Berlindung Kepadamu

317-manfaat-minum-susu-sebelum-tidur-dan-sunah-rasulullah-ketika-minum-susu

Kamu tidak akan pernah sadar
ketika kamu mencoba mencintai dirimu sendiri,
kamu juga telah menyakiti orang lain.

Dan yang lebih buruk dari itu,
kamu tidak mencintai dirimu sendiri
karena tidak ingin orang lain mencintai dirimu

Padahal semua orang tahu,
gelas yang berlimpahan dengan susu
tidak akan kamu temui selalin susu
yang tumpah dari gelas itu.

Dan seseorang yang berlimpahan dengan cinta,
akan selalu mencintai siapapun
di sekitarnya.
Ia adalah pribadi yang penuh ketulusan.

Namun begitu jika saja terhiasi oleh  setitik saja noda
oleh sebab kebencian yang telah melekat padanya,
maka rusaklah cinta itu sebagaimana nila
yang merusak manisnya susu sebelangga.

Maka dari itu… Oh Tuhan!
Aku berlindung kepadaMU dari dengki dan dendam
yang hendak tumbuh di hati.
Aku berlindung kepadaMU, Oh Tuhanku!

June, 5th 2017
Berlindung Kepadamu  (C) Andy Riyan

Near You Around

It’s rainy night.
The shadow should not followed you.
But it’s odd…
You still find me not in particular reason.
It’s wrong…
Because you see myself in your shadow.

Since I am only your shadow.
You shall not fear.
Just get rid off me.

When you overwhelmed by the lights
you’ll find out your true shadow.
that time, I am gone.
Lost and die, never revive and
never come back.

And when your journey met the darkness
you’ll see with naked eyes
that time, I am removed from the existence
and you will find me nowhere
near you around anymore.

Near You Around (C) Andy Riyan
In the last day on May

Beside The Wall 

Here I am now
Sitting in my armchair
Behind the table where I work
Everyday
Thingking
Writing
Reading
Looking at the eastern
Dawn was broken a little while ago
I just remembered
I slept last night with no letter I wrote
I remembered my own pillows
And see her still in way thinking
That me still her own shadow
I just have to leave now
Prepare for work today
See ya I am off

Ramadhan 2 : Suara

Suaraku habis, seharian teriak-teriak mengendalikan bocah modern. Bocah modern — anak-anak usia dini, usia pertumbuhan, pra-remaja yang keninian — benar-benar berbeda dengan semasa kecil ku dulu. Bodoh aatau naif aku tidak tahu, mencoba mengendalikan anak-anak kreatif usil dan bertingkah seperti kuda binal itu.

Suaraku habis. Mengenggbala domba mungkin jauh lebih mudah daripada menggembala anak-anak manusia. Suaraku habis direnggut oleh cinta. Cinta yang kubaktikan untuk anak-anaku tercinta. Biarpun suaraku habis namun itu sebanding dengan kebahagiaan yang kudapatkan. Aku hanya bahagia melihat mereka tumbuh di lingkungan ini. Aku bahagia, mampu sejenak memisahkan mereka dengan televisi, tab dan ponsel, walau hanya sejenak.

Suaraku habis. Bocah-bocah modern teriak-teriak tak mau mengalah ketika aku menceritkan kepada mereka sebuah kisah. Suaraku habis, namun sore ini selesai kuceritakan kepada mereka kisah Nabi Idris.

Suaraku habis, malam hari harus lantang berteriak menjadi bilal untuk meramaikan ramadhan malam.

Suaraku habis, entah besok bagaimana. Esok biarlah esok yang terjadi… hal terpenting Final Piala FA sebentar lagi. Come on Chelsea!!!

27 Mei 2017 (C) Andy Riyan

Foto Bercerita : Tentang Romantika

IMG20170423072050.jpg

This trip has learned him, that romanticsm won’t be repeated 
for a second spell. However, the thing that called as love is
one thing which will remain last forever.

And that reunion has given him many things, more strength, more
power and, demands him the evidence of his determinations to
achieve what he loves. And by chance, don’t know why, that
reunion just offered him a lot of confident to achieve it.

Sore itu tanggal 22 April. Dia sedang sibuk dengan pekerjaanya di depan komputer, menginput ratusan data dan membuat laporan mingguan.

Segerombolan biri-biri di luar sana sedang merencanakan muslihat yang keji.

“Fix! Merbabu, berangkat jam 5!”

Dia berpaling dari komputer, lie down in the sofa, tend to rest the mind he grab the phone, membuka grup Kadal Balap. Tiba-tiba dilema melanda. Ia mendadak gundah gulana bagaikan air dalam baskom diguncang gempa. Ia pergi ke arah meja yang penuh dengan makanan. Tanpa jeda ia menghajar sepotong roti, segelas teh yang mendingin seperti di rumah-rumah duka, dan tiga potong puding kuning membara. Dadanya terbakar termakan kelicikan biri-biri pendosa.

Dia :
“Yok mangkat! Maghrib kumpul di titik temu, bangjo MGL-Selo!”

Biri-biri :
“FIX!”

Pukul 18.12

Dia :
“Sudah di titk temu, kelen nendi?”

Biri-biri :
“Sik lagi mau ngambil keril.”

Dia :
“WEDHUS!!”

Pukul 20.25

Mereka bertemu. Di bawah lampu-lampu jalan, gerimis serupa benang-benang emas berjatuhan. Tidak banyak kata terucapkan, berjuta rasa tak kan bisa terungkapkan. Hanya pelukan dan erat jabatan. Mereka berdiri diam, saling bertatapan, tersenyum dan mendadak tertawa tak terkendalikan. Sejenak dan hanya sejenak saja, karena cinta adalah luapan yang sederhana. Semakin kuat jalinan cinta yang terikat, maka semakin sederhana cinta itu terlihat. Selebihnya meresap dalam jiwa-jiwa dan tersimpan tetap hangat. Sesederhana itulah cinta, karena cinta harus sederhana, yang boleh rumit atau kompleks adalah definisinya.

Pukul 22.00

Mereka tiba di basecamp. Dingin merambat, udara menipis, berat untuk bernafas. Memori-memori lama mengapung dari kedalaman di dasar ingatan. Dia beranggapan roman cinta akan terulang. Namun sejauh mereka berjalan, roman itu tak pernah kembali.

Hujan deras pun datang, gunung-gunung berdendang, dinding-dinding menyempit dan mereka pun berhimpit dalam lagu cinta dan kemudian terlelap pergi menuju mimpi.

Pukul 01.30 Dini Hari

Merekat bangkit berdiri. Di luar basecamp mereka berdo’a dan perjalanan pun dimulai. Dan di sinilah cerita itu ditulis, dalam jejak yang dimaksudkan untuk kembali menatapnya di masa-masa yang akan datang. Perjalanan itu memberi tanpa pernah diminta sebuah pelajaran, bahwa romantisme tidak untuk terulang yang kedua kalinya. Namun sesuatu yang disebut dengan cinta itu adalah hal yang akan tetap abadi selamanya.

Dan reoni itu telah memberinya banyak hal. Lebih banyak kekuatan dan lebih banyak daya untuk meraih apapun yang ia cintai.

Tentang Romantika, 27 Mei 2017
(C) Andy Riyan

Ramadhan 1 : Kesepakatan dan Komitmen

Somewhere in the paradise,
May 26th 2017

To whom I concern
very much, My Dear Ramadhan

Ramadhan, tahun ini kita akan menjalani kebersamaan
yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ramadhan, semoga kebersamaan kita kali ini memberiku
lebih banyak makna.

Sincerely Yours,
Andy Riyan

Pada Ramadhan yang akan datang ini, telah terjadi kesepakatan dengan banyak hal. Pagi sampai sore di kantor; kesepakatan karena kerja. Setelah Ashar (sekitar pukul 16.00 WIB) sampai Maghrib aku memperoleh tanggungjawab untuk mengkawal (atau mengawal?) 73 santri dari usia 4 hingga 13; kesepakatan karena cinta. Aku harus menemani mereka, membuat kegiatan-kegiatan –yang bahkan belum terpikirkan ide apa yang bagus untuk itu – aku berharap beberapa guru nanti bisa membantu walau aku tahu mereka sudah menyatakan diri tidak sanggup untuk itu karena kesibukannya. Kemudian di malam harinya, sudah terikat kesepakatan untuk terlibat dalam beberapa kegiatan MT, ini kesepakatan karena… hemmm aku yang menantang diriku sendiri untuk memiliki tanggungjawab. Ah ya! Dasar bodoh menantang diri sendiri… ckckck!

Yah… temen-temen! Kalau satu dari kalian atau kalian semua memiliki wacana untuk mengadakan Bukber atau buka bersama… tolong jangan sampai aku tahu, itu menyiksaku. Karena aku pasti tidak akan menyanggupi padahal dalam hati pasti ingin ikut ketika kalian mengajakku. BHAAAAAY!!

Buku Dari Masa Ke Masa Yang Paling Banyak Mempengaruhi Perkembangan Emosi Dan Kepribadian Hidup Saya

Semula ingin menuliskan list daftar buku yang pernah dibaca. Tetapi karena begitu banyaknya buku yang pernah dibaca jadi ide menuliskan list buku malah menohok dan terasa absurd banget. Kebayang kan jadinya? Kalau tulisan itu akan membentuk daftar semacam data di worksheet excell atau database MS Acsess yang memuat nomor, nama buku, pengarang, penerbit dll, lebih-lebih banyak buku yang pernah dibaca itu kini jejak fisiknya entah berlarian kemana. Sebagian juga buku bacaan itu juga bukan koleksi sendiri melainkan koleksi perpustakaan, jadi gimana persisnya bisa menuliskan judul lengkap dan pengarang serta penerbit apalagi ISBN nya hahaha.

Oh jadi ingat!  Dulu pernah ada wabah rayap yang menyerang lemari buku belasan tahun yang lalu ketika saya jarang tinggal di rumah, hanya sedikit buku yang terselamatkan, mungkin juga beberapa buku yang teraduk-adauk dalam kardus ikut di jual (oleh ibuku tercinta). Dari pengalaman itu aku belajar dua hal. Pertama jangan pernah mengoleksi buku dalam kardus karena akan menjadi tempat kegemaran rayap dan kecoa. Kedua buku yang teraduk-aduk dalam kardus berpotensi terlupakan dan ketika harus di mutasi (kasus bongkar rumah) males memilah-milah dan akhirnya dibuang (dijual) begitu saja.

Well… sebelum kembali ke topik, saya ingin bernostalgia. Kapan persisnya saya sudah bisa membaca buku, jawabannya tidak tahu. Dan buku apa yang pertamakali dibaca, juga lupa sama sekali. Tetapi yang jelas, ketika saya duduk di kelas dua SD, saya sudah bisa menceritakan kembali kisah yang saya baca dari buku pelajaran Bahasa Indonesia. Saya ingat persis itu adalah kisah Khayalan Si Cebol yang ingin pergi ke bulan. Dan di akhir caturwulan ketiga saya sudah menamatkan sebuah novel, NOVEL!! Yang berjudul Bocah Patriot! Kalau tidak salah itu adalah terbitan Balai Pustaka. Continue reading

Calista dan Pahlawan Kecil

Namaku Calista, aku adalah ratu terindah di taman ini. Sejak menjadi ratu, tak ada lagi sedih ataupun tangis yang mengiringi hari-hariku. Selamanya aku akan sangat berterimakasih pada manusia, sebab tanpanya aku tidak akan menjadi seperti kali ini. Jika aku harus menyebutkan satu pahlawan yang paling berjasa dalam hidupku, tentu aku akan menyebut manusia sebagai pahlawanku nomor yang satu. Bagaimana kisah kepahlawanan manusia itu? akan ku ceritakan begini.

Dulu, di suatu senja yang temaram, dingin dan sepi aku terbangun dari tidur yang panjang. Tak ada siapapun di sisiku. Tak ada ibu, tidak ada bapak, tak pula kakek, tidak juga nenek. Aku terbangun di atas pecahan berwarna kelabu dan berbau amis yang kelak aku tahu itu adalah cangkang telur yang telah membungkusku selama berhari-hari. Aku sangat sedih dan putus asa ketika itu; aku tak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tak tahu apa yang harus ku lakukan untuk menghadapinya.

Lalu aku berjalan dan terus berjalan dalam kebingungan dan tanpa tujuan, mengintari selembar dunia yang sangat sempit; hanya dibutuhkan waktu 10 menit untuk mengelilingi dan menjelajahi seluruh dunia itu. Sialnya, tak ada apapun yang ku temukan kecuali hanya kesunyian. Aku pun menangis sejadi-jadinya, namun tak ada yang mendengarkanku kecuali hanya angin yang sesekali berbisik diantara dedaunan, membuat suasana semakin mencekam.

Tak lama kemudian malam pun jatuh. Dunia menjadi gelap sama sekali dan aku hanya bisa menangis dan menangis hingga akhirnya sebuah sinar memecah di timur yang sangat jauh. Lalu datanglah dia, pahlawanku yang nomor satu itu.

27746730-funny-little-power-super-hero-child-girl-in-a-blue-raincoat-stock-photo
Calista dan Pahlawan Kecil Photo Source : di sini

Pahlawanku adalah seorang gadis kecil yang sangat manis. Ia menghampiri taman ini dengan membawa ember yang penuh dengan air. Sambil menyanyi dan menari ia memercikkan air itu ke seluruh duniaku bagaikan karunia dalam hujan di bulan Desember.

Ketika matahri mulai naik, ia duduk dengan santai dan membacakan padaku sebuah kisah. Continue reading

Nourma

Nourma. Gadis berbulu mata lentik itu namanya Nourma. Tatapannya sejuk dan halus budinya. Segala tentang Nourma bagaikan galon dengan isinya, yang kucari hanya dikala aku dahaga. Ketika ingat galon, ingat Nourma. Ketika ingat Nourma, ingat galon juga. Kejam? Itu bukan cinta? Mungkin memang itu bukan cinta. Namun tak kan mungkin aku dapat mendustakan kebenarannya.

Tamat
.