Jurnal Pagi: Merayakan Kebahagiaan di Hari Ini Bukanlah Sebuah Ironi

Pagi-pagi seperti biasanya, di hari kedua bulan Syawal ini aku melanjutkan rutinitas jogging. Masih sama seperti rutinitas kemarin di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu. Setelah sholat subuh dan ngaji aku keluar membelah udara di antara rerimbunan pohon-pohon yang rasanya semakin dingin ketika memasuki akhir bulan Mei dan akan mencapai titik terendahnya nanti di bulan…

Nyalakanlah Pijar Lentera Hidupmu!

Sesungguhnya kita sedang hidup di lautan ilusi. Terombang-ambing kesana-kemari mencari kebenaran. Padahal sesungguhnya kebenaran itu sangat dekat dengan kita, tinggal nyalakan hati dan pikiran agar diri kita bisa menyala seperti lampu pijar. Suatu pagi saya membaca sebuah buku. Saya tersenyum. Saya merasa sangat bahagia menemukan sebuah tulisan yang senafas dengan jalan pikiran saya. Lalu sepanjang…

Kesalahpahaman Memaknai Kata Fundamentalisme

Tiga hari terakhir ini saya selalu pulang telat. Saya baru tiba di rumah saat waktu sholat Magrib sudah masuk. Sehingga sedikit berefek pada kegiatan sehari-hari yang biasa sudah saya jalani. Malam ini sehabis Isya’ ketika saya memeriksa agenda mingguan terkait dengan blog, saya mendapatkan informasi ternyata terkahir kali saya meng-upload tulisan non-fiksi yaitu 7 hari…

[Cerpen] Naifnya Cinta

Pagi itu aku melihatnya sedang menyapu daun-daun mangga yang berserakan di halaman rumahnya ketika aku dan Kliwon tiba. Terakhir kali aku mampir ke rumah itu tiga tahun yang lalu, dan suasananya masih sama, sejuk. Ia tak meyadari kedatanganku sampai aku dan Kliwon mengetuk-ketuk teralis besi pagar rumah dengan arsitektur modern itu. Ia menoleh ke arah…