Tanpa Sekat Tanpa Pembatas

Untuk sementara ini, biarkan aku meninggalkan catatan tentang mural yang sedang viral. Mural yang sedang viral sekarang ini merupakan sebuah meme yang berhasil menarik pelatuk kekacauan yang tengah dialami pemerintahan sekarang. Pada diri manusia Indonesia sesungguhnya sudah tersimpan meme bahwa pemerintahan yang sekarang kerjanya sedang kurang beres, sehingga penghapusan mural yang tampaknya sederhana malahan menjadi meme puncak yang dapat menyulut kemarahan publik. Menjadi pelatuk yang bila ditarik mampu meledakkan semua ketidakberesan dan ketidaksukaan publik itu. Aku kira meme soal mural ini akan mendapatkan tempat dalam politik kita hingga beberapa tahun mendatang. Mural akan bertahan, akan survive dalam evolusi. Bahkan aku kira soal penghapusan mural ini akan tertulis dalam sejarah kita.

Bagi temen-temen yang mau membaca esai saya soal meme, silakan baca esai sederhana saya di link ini,

Meme, Bukan Sekedar Cuplikan Film yang Dimodifikasi dengan Kata-kata Lucu!

Saat aku kembali mulai merasakan kerisauan soal menulis, seperti yang pernah kualami dulu di awal-awal ketika aku memulai disiplin menulis ini. Kerisauan soal apa imbalan yang akan aku dapatkan ketika aku menulis untuk publik, di blog ini, misalnya. Aku jadi teringat oleh kata-kata Pak Harfan dalam film laskar pelangi itu, “Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, jangan hidup untuk menerima sebanyak-banyaknya.” Ya, bagiku ada dua ranah atau ruang untuk menulis, yaitu menulis dalam ruang publik dan ruang privat. Dan rasanya aneh saja, setelah bertahun-tahun konsisten dengan latihan berdisiplin diri dengan menulis, mendadak dibayang-bayangi oleh kegamangan ala manusia amatiran itu. Hiduplah untuk menulis sebanyak-banyaknya, ada atau tidak adanya imbalan, teruslah menulis dalam hidup.

Ada atau tidak adanya imbalan yang kau dapat dari kegiatan menulis, kau akan berusaha untuk terus membagikan pengalaman menulismu itu. Sebisa mungkin. Harus. Dan jika suatu hari nanti ada imbalan yang kau dapatkan, semacam penghargaan atau sebangsanya, ingatlah bahwa bahwa penghargaan atau semacamnya yang kuperoleh itu bukan karena kau telah berbuat sesuatu (berbagi ide dan pemikiran) namun justru merupakan sebuah dorongan untuk kau melakukan sesuatu. Jadi ketika seseorang memujimu, atau memberikan imbalan kepadamu berupa penghargaan atau sebangsanya itu artinya kau harus melakukan sesuatu.

Sekarang aku tahu mengapa aku masih terus menulis, meskipun aku belum mendapatkan apa-apa, yaitu supaya aku dapat bertemu dengan seseorang yang terinspirasi dengan ide dan cara berpikirku. Aku ingin terhubung dengan mereka dalam dunia ide. Alam yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Tak ada sekat, tak ada pembatas. Tempat dimana aku bisa melintas dari generasi ke generasi dari tempat ke tempat dimanapun sampai ke pelosok dan sudut bumi.

Aku percaya, meskipun aku bukan siapa-siapa, bahwa ada orang yang akan terhubung dengan pikiranku, sebagaimana aku terhubung dengan Alm. Pak Hernowo, kata-katanya dan pemikirannya hidup dalam pikiranku, meskipun aku belum pernah dan tidak akan pernah berjumpa secara fisik. Sebab beliau sudah kembali dan berada di sisi Allah.

Demikian, Saya Andy Riyan dari Desa Hujan. Salam!

3 Comments Add yours

  1. Nita says:

    Kenapa menulis dibanding media ekspresi lainnya?

    Liked by 2 people

    1. jejakandi says:

      Terima kasih. Ini adalah pertanyaan yang bagus.

      Kenapa menulis dibanding media ekspresi yang lainnya?

      Sebab, menulis itu gak ribet. Bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, pakai media apa saja. Pulpen kertas, hape, komputer. Tidak memakan banyak memori juga. 100 tulisan cuma sekitar 10 MB saja. Irit sekali.

      Video YouTube atau Voice Podcast, sebenarnya bisa juga, tapi ribet ngeditnya. Dan jika cuma direkam untuk diri sendiri, audio dan video banyak menghabiskan memori, belum lagi tidak tentu fleksibel untuk memutar kembali.

      Kira-kira begitu.

      Liked by 1 person

Katakan sesuatu/ Say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.