Sebuah Jurnal: Kegiatan Membaca Menjadi Lebih Asyik Karena Ada Dialog dan Komunikasi

Kemarin telah aku katakan padamu, Amigos, bahwa sebuah dialog baru kemudian muncul menyertai pembacaan yang mana dari dialog itu lahirlah sebuah komunikasi yang hebat. Bukan sekadar dialog imajiner kukira, karena ia telah melibatkan cara berpikir hingga nampak dan memengaruhi suasana hati, melahirkan gagasan dan cara pandang baru untuk melihat dunia. Juga telah kukatakan padamu bahwa…

Sebuah Jurnal: Jangan Kau Bunuh Egomu

Perasaan bahagia itu bagaikan mengapung muncul dari dalam bumi, kemudian berubah menjadi pusaran angin yang sejuk dan berputar mengelilingiku dan akhirnya menyelimutiku dalam damai ketika aku kembali menemukan kenikmatan dan kesenangan saat membaca buku. Kebahagiaan itu begitu terasa ketika aku mendapatkan cukup banyak waktu untuk menghadiahi diri sendiri dengan keasyikan yang sederhana ini. Sebenarnya hadiah—berupa…

Sebuah Jurnal: Jangan Sampai Tertipu dengan Kerja Kerasmu Sendiri

Sebagai pembukaan untuk tulisan kali ini, sekali lagi aku ingin mengutip sebuah kalimat yang sangat indah dari seorang Nazril Ilham, “Tulislah apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang, tidak harus secepatnya berguna, tetapi yakinlah suatu hari nanti itu akan memiliki arti.” Mengapa aku membuka tulisan dengan mengutip kalimat yang indah ini, jawabannya akan diketahui nanti…

Sebuah Jurnal: Mengapa Aku Sering Mendorong Orang Lain Untuk Menulis

Ketika merayakan ulang tahun jejakandi yang kelima, aku pernah bilang, dalam jejakandi voices, bahwa blog ini dibuat setelah aku lulus kuliah, setelah aku tidak lagi memliki jabatan paling prestisius sebagai manusia yang fearless dan merdeka yaitu mahasiswa. Saat pertama kali membangun blog ini bahasa ungkap yang aku gunakan dalam menyampaikan pikiran masih sangat kacau, dan…

Bau Familier Itu Ampo Namanya

Semua orang mulai ramai-ramai menyebutnya sebagai bau Petrikor setelah membaca buku Aroma Karsa untuk mendeskripsikan tentang bau yang muncul ketika saat-saat hujan sedang datang. Aku yang mempunyai pengalaman pribadi soal mendeteksi bau ini tidak ingin menyebut hal yang sama. Aku pun mencari istilah yang tepat untuk mendeskripsikan bau-bauan ini, karena jujur saja kemampuan penciumanku sedikit…

Sebuah Jurnal: Kalimat yang Sukses Mengejek Diriku

Entah mengapa dulu aku begitu ingin menjadi penulis. Mungkin aku mengira jika aku menjadi penulis maka aku sedang terjun ke dalam suatu dunia yang hebat; mendalami sebuah seni, menjalani tradisi intelektual dan bertransformasi bersama kaum-kaum pintar; membuat prasasti keabadian, dan bernafas dalam dunia yang penuh dengan kebebasan. Tapi kini aku mulai sadar, penulis terbentuk karena…

Sebuah Jurnal: Musuh Baru Bagi Kegiatan Menulisku

Aku sekarang sedang berada dalam persimpangan sejarah yang baru di dalam aktivitas menulisku: ada masalah baru yang sedang kuhadapi. Kalau soal terganggu karena hape dan karena keributan yang berada di luar sana, dilewati saja, karena masalah itu solusinya cuma enyahkan saja mereka. Aku sedang tidak berbicara soal itu dalam pembahasan kali ini. Sepanjang penglamanku dalam…

Membaca buku “dari Buku ke Buku”: Pengalaman Membaca yang Asyik!

Halo, apa kabar? Maaf kalau pada tulisan ini saya langsung to the point, basa-basinya lain kali saja, ya. Lagi gak mood basa-basi soalnya hehe. Sekarang saya ingin menceritakan tentang pegalaman saya ketika saya pertama kali membaca buku “dari Buku ke Buku, Sambung Menyambung Menjadi Satu” karya Polycarpus Swantoro. Hari ini kiriman buku yang sudah aku…

Surat Kepada Seorang Teman dari Indonesia

Engkau tanyakan padaku, “Apakah sudah baca?” ketika kami meyuarakan penolakan kami pada suatu hal—sebut saja peraturan yang mengikat bagaimana kami harus berfantasi—yang ditetapkan dengan semena-mena kepada kami hanya dalam semalam, secara tiba-tiba dan sembunyi-sembunyi. Aku tersentak dengan pertanyaanmu itu. Bagaimana mungkin aku sanggup membaca 1000-an halaman cerita fiktif itu dalam semalam. Lalu engkau sodorkan padaku…

Tentang Revolusi dan Pemberontakan bag. 2

Secara ringkas, pemberontakan adalah revolusi yang gagal. Pemahaman dangkal tentang perbedaan yang paling mendasar antara keduanya ini pernah kutuliskan agak panjang di blog ini. Lalu belakangan, setelah belajar lagi dan lagi, beberapa hal yang mulanya begitu abstrak mulai kupahami bahwa pemberontakan memiliki makna yang lebih luas, nyata dan mendalam dari hanya sekadar revolusi yang gagal,…