Sebuah Jurnal: Jangan Sampai Tertipu dengan Kerja Kerasmu Sendiri

Sebagai pembukaan untuk tulisan kali ini, sekali lagi aku ingin mengutip sebuah kalimat yang sangat indah dari seorang Nazril Ilham, “Tulislah apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang, tidak harus secepatnya berguna, tetapi yakinlah suatu hari nanti itu akan memiliki arti.” Mengapa aku membuka tulisan dengan mengutip kalimat yang indah ini, jawabannya akan diketahui nanti ketika telah sampai di akhir tulisan ini.

Sebelum sampai ke sana ingin kucurahkan sesuatu mengenai keresahan hatiku soal durasi waktu yang mulai menipis dan mendesakku. Sejujurnya waktu yang diberikan Allah kepadaku setiap harinya tidak berubah, masih sama 24 jam. Hanya saja, aku mulai merasakan bahwa waktu yang ada cepat sekali habis untuk mengerjakan banyak hal. Terkadang waktu malahan habis untuk sesuatu yang tidak aku sadari kalau apa yang aku lakukan saat itu tidak begitu produktif.

Aku selalu bilang, aku sangat suka kerja keras. Bahkan ketika aku bisa bekerja dengan keras aku menjadi sangat bahagia. Tetapi terkadang aku tertipu mengenai kerja keras ini. Kerja keras tidak berarti bekerja terus menerus hingga menghabiskan banyak waktu. Sebab ada kalanya kerja dengan sangat keras terus menerus dalam waktu yang begitu panjang, namun hasilnya tidak sesuai dengan waktu dan pikiran yang telah dikorbankan. Malahan justru kerja keras hingga overload di satu waktu seringkali menjadi penyebab kamu mengalami kondisi kelelahan yang berlebihan, sehingga membuat kamu tidak bisa bekerja dengan maksimal di kali lain. Itulah ketertipuan dari kerja keras.

Sekarang bagaimana?

Aku suka kerja keras. Tentu saja kerja keras yang cerdas, efektif dan terukur. Berpikirlah secara logis dan orientasinya adalah ketahanan fisik dan pikiran dalam jangka waktu yang panjang. Aku tidak ingin bekerja demikian keras sampai-sampai membuatku tidak mampu berpikir di malam harinya dan bahkan tidak mampu lagi untuk mengaji. Aku suka kerja keras yang terukur.

Kerja keras yang terukur pun akan sedikit memberikan waktu bagiku untuk membaca. Dan dengan durasi waktu yang kian menipis dan mendesak ini, aku tidak mungkin dapat membaca sebanyak yang aku inginkan dengan bebas dan cuma-cuma. Selalu ada yang harus aku korbankan. Aku tidak mungkin lagi bisa membaca sesuatu yang tidak banyak berguna. Sehingga mungkin sekali akan terjadi banyak kendala dalam kehidupan membacaku. Karena aku mungkin tidak lagi bersenang-senang menghabiskan buku-buku sampah tak bermakna. Jika kehidupan membacaku terganggu, tentu saja kehidupan menulisku juga terganggu dan ketika kedua iklim itu terganggu, maka kestabilan dan kedamaian dalam hidupku pun terganggu.

Jika sudah begini, mestinya aku harus bisa mendapatkan sesuatu dari membacaku dengan lebih tepat, yaitu produktif dengan apa yang aku baca yaitu selalu hal yang paling penting dan yang sangat berguna bagi kehidupanku. Yang sangat berguna bagiku, tidak hanya sekedar penghiburan dan pelarian diri dari kejenuhan hidup seperti yang selama ini kulakukan ketika membaca buku, hanya sekedar menikmatinya saja tanpa mencari apa-apa dan bahkan tidak belajar apa-apa darinya.

Sekarang aku harus memberdayakan diriku ketika membaca dan menulis. Harus ada sebuah makna yang bisa aku catat, harus ada sebuah makna yang menjadi penting untuk hidupku. Artinya dengan durasi waktu yang kian mendesak dan semakin tipis ini, aku hanya akan membaca buku dan artikel yang enak dibaca saja, yang bergizi dan membuat otakku gampang mendapatkan asupan gizi darinya bukan malah tambah pusing. Harus membaca buku yang bisa membuatku bergairah dan semangat. Bisa menggerakkan jiwaku untuk mengarungi sisa sisa hari yang membutuhkan banyak energi ini. Membaca untuk mensuplai energi, bukan malah mengurasnya. Begitu pula setiap membaca peristiwa, kamu harus memiliki makna. Setiap peristiwa yang kamu alami harus memberi ilmu dan hikmah kepadamu. Kalau tidak, sia-sia saja kamu menjalaninya. Terlanjur setress, terlanjur pusing tetapi tidak mendapatkan ilmu.

Saya Andy Riyan dari Desa Hujan. Sampai jumpa….


Catatan penting: belajarlah swasunting atau mengedit tulisan secara mandiri. Ini penting agar selain meningkatkan skill tulis-menulis, juga bisa menjadi sebuah jalan untuk memasukkan sesuatu ke dalam pikiranmu. Tulisan ini merupakan hasil suntingan dari catatan harian yang bertarikh 25 September 2020.

5 Comments Add yours

  1. Ayu Frani says:

    Senang sekali bisa menemukan tulisan Mas Andi lagi di daftar tulisan-tulisan.
    Membaca tulisan ini, saya pun seperti berkaca dengan diri sendiri. Waktu mendesak saya sampai ke sudut, di mana saya kehilangan waktu membaca, waktu untuk menulis dan waktu untuk menemukan diri sendiri. Katanya manajemen waktu adalah kunci, tapi bagi saya manajemen energi lebih penting. Saya gagal terus mengatur waktu, berujung pada saya yang kelelahan dengan sangat lalu tidak bisa melanjutkan kerja.

    Like

    1. jejakandi says:

      Aseeeeek… Bahasanya menyenangkan, ditemukan di antara daftar tulisan-tulisan, berasa ada spesialnya. Aowokwokwok…

      Heuheuheu terima kasih sudah berkunjung, Mbak Ayu. Iya… Tertipu dengan kerja keras itu bisa berarti dua hal, rugi waktu dan rugi tenaga. Namanya saja tertipu pasti rugi yaaaa… Mengacaukan menejemen waktu dan menejemen energi.

      Semangat, Mbak Ayu! Semangat untuk jangan sampai gagal memenejemen energi. Semoga sehat selalu dan bahagia! 💪

      Liked by 1 person

      1. Ayu Frani says:

        Saya adalah salah satu penikmat tulisan mas Andi. Wajar saja kalau saya menunggu terbitan tulisan mas wkwkwk.

        Semangat!!

        Liked by 1 person

      2. jejakandi says:

        Awwwww makasih, Mbak Ayu… Jadi malu 🙈

        Liked by 1 person

      3. Ayu Frani says:

        Semangat menulis, Mas Andi. Saya senang membaca tulisan-tulisanmu.

        Like

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.