Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Tanpa Sekat Tanpa Pembatas

Untuk sementara ini, biarkan aku meninggalkan catatan tentang mural yang sedang viral. Mural yang sedang viral sekarang ini merupakan sebuah meme yang berhasil menarik pelatuk kekacauan yang tengah dialami pemerintahan sekarang. Pada diri manusia Indonesia sesungguhnya sudah tersimpan meme bahwa pemerintahan yang sekarang kerjanya sedang kurang beres, sehingga penghapusan mural yang tampaknya sederhana malahan menjadi…

Meme, Bukan Sekedar Cuplikan Film yang Dimodifikasi dengan Kata-kata Lucu!

Sepertinya, aku, nggak butuh-butuh amat dengan medsos dan informasi yang bertebaran di internet. Tetapi kenapa aku merasa seolah-olah dipaksa untuk butuh itu semua? Aku pernah menutup/meninggalkan instagram dan facebook juga mengurangi penggunaan Whatsapp beberapa waktu yang lalu. Tidak ada yang berubah. Aku tidak menjadi lebih bodoh, tidak pula menjadi lebih pintar. Sebenarnya aku memang tidak…

Kangen Ngeblog

Kangen nge-blog. Tapi nyelesaian satu materi aja susahnya gini banget. Banyak sekali draft, tapi ngedit dan nyelarasinnya malah lebih susah. Kali ini sih judulnya lagi pemanasan dulu. Lagi di rumah mertua, soalnya, dan gak bawa laptop. Gak bawa buku. Intinya aku gak bawa apa-apa. Mendadak jadi kangen dengan susunan mind map yang udah rapi. Seakan-akan…

Seorang Profesional yang Sedang Darurat Untuk Menulis

“Aku tidak tahu apa yang sedang ingin kulakukan sekarang. Aku tidak tahu apa yang ingin kulakukan dalam hidupku.” Sungguh itu adalah sebuah kalimat yang paling membuatku frustasi. Sebagaimana aku begitu putus asa ketika merasa ingin memproduksi sesuatu, begitu putus asa ingin menjadi sesuatu… tetapi apa yang kulakukan sekarang ini? Hanya menuliskan keresahanku. Keresahan yang kualami…

Mengapa Baru Sekarang, Tidak Dari Dulu-dulu?

“Aku bersyukur nikahnya baru sekarang.” Itu jawaban yang selalu kukatakan kepada orang lain yang menduga bahwa aku menyesal kenapa tidak menikah sedari awal. Tulisan kali ini lahir untuk menjawab topik itu. Mereka menduga aku menyesal, jika pernikahan memang segini indahnya, kenapa tidak sedari awal saja aku melakukannya. Tidak, aku tidak menyesal dan aku sama sekali…

Pandai-pandailah Mengukur Dirimu Sendiri

Benar! Memang hidup adalah sebuah pilihan. Namun jangan, atas nama pilihan, kau katakan, “Kalau bisa pilih semuanya mengapa tidak?” sebab itu serakah namanya. Setiap keputusan yang kau ambil dalam hidupmu, ada tanggung jawab besar yang harus kau pikul sampai akhir. Ajarkanlah… dan ingatkanlah kepada mereka bahwa melaksanakan apa yang telah menjadi kewajibanmu itu jauh lebih…

Kejutan-Kejutan Istimewa

Gila! Tiba-tiba sudah bulan Juni saja! Gila, sungguh ini… benar-benar gila! Kenapa gila dan kenapa tiba-tiba jika aku menjalani semuanya dengan kesadaran penuh? Tidak lain tidak bukan karena aku mengalami kejutan-kejutan yang istimewa yang datang bertubi-tubi dan menghujani hari-hariku selama 4 bulan terakhir ini. Sejak terakhir kali aku menulis di sini. Dan selama hari-hari ketika…

Memahami Adalah Sebuah Pilihan, Bukan Seni

Suatu hari di awal bulan Februari, ya bulan lalu tepatnya hari Jumat tanggal 5 sebagaimana tanggal yang kucatat di buku harian, aku baru saja selesai membaca bab pertama dari buku “Matahari dan Baja”, sebuah terjemahan dari “Sun and Steel” karya Yukio Mishima. Buku kedua dari Misihima yang kubaca setelah “The Temple of The Golden Paviliun”….

Sebuah Puisi dan Tiga Soneta

Dan betapa beruntungnya dia, yang pernah memberikan tulusnya cinta
dan dia, yang telah menerima cinta yang begitu manis