Jurnal Pagi: Temanggung, 19 Mei, Membicarakan Tentang Buku

Bukan Bandung 19 Oktober tetapi Temanggung 19 Mei, jadi tulisan ini enggak Seurieus. Tapi hujan dini hari tadi membuatku mager untuk lari pagi dan sejenak membuatku bingung apa yang akan kutulis untuk mengisi jurnal pagi. Walhasil aku cuma guling-guling gak jelas sambil googling di Yahoo—kata Cak Lontong gitu, kalau googling coba ganti di Yahoo—mencari judul-judul…

Bahasa Diam

Hari itu adalah musim dingin, di bukit Alap-alap; tiga kilometer dari Desa Hujan, aku bertemu dengannya, sebut saja namanya Amir. Sebab semakin lama kuperhatikan, ia semakin mirip dengan Amir Khan karena perannya sebagai Rancho; satu dari 3 idiots dari ICE. Aku dan Amir tidak banyak bicara, atau lebih tepatnya kami saling berbicara dalam bahasa diam….

Sebuah Dialektika : “Ketakutan”

Ketakutan seperti apa yang dimiliki oleh seorang pria yang menulis jurnal? Ia mengkhawatirkan pengetahuan-pengetahuan yang tak berdasar. Intuisi-intuisi yang campur aduk; susah dipilih dan dipilah. Ia terlalu cemas memikirkan hari esok dan terlalu lelah terus diburu oleh masa lalunya. Ketakutan seperti apa yang dimiliki oleh seorang pria yang menulis jurnal? Terus memupuk angan kosong dan…

Damayanti & Nala : Terlantarkan Di Belantara Tak Bernama

“Bumbu masak, sayuran dan buah-buahan segar, dia pasti pergi untuk mengumpulkan itu.” Pikir Damayanti, ketika ia terjaga dari tidurnya, dan menyadari tak seorang pun di sisinya. “Nala?” Namun gung liwang-liwung itu senyap sekali. Suatu hal sedang berjalan tidak seperti sebagaimana seharusnya. “Nala?” Ia lalu bangkit dan berjalan diantara lebatnya pohon-pohon raksasa dan berseru memanggil, “Nala!”…

Teh Pahit Tanpa Gula 

Teh yang terasa pahit ini adalah rasa getir dari sebuah perasaan dan tanggungjawab sesekali menusuk dan menegurku tentang rasa yang sama padamu. Tak ada lagi yang bisa kulakukan untukmu, Kasih. Hujan yang terjatuh dari langit adalah pertanda bahwa musim telah berganti, padahal bunga-bunga yang kita taburkan telah gugur bahkan sebelum bersemi. Jiwa ini adalah kosong,…

Prosa Di Hari Senja

Aku masih bersama senja setelah langkah kita tak lagi menapak di tanah yang sama, tak kusangka artimu sebagai tanda henti. Pernah ku kira itu hanya sebatas tanda koma, namun ternyata ia bersama malam menuju titik nyata, Ah! Sayang sekali padahal malam sedang sahdu-sahdunya. Ungu! Bukankah dulu kau berjanji setia padaku “Biarpun jingga menyentuh cakrawala tak…

Memandang Cinta Dari Bukit Menoreh

Ada nan banyak jejak yang telah tertinggalkan di masa-masa dulu yang telah berlalu. Sudah barang tentu disetiap jejak itu–seperti jejak semua orang–sekelumit kisah tersisa untuk dikenangkan atau kan menjadi terlupa jikalau tak kita torehkan semua itu pada lembaran-lembaran jeluang. Sebagaimana di bukit Menoreh itu, terpendam cinta yang pernah menyapa; menyambung setiap jejak biar tak terputuskan,…

Salam Dari Surga

Hanya sunyi dari malam yang kubawakan Tuk gubahkan syair ini, diatas ketinggian Sejak menyusuri jalan yang tak kutahu di depan Dari lorong-lorong gelap diantara bunga-bunga di hutan Yang bermahkota putih menenangkan Menyala terang kala cahaya menyinarinya datang ​ gambar disini  Bersama sajak ini, ketika angin berhembus tenang Ku ungkapkan perasaan tuk menyatu dengan alam, Membuang segala…

Prosa Selepas Hujan

Sore hari selepas hujan, dua orang manusia sedang duduk bersama pada sebuah bangku panjang di suatu bukit rendah di tengah kota. Di belakang mereka tumbuh sebatang pohon yang rindang yang ranting-rantingya tumbuh memanjang meneduhi mereka dari gerimis yang merinai-rinai lembut. ​ Gambar disini Duduk bersisian antara satu sama lain, mereka memandang jauh kepada gedung-gedung tinggi yang…

Segi Empat #2

Duri,2019 Pagi itu gerimis hujan turun, rintik-rintik lembut seperti jarum tumpah di seluruh desa. Mula-mula hanya dedaunan di pekarangan rumah yang berkilauan seperti perak cair tertimpa sinar matahari. Sinar emas itu menembus di sela-sela gerimis yang lamban; pagi yang indah, garis halus yang merinai-rinai. Namun tak lama, selokan mulai tergenang oleh air yang beriak-riak mengalir…