Surat Kepada Seorang Teman dari Indonesia

Engkau tanyakan padaku, “Apakah sudah baca?” ketika kami meyuarakan penolakan kami pada suatu hal—sebut saja peraturan yang mengikat bagaimana kami harus berfantasi—yang ditetapkan dengan semena-mena kepada kami hanya dalam semalam, secara tiba-tiba dan sembunyi-sembunyi. Aku tersentak dengan pertanyaanmu itu. Bagaimana mungkin aku sanggup membaca 1000-an halaman cerita fiktif itu dalam semalam. Lalu engkau sodorkan padaku…

Aku Jatuh Cinta Lagi

Awal bulan Desember ini aku sudah menambah sepuluh teman di rak buku-buku. Dan sampai hari ini aku sudah menghatamkan empat darinya dan sedang jalan yang kelima. Bilangan-bilangan itu adalah sebuah prestasi tersendiri, karena hanya baru berselang sebelas hari aku sudah menghabiskan 4 darinya. Sejak aku menulis jurnal yang berisi tentang keinginanku untuk kembali menemukan kesenangan…