[Detak Jiwa] Ku Mencarimu

Ku mencarimu, Kekasih. Bintang di segala malam, mentari di segala musim hujan di segala cuaca hangat di segala suasana mencari untuk temani meniti jalan gelap ini Jalan gelap hidup, penuh bahaya dan penuh berduri. Ancaman kematiaan setiap saat kehancuran yang mengintai begitu dekat. Telah kupilih dan memang aku yang memilih. Telah kudengar betapa berbahayanya. Kegelapan…

Terkalahkan

Ladang dari sawah padi yang luas, tampak menghitam kini di hari yang senyap, di pagi hari yang buta. Daun-daun nan gelap itu bergoyang-goyang tertimpa hujan yang datang bertubi-tubi—seperti dirimu kasih—selalu hadir membawa rindu. Dan seperti hujan itu pula, rindunya, mengendap indah di dasar hati, genangi ladang (cinta) itu. Segelas besar lemon tea panas melegakan tenggorokanku…

Berat Langkah

Jika pijar di mata telah redup, dan percik api di hati telah terlupakan, dari mana harus aku jawab langkah-langkah yang berat… ini? Kadang rindu memang menahan dari langkah beratnya kehidupan… Tapi betapapun kuat rindu itu, hidup harus tetap berjalan.

Aku tak pernah mewakili perasaan siapa pun ketika jatuh cinta. Namun,  lebih sering, aku tidak mewakili diriku sendiri ketika maju selangkah menuju apa yang ku cintai. Semua puisi yang merangkai kisahnya adalah bukti yang paling otentik mengenai perasaan itu dan prosa yang merangkai perjalanannya adalah bukti yang paling munafik akan semua hal itu.

The Sinner’s Poem : Self Destruction

Tak ada kedamaian bagi pendosa, tak ada rasa tenteram bagi yang tak mengenal cinta. Yang ku benci adalah diriku bila iri tumbuh di hati, kedengkian meliputi nafsu dan kemarahan mengendalikan egoku. Dan bagi ketidakwarasanku, akal yang tak berguna, birahi yang menggelora dan dendam yang membara; adalah muara semua nista. Andy Riyan

Lubang Di Hati

Terasa begitu kini lubang di hati; menusuk begitu sepi lapisan-lapisan ingatanku. Ada rasa yang tak terganti tak akan mungkin. Seribu tahun aku menunggu pun, setiap hari pun embun menetes di hati, selembut apapun napas membelai; tak akan terganti. Terasa begitu kini sangat dalam lubang itu; luas sekali. Hingga kekosongan itu akan tetap kosong selamanya. Hanya…

Di Ujung Pagi

Di relung harapku, aku menanti di sisa hujan yang hanya gerimis kini Aku masih saja menanti di antara malam-malam yang lagi tak berseri aku masih menanti hingga di ujung pagi mendung masih saja menggantung dan harapku pun menjadi dingin lagi. ©Andi Andi Lumut December, 23rd 2017

Kebenaran, Ilusi Yang Kadung Kupercaya

Aku dibutakan oleh ilusi. Sementara kemurnian dalam diriku sedang teracuni. Aku tak bisa melihat kebenaran. Aku tak bisa meraskan kebenaran. Setiap kali aku bernafas, terasa sesak di dada. Dunia ku begitu sempit. Aku begitu buta. Jauh dari cahaya kebenaran. Aku asing di dunia. Ketika kamu asing di dunia, kamu akan merasa kesepian. Dan kesepian akan…

Kekasih, Gelap

Sore ini gelap, Kekasih. Mentarinya memang hangat, namun cahayanya redup. Gelapnya dunia membuat hatiku semakin menghitam setelah tahun-tahun tanpa harapan. Bias kini penglihatanku. Pernah hanya ada di keremangan senja, bintang kejora itu bercahaya. Juga pernah hanya di sisa malam yang jauh, ia tampak paling benderang. Tetapi aku tetap gelap, karena engkau hanya mimpi. Memang, mimpi…