Surat Untuk Sahabat: “A Letter From Me to Me 10 Years From Now

Ha ha ha! Halo, Bro. Apa kabar? Ha ha ha! Maafkan aku yang tiba-tiba menyapamu dengan tawa. Tapi jika kamu ingat hari ini (10 tahun yang lalu) kamu pasti maklum, karena memang kita, entah sudah berlalu sejak berapa lama, selalu suka begini; suka menertawakan diri sendiri. Kuharap kamu di sana masih suka tertawa dan menertawakan…

Melankoli Cinta Segitiga

Aku tak pernah melihat seseorang dengan raut muka yang lebih sedih dari seorang yang kutemui di suatu senja, di salah satu gerbong kereta api, dalam sebuah perjalanan antara Malang-Jogja. Perempuan yang kutemukan duduk menghadap diriku di sisi jendela itu terlihat begitu pucat dengan sinar mata yang redup. Aku tak ingat di mana perempuan yang berpakaian…

Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Sebuah Puisi dan Tiga Soneta

Dan betapa beruntungnya dia, yang pernah memberikan tulusnya cinta
dan dia, yang telah menerima cinta yang begitu manis

Surat Kepada Seorang Teman dari Indonesia

Engkau tanyakan padaku, “Apakah sudah baca?” ketika kami meyuarakan penolakan kami pada suatu hal—sebut saja peraturan yang mengikat bagaimana kami harus berfantasi—yang ditetapkan dengan semena-mena kepada kami hanya dalam semalam, secara tiba-tiba dan sembunyi-sembunyi. Aku tersentak dengan pertanyaanmu itu. Bagaimana mungkin aku sanggup membaca 1000-an halaman cerita fiktif itu dalam semalam. Lalu engkau sodorkan padaku…

Jurnal Pagi: Solidaritas Itu Tak Akan Pernah Hilang

Di wilayah yang sering dilanda bencana seperti Indonesia, solidaritas tak akan pernah hilang. Itu adalah sebuah hal yang harus kita yakini. Kita harus percaya kita akan semakin kuat sebab bangsa ini sebagaimana yang selalu kita lihat bahwa jiwa sosialnya begitu tinggi. Meski kadang resah menampik keyakinan itu, semua orang terdampak, sehingga uluran tangganya bisa jadi…

Jurnal Pagi: Normal Baru atau Ketololan Baru?

Pikiranku tak dapat kumengerti kaki di kepala, kepala di kaki. Pikiranku patutnya menyadari (si)apa yang harus dan tak harus kucari tetapi tak dapat kumengerti. Lagu Di Atas Normal itu terus bergema di kapalaku karena suasana yang menyertai olahraga pagiku tadi tidak normal, tidak seperti biasanya, ya di atas normal gitu. Jalanan sangat basah dan licin….

Jurnal Pagi: Back to Normal

Hujan yang merinai-rinai dini hari kemarin, yang membuatku mager lari pagi, seakan-akan adalah sebuah sinyal. Dua dan tiga hari yang lalu kurasakan sakit di lutut kananku, sakit sebagaimana yang pernah kurasakan ketika turun dari Gunung Lawu, dulu sekali, di hari ulang tahunku yang ke-24. Pagi ini aku mampu lari lebih jauh dari yang kulakukan selama…

Jurnal Pagi: “Pacarmu ganteng? Kaya? Bisa gini gak?”

  Jupiter, Saturnus, Mars, Venus dan Merkurius terlihat sangat jelas di langit Desa Hujan yang bersih dan tenang, ketika aku keluar dari rumah menuju timur jauh. Aku berlari menyusuri jalan beton yang luas dan bersih. Jalan itu membelah rapatnya kebun kopi yang dinaungi pohon-pohon sengon, sono keling, kelapa dan mahoni. Sesekali pohon jengkol dan nangka….

Mencari Partner Menulis Bebas

Menulis bebas atau Free writing adalah konsep menulis yang saya temukan ketika membaca bukunya Almarhum Pak Hernowo Hasim (Allahumaghfirlahu war hamhu wa fu anhu) yang berjudul “Free Writing, Mengejar Kebahagiaan Dengan Menulis.” Dalam perjalanannya saya telah banyak sekali mempraktikkan teknik itu. Bahkan sebelum membaca buku itu, sebetulnya saya sudah mempraktikkannya. Hanya saja tidak terkelola dengan…