Sejak Tegur Sapamu

Berdiri di depan sebuah potong benda berbentuk persegi panjang; menatap kedalamnya, pada sebuah cermin kamu memperbaiki tatanan jilbab biru muda pilihanmu. Di wajah yang kamu tatap cermat–di dalam cermin itu–kamu meriasnya, menyapukan make up beberapa kali hingga merata. Sedikit memoles bibirmu dengan gincu. Di luar aku telah menunggu. Berdiri melipat tangan kemudian memasukkannya kedalam saku…

Hujan dan Soal Rindu

Hujan dimana-mana selalu sama kasih… jatuhnya kebawah. Seperti sore ini ketika butirannya jatuh membasahi setiap inci jalanan kota.

Musim Penuh Merindu

Sekali lagi kubuktikan bahwa, senja tak selalu merah. Seperti sore ini, hujan telah membuat arah angin berubah, seperti sore ini ketika kunikmati lagumu… hujan deras membasahi bumiku, menggantikan lagumu dengan laguku. Namun entah bagaimana dengan semestamu… semoga tak lagi kering seperti terakhir kali kita bertemu. Deras hujan ini mengantarkan daku pada bait-bait kata -yang sebentar…