Sebuah Jurnal: Maaf, Bu Tejo! Aku Gagal Menjadi Orang yang Solutif

She eyes me like a pisces when I am weak.I’ve been locked inside your heart-shaped box for weeks.I’ve been drawn into your magnetar pit trap. Vokal rendah dan beratnya Kurt Cobain itu bergema kemudian pelan-pelan memasuki ruang hampa dalam jiwaku. Vokal yang sangat powerful itu semakin menyentuh berkat sebuah intro dari melodi gitarnya; lembut dan…

Jurnal Pagi: Yang Lebih Penting Daripada Disrupsi Adalah Kemanusiaan

Aku sudah sering bilang sebelumnya, di tangan yang tepat teknologi dapat memberikan nilai tambah dan kebermanfaatan pada suatu benda atau platform yang ada, bisa juga sebaliknya justru cepat merusak tatanan sosial yang sudah berdiri kukuh dan memperlebar kesenjangan di tengah kehidupan masyarakat apabila berada di tangan yang salah. Aku pernah memberikan sebuah contoh, smartphone, di…

Jurnal Pagi: Solidaritas Itu Tak Akan Pernah Hilang

Di wilayah yang sering dilanda bencana seperti Indonesia, solidaritas tak akan pernah hilang. Itu adalah sebuah hal yang harus kita yakini. Kita harus percaya kita akan semakin kuat sebab bangsa ini sebagaimana yang selalu kita lihat bahwa jiwa sosialnya begitu tinggi. Meski kadang resah menampik keyakinan itu, semua orang terdampak, sehingga uluran tangganya bisa jadi…

Kesalahpahaman Memaknai Kata Fundamentalisme

Tiga hari terakhir ini saya selalu pulang telat. Saya baru tiba di rumah saat waktu sholat Magrib sudah masuk. Sehingga sedikit berefek pada kegiatan sehari-hari yang biasa sudah saya jalani. Malam ini sehabis Isya’ ketika saya memeriksa agenda mingguan terkait dengan blog, saya mendapatkan informasi ternyata terkahir kali saya meng-upload tulisan non-fiksi yaitu 7 hari…

Katakan, Katakan Padaku

Apa hanya aku… yang hampir setiap hari, setiap saat selalu merenung dan merasa kalau ada sesuatu yang hilang tetapi tidak dimengerti apa itu? Apa hanya aku yang selalu gundah dan gelisah karena selalu mengambang dalam benak bahwa ada sesuatu yang harus ditemukan? Kadang aku merasa, mengapa aku merasa kehilangan sesuatu yang aku tak pernah memilikinya….

Kemanusiaan Yang Memudar

Hallo Amigos! Aku sangat menyesal telah begitu lama tidak menyapamu. Aku sangat menyesal tidak menyempatkan diriku sendiri untuk menuangkan hal-hal kecil yang melintas dalam imajinasiku dan membagi pada dunia kedua ini. Sungguh aku sangat menyesal! Tetapi betapapun besar sesalku ini akan menjadi tidak berarti jika pada akhirnya tidak aku temui akhir dari penyesalanku. Orang-orang mengatakan…