkan, daripada posting yang enggak jelas gini?

Aku jawab begini.

Dalam diri manusia itu pasti tersimpan sebuah ego. Entah sekecil apapun ia pasti memiliki sebuah ego. Nah posting enggak jelas gini, cerita enggak jelas gini, sebenarnya adalah untuk memberi makan pada monster yang bernama ego itu. Harapannya kalau monster itu sudah kenyang, nanti aku bisa melayani suatu hal yang lebih besar dan bisa lebih banyak berbuat sesuatu yang lebih besar manfaatnya.

Rasanya selalu ada kepuasan pribadi ketika mampu mempublikasikan—sik mempublikasikan atau memublikasikan sih sebenarnya?—hal yang enggak penting seperti ini. Ada semacam kepuasaan seperti ketika seseorang bisa bercerita banyak hal pada orang lain, padahal ia tahu kalau orang lain itu sebenarnya sangat jenuh, eneg dan bahkan muak. Tapi kamu terus memberondong mereka dengan ceritamu sendiri. Kamu suka menceritakan dirimu sendiri bahkan sampai sangat berlebihan hingga sampai ngarang yang enggak-enggak. Nah karena aku pada kehidupan aslinya, tidak bisa melakukan hal yang serupa, karena aku cukup pengertian hahaha, makanya aku memuntahkan saja isi omong kosong dan basa-basi ini di sini saja. Kan bebas. Ha ha ha.

Selamat Sore, Saya Andy Riyan di Desa Hujan.

9 Comments Add yours

  1. AL Labib says:

    ” Blogger yang kesepian ? ” pas saya baca entah kenapa saya senyum – senyum sendiri, mungkin karena sering merasakannya juga :D. Mungkin suatu hari nanti kita akan berada diposisinya Paul Jarvis.

    Tulisannya bagus mas dan rapih. Salam Kenal

    Liked by 1 person

    1. jejakandi says:

      Senyum-senyum sendiri macam kurang sajen gitu ya hahaha. Iya tulisannya Paul rapih banget.

      Salam kenal balik dari Andy Riyan. 🤝

      Like

      1. AL Labib says:

        Kurang sajen.. 😂, bukan kurang sajen.. tapi kurang kasih sayang 😁

        Like

      2. jejakandi says:

        Man ada kurang kasih sayang kok senyum-senyum yang ada guling-guling sambil nangis dan mainin debu
        😂

        Like

  2. Ikha says:

    coba di list idenya yg banyak itu di kertas, baru nanti diurai satu satu 😀

    Liked by 2 people

    1. jejakandi says:

      Alhamdulillah, sudah. Terima kasih.
      Mbak Ikha, apa kabarnya hari ini?

      Like

      1. Ikha says:

        Alhamdulillah, baiik.

        Liked by 1 person

  3. Nur Irawan says:

    punyaku juga banyak draft2 berserakan..
    draftnya itu cuma judul aja sih, aku tulis biar keinget, nyatanya aku lupa mau bahas seperti apa.
    dulu pas keinget momentnya, pas lagi gak ada waktu nulis, nah disaat ada waktu luang, malah lupa mau nulis apa, wkwkwk

    Liked by 1 person

    1. jejakandi says:

      Hehehe saya juga tidak jarang cuma nulis judulnya Mas Nur. Nah pas mengalami kondisi seperti itu, ketika bingung mau menulis apa, biasanya saya memakai satu jurus untuk menumpahkan lagi momen; membuka keran pikiran dulu, dengan ngetik asala saja. Metode ini biasanya sangat ampuh sih.

      Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.