Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Sebuah Prosa: Tentang Senja

Senja yang sama adalah luka yang sama. Luka yang tak pernah mampu ku tepiskan sejak mentari, yang kita tatap bersama-sama di awal musim panas, itu telah merapatkan dirinya ke dalam pelukan sang malam. Luka yang sama yang telah membuatku lupa akan keindahan cinta yang tak berlogika. Dan sejak hangatnya mentari dari cinta kita telah engkau…

Kutatap Fajar Setelah Menengok Senja

Malam ini, ketika telah jatuh seperti biasanya, seperti yang tak berubah, seperti yang selalu terjadi, aku membeli sejumlah waktu 10 sampai 30 menit setiap harinya untuk menulis jurnal, sempat terbit dalam benakku bahwa jurnal malam ini tidak akan berhasil dengan baik. Bagaimana bisa berhasil dengan baik jika aku tidak memiliki stok apapun dalam pikiran. Kadang…

Kemanusiaan Yang Memudar

Hallo Amigos! Aku sangat menyesal telah begitu lama tidak menyapamu. Aku sangat menyesal tidak menyempatkan diriku sendiri untuk menuangkan hal-hal kecil yang melintas dalam imajinasiku dan membagi pada dunia kedua ini. Sungguh aku sangat menyesal! Tetapi betapapun besar sesalku ini akan menjadi tidak berarti jika pada akhirnya tidak aku temui akhir dari penyesalanku. Orang-orang mengatakan…

Bidadari Jalang

Mulutku ternganga ketika melihat bidadari yang hadir di hadapanku secara tiba-tiba. Seperti sinar perak yang jatuh, ia datang saat ku membelakangi mentari senja di sore yang penuh duka dan nestapa. Celaka..!! Makhluk yang berwujud perempuan cantik jelita itu datang menggodaku. Bibirnya yang merah bagaikan delima merekah itu langsung menyerbu dengan sangat bernafsu mendarat di bibirku…

Di Balik Jendela

Matahari baru saja tenggelam. Namun, langit sudah gelap sama sekali. Sulit untuk mengatakan akankah nanti langit ini akan bertaburan bintang. Sebab, mendung ini begitu tebal. Sulit unjtuk mengatakannya akankah seandainya nanti mendung ini berlalu maka akan muncul bulan purnama, sulit untuk mengatakannya jika tak membuka kalender penanggalan Qomariah. Dan Ai tidak ingin repot-repot untuk memastikannya….

Dunia Yang Tinggalkanmu

​ Tak perlu kau hiasi langit. Biarkan alam sadarmu yang melakukannya. Temaram bintang-bintang telah berganti. Dan fajar telah menyemburat menandai saat akan terbitnya mentari. Mulai detik itu juga kau akan menghadapi tantangan yang sesungguhnya. Meninggalkan usia remjamu yang bergelimang canda. Berpijak pada kenyataan yang melelahkan. Dan sejenak melupakan indahnya angan-angan. Ya semoga hanya sejenak. Setiap…

Prosa Di Hari Senja

Aku masih bersama senja setelah langkah kita tak lagi menapak di tanah yang sama, tak kusangka artimu sebagai tanda henti. Pernah ku kira itu hanya sebatas tanda koma, namun ternyata ia bersama malam menuju titik nyata, Ah! Sayang sekali padahal malam sedang sahdu-sahdunya. Ungu! Bukankah dulu kau berjanji setia padaku “Biarpun jingga menyentuh cakrawala tak…

Breakin’ Record : Di Gunung Sumbing (Bag.3)

Belum ada lima menit kami berjalan meneruskan perjalanan dari POS I MALIM menuju pos-pos berikutnya, saya memperhatikan tingkah Satio. Baca Breaking Record (2) Satio, sahabatku yang satu—diantara kami yang berbadan paling besar—ini selalu mempunyai hobi sibuk dan kusut dengan perlengkapannya sendiri. Ia sering berhenti soal remeh-temeh yang seharusnya sudah beres sejak packing ulang dan membuat…

Tahun Kegelapan, Senja dan Penyesalan

Ia menatapku garang dengan kedua alis mengkerut saling bertautan dan bibir mengkerucut membendung murka. Sorot matanya tajam dan berkilat-kilat memancarkan api hitam dan mengobarkan perang dalam gemuruh hujan yang datang menggempur bersama halilintar yang menyambar bertalu-talu. “Aku ingin pulang sekarang!” teriaknya ketus. Kupandangi sekali lagi wajahnya, mencari celah untuk memohon pengertian. Ia membuang muka lalu…