Lembaran Kertas dan Pena

Katakanlah kepada jiwamu! Tak semua tangis itu dosa dan kekanak-kanakan. Kau boleh menangis dan memohon pengampunan. Akan tetapi kau tidak boleh lupa untuk kemudian menghapus air mata itu. Lalu bangkit tegak dan sambut harapan yang lebih baik. Hal terindah yang dimiliki manusia adalah selalu terbit dalam hatinya sebuah optimisme, seperti mentari harapan yang hangat.

Masih (Mentari Yang) Sama

Masih di bawah mentari yang sama, aku menjalani kehidupan ini tanpa rasa yang mengudara. Sial masih mentari yang sama juga; aku mulai meragu, meski yang lalu ia telah temaram menjadi senja. Di balik mentari yang sama ini aku masih tidak menemukan apa-apa selain hanya kelabu yang kian luas menghampar menyelimuti masa depan yang kian tak…

Prosa Di Hari Senja

Aku masih bersama senja setelah langkah kita tak lagi menapak di tanah yang sama, tak kusangka artimu sebagai tanda henti. Pernah ku kira itu hanya sebatas tanda koma, namun ternyata ia bersama malam menuju titik nyata, Ah! Sayang sekali padahal malam sedang sahdu-sahdunya. Ungu! Bukankah dulu kau berjanji setia padaku “Biarpun jingga menyentuh cakrawala tak…

Yang Lain (Akan) Tumbuh

Suatu pagi di bulan September menjelang matahari terbit, udara spoi-spoi bertiup menyapu ruang kamar mes tempatku tinggal. Partikel-partikel halus itu berhembus menerobos pintu kaca yang setengah terbuka. Awalnya hanya sesekali untuk menyibakkan tirai yang tergerai bebas tak terikat, namun lama-lama menjadi terlalu sering menyapa hingga megibarkan semua benda ringan, bahkan tatanan-tatanan rambutku yang masih sedikit…

Anggur Cinta

Aku tak ingat ketika angin pertama kali berhembus dari barat di musim gugur itu. Yang ku ingat aku sedang berjalan-jalan di tengah ilalang, menyentuh dingin rerumputam yang berlinangan bola-bola embun serupa kristal. Di hari yang sama aku jatuh terlelap dalam tidur sepanjang musim; mabuk karena anggur cinta lalu memudar dalam senja. Di hari ketika aku…

Angin Yang Sama

… “Bisakah kau merasakan, angin yang sedemikian lembut ini menyapa kita berdua?” “Oh..” ‘Oh? bagaimana kamu hanya bisa bilang Oh saja,’ kataku dalam hati. Ya, kamu tak akan bisa mendengar betapa detak jantung ini selalu berderap kencang. Dan tentu saja, langit biru yang sedemikian cerah ini tak berarti apa-apa untukmu. Seperti mengingat kala itu, ketika…