Sebuah Prosa : Sayap Sang Waktu

“Jatuh cinta padanya? Oh tidak!” katamu pada sahabatku ketika kau ditanya perihal tentangku. Sahabatku itu pun melanjutkannya, menirukan kata-katamu, lengkap dengan ekspresi marah dan semua gerak tubuhmu : “Perlu hati yang telah hancur berkeping-keping, untuk dapat jatuh cinta padanya, perlu tangis yang telah habis untuk dapat memahaminya, perlu ruangan yang telah meledak dalam semestaku agar…

Matahari Cinta

Pagi ini matahari bersinar cerah, masih terbit dari timur seperti biasanya. Ia adalah keindahan dan keajaiban yang terjadi di bulan Desember. Beberapa menit yang lalu, cahayanya semula hanya samar-samar, membuat kedudukan bukit cemara itu nampak sunyi dari kehidupan. Dan ketika sinar hangatnya merebak cepat, perlahan-lahan kehidupan mulai bangkit. Beberapa mansuia pintar percaya, sebuah bola keemasan…

Prosa Selepas Hujan

Sore hari selepas hujan, dua orang manusia sedang duduk bersama pada sebuah bangku panjang di suatu bukit rendah di tengah kota. Di belakang mereka tumbuh sebatang pohon yang rindang yang ranting-rantingya tumbuh memanjang meneduhi mereka dari gerimis yang merinai-rinai lembut. ​ Gambar disini Duduk bersisian antara satu sama lain, mereka memandang jauh kepada gedung-gedung tinggi yang…