Bidadari Jalang

Mulutku ternganga ketika melihat bidadari yang hadir di hadapanku secara tiba-tiba. Seperti sinar perak yang jatuh, ia datang saat ku membelakangi mentari senja di sore yang penuh duka dan nestapa. Celaka..!! Makhluk yang berwujud perempuan cantik jelita itu datang menggodaku. Bibirnya yang merah bagaikan delima merekah itu langsung menyerbu dengan sangat bernafsu mendarat di bibirku…

Kerajaan Cinta

Semesta tidak membicarakan perasaanku padamu. Mereka membicarakan tentang keindahan akibat sebuah senyuman yang terlukis oleh sepasang bibir di wajah seseorang perempuan. Semesta memahami senyum yang menawan itu hanyalah sebuah lukisan dari jiwa yang hatinya penuh pesona. Dibalik itu sesungguhnya terdapat sesuatu yang lebih dari indah -luar biasa- tak terlukiskan oleh kata-kata. Dari pancaran pesona nya…