Bahasa Diam

Hari itu adalah musim dingin, di bukit Alap-alap; tiga kilometer dari Desa Hujan, aku bertemu dengannya, sebut saja namanya Amir. Sebab semakin lama kuperhatikan, ia semakin mirip dengan Amir Khan karena perannya sebagai Rancho; satu dari 3 idiots dari ICE. Aku dan Amir tidak banyak bicara, atau lebih tepatnya kami saling berbicara dalam bahasa diam….

Napas Jiwa

Jika benar apa yang kudengar, ia adalah kecipak suara-suara yang surgawi. Di denyut nadi-nadi, sungai-sungai di bawah kaki; mengalir, melekuk, mengalun, menembus sampai batas kesadaranku. Aku terjaga sepenuhnya sungai-sungai surgawi itu, kudengar, mendesir indah menghanyutkan jiwa. Serupa dengan nyanyian rumput oleh gesekan lembut; desau angin yang mendesah; Seruling bambu melengking di bukit-bukit tinggi. Menukik jatuh…

Detak Jiwa : Sinarilah

  Tak perlu heran, seharusnya semakin nyata jalan gelap yang kau tempuh itu, semakin berat-lah ujiannya. Dan ahwal-ahwal tentang cahaya… Menjadikan kerinduanmu kian dalam. Namun tubuhmu kian melemah dan menuju kebinasaan Maka sinarilah ia… Dengan pembacaan yang sungguh-sungguh dan perlahan-lahan* Agar ia seperti kuncup dan tunas Yang bergembira menyambut embun dan menerima mentari. * وَرَتِّلِ…

Mempersiapkan Diri Untuk Binasa

Apa yang aku saksikan adalah kerajaan cinta yang sungguh teramat sangat indah. Ibn ‘Arabi membawa aku kedalam suatu perjalanan yang gelap dan tersembunyi. Aku belum melakukan perjalanan itu tapi sungguh api kerinduan telah menyala-nyala begitu hebat dalam diriku. Aku hanya harus mempersiapkan ruh dan ragaku untuk berenang dalam samudra kenikmatan yang di sisi lain adalah…

Kurangi Lukaku

Yang aku katakan kemarin; untuk ku yang sedang berjalan menjemput gelap, masih adakah pintu kembali ke jalan cahaya? Bila masih ada, bawalah aku ke sana. Rinduku adalah pada setitik embun dan hangatnya mentari. Rinduku adalah pada cahaya pagi yang berikan terang di bukit tinggi nan sunyi. Sebab, bila aku tetap di sini, ingatan tentang semua…

Mengharap Dalam Do’a

Tak tahu bagaimana sepinya hatimu. Seperti bahagia dari yang terlihat. Tak sepi di keramaian ku harap. Seandainya bisa menerka benar. Ku harap tetap samar. Sebagai bayang yang terlihat. Masa depan… sendiri kita yang membuat. Yang terlahir dari pancaran mata. Lalu menusuk menatap jiwa. Kuulurkan tangan tuk bergandeng bersama. Sajak cintamu mengalunkan nada. Turun naik terbakar…