Tak Kunjung Berlalu

Sudah sejak hari itu, namun keresahanku tak kunjung berlalu. Jika saja aku mau menelusuri–lebih dalam–lapisan-lapisan ingatanku. Mungkin akan aku temukan bahwa sejak bulan April berlalu, keresahan ini mulai tinbul dan mengendap hingga hari ini. Jika aku mau, bisa aku menuliskan semua untukmu dan kutinggalkan kau bersama resahku. Meraba dalam gelap di kegelapan hatiku. Tapi biarlah……

Teman Berjalan (5)

Dan tentang impian-impian kita, apakah kau masih mengingatnya, teman? Apakah kau masih mengingatnya dimana kita pernah menggantungkannya? Kuharap dimanapun kau kini, kau tak pernah melupakan kedai lesehan yang menyajikan wedang ronde dan makanan ringan serupa kacang katom itu. Tidak pula melupakan simbah nenek yang ramah, yang tidak pernah sekalipun merasa keberatan karena kita telah mampir…

Teman Berjalan (4)

Di hari yang menentukan itu, kita sampai untuk memandang pada fajar yang menyingsing dikala pagi yang sunyi dan senyap. Hari ketika akhirnya apa yang kita tetntukan telah tiba saatnya. Meskipun aku telah mendapatkan firasatnya, teman, bahwa harinya telah dekat tetapi, aku tak tahu itu adalah yang terakhir kalinya. Itu adalah puncak tertinggi yang kita tapaki…

Teman Berjalan (3)

Teman… Pernah kita jatuh dalam lembah penuh tanya. Lalu kita mengisahkan pada perbedaan. Kita memberi pada sebuah pengharapan dan semua yang berjalan. Kau ungkapkan padaku impian. Tapak demi tapak yang ingin kita jejak. Aku selalu di sisimu, dan masih di sisimu ketika kita telah berhasil menapaki tangga-tangga kehidupan dan mencapai tempat yang setiap hari semakin…

Teman Berjalan (2)

Ketika pertama kali bertemu, aku tahu engkau berbeda, teman. Jutaan jiwa telah berjalan, berkelana kemana kaki melangkah, memandang kemana mata melihat. Aku tahu engkau akan menjadi sahabat. Bukan seorang yang sekedar tegur sapa kemudian sepintas berlalu. Bukan jiwa yang lewat yang dalam ingatan tak pernah mengingat. Sore itu, simponi ranting-ranting yang terdengar bergemerisik oleh angin…

Teman Berjalan

Teman, kau kisahkan padaku, jalan yang begitu jauh. Kau tempuh jalan itu dan menghilang seolah hanya fatamorgana. Teman, aku di sisi mu, ketika engkau ceritakan luka. Aku mendengar, ketika ingin engkau aku berbagi tawa. Engkau aku sambut dan terbanglah ke atas membawa cerita kita yang akan aku tuturkan padamu. Teman, kau hadir di saat aku…