Arah Angin

Arah angin telah berganti, musim telah berubah..

Tak ingin lagi berjalan menjemput gelap. Sejak sosokmu yang anggun hadir untuk menemani, aku tak akan lagi letih menatap hari hariku.

Aku ingin tersenyum menatapi langit dimalam bersama bintang- bintang, ingin terus menapaki jalan menatap siang pada langit yang berwarna emas oleh mentari, biru cerah oleh bersihnya pagi dan seluruh mendung dan gumpalan awan oleh gelapnya mimpi.

Arah Angin, sesuatu yang hendak ku ukir atas nama hidup yang baru, atas nama semangat yang baru.

Semua yang kujalani ingin kulukiskan seperti pelangi yang tak hanya lukiskan keindahan tetapi juga lukiskan hitam.

Hatiku tak akan hanya merah yang membara dan penuh gairah tetapi hatiku juga akan berwarna biru, tenang dan penuh kedalaman emosi. Terkadang hatiku akan berwarna orange terang dan tak kan hilang, akan selalu penuh semangat mengahadapi segala kemungkinan, ingin terus berdaun rindang sebagai tempat teduh semua orang. Terkadang hatiku akan berwarna hijau seperti rumput yang ku tanam yang akan lengkapi mawar yang mekar.

Dan meski arah angin akan berubah, semenjak kehadiranmu mulai memudar, akan tetap kujaga langkah-langkah yang pernah membuatku merasa tampan, gagah dan rupawan, akan juga langkah-langkah yang pernah membuatku merasa dicintai, disayangi penuh dengan kedalaman emosi. Akan ku jaga meski kian akan ku tatap perubahan.

Terimakasih untuk yang tercinta, yang terdalam, segala warna telah mengias sepenuh hatiku menikmatinya.

© Andy Riyan.

8 September 2015

Advertisements