Tentang 2020, Buku dan Aku

Sebelum menuliskan tulisan yang sekarang hadir di hadapan kamu ini—dengan judul yang sama— aku, bukannya menulis sesuatu yang gembira dan menyenangkan sebagaimana yang kuharapkan, malahan menulis jurnal yang isinya seperti orang depresi. Bajirut tenan kok. Memang menulis, kalau terus menerus mengikuti suasana hati, bergantung pada pola yang muncul… kadang bikin malu diri sendiri saja. Tetapi…

Shocking Moment, Seratus Tahun Kesyunyian

Semua orang gempar, semua orang resah, ketakutan ini menyebar lebih cepat dari virus Corona itu sendiri. Di beberapa tempat di wilayahku sudah diberlakukan protokol siaga satu pengantisipasian menyebarnya Covid-19. Beberapa sekolah, instansi, lembaga-lembaga negeri dan swasta mulai diliburkan selama dua minggu, beberapa pertemuan juga ditunda, selapanan, muslimatan dan pengajian-pengajian dibatalkan. Aku masih tidak tahu apa…

Aku Jatuh Cinta Lagi

Awal bulan Desember ini aku sudah menambah sepuluh teman di rak buku-buku. Dan sampai hari ini aku sudah menghatamkan empat darinya dan sedang jalan yang kelima. Bilangan-bilangan itu adalah sebuah prestasi tersendiri, karena hanya baru berselang sebelas hari aku sudah menghabiskan 4 darinya. Sejak aku menulis jurnal yang berisi tentang keinginanku untuk kembali menemukan kesenangan…