Napas Jiwa

Jika benar apa yang kudengar, ia adalah kecipak suara-suara yang surgawi. Di denyut nadi-nadi, sungai-sungai di bawah kaki; mengalir, melekuk, mengalun, menembus sampai batas kesadaranku. Aku terjaga sepenuhnya sungai-sungai surgawi itu, kudengar, mendesir indah menghanyutkan jiwa. Serupa dengan nyanyian rumput oleh gesekan lembut; desau angin yang mendesah; Seruling bambu melengking di bukit-bukit tinggi. Menukik jatuh…

Persetan Dengan Jodoh!

Semakin jauh aku berjalan untuk mencarinya, semakin jauh jalan yang kutempuh dan semakin tak berujung. Semakin aku larut di dalamnya, semakin pekat kabut yang menyelimuti dan menjadi bayang-bayang yang semula terlihat nyata menjadi fatamorgana. Semakin banyak aku berharap, sesering itu pula kebahagiaanku menguap. Laksana merindukan mentari, tanpa kusadari ia telah melenyapkan titik-titik embun bening yang…