Naomi, Oh Naomi

“Biarkanlah terik mentari membuat kering berdua hati kita,” Rodrigo menatap wajah Naomi begitu lekat. Namun, Naomi membuang muka. Matanya tertuju pada barisan bukit di sisi utara kota. Ingatannya tertuju pada Jay, seorang pria yang telah ia kenal sejak Sekolah Dasar. “Di mana dia sekarang?” Naomi bertanya-tanya dalam hati. “Naomi…” panggil Rodrigo lirih. “Suatu hari tetesan…

Another Worldies Pantomime : A Clueless Arian

“Write a letter to prepare for an important conversation.” This morning I have a bunch of shit and trash on my mind. So I walked pass to the northern wild against the wind. My eyes completely clear of seeing a strange stuff that lies behind the mist. In fact that’s too clear, for my eyes,…

Memandang Cinta Dari Bukit Menoreh

Ada nan banyak jejak yang telah tertinggalkan di masa-masa dulu yang telah berlalu. Sudah barang tentu disetiap jejak itu–seperti jejak semua orang–sekelumit kisah tersisa untuk dikenangkan atau kan menjadi terlupa jikalau tak kita torehkan semua itu pada lembaran-lembaran jeluang. Sebagaimana di bukit Menoreh itu, terpendam cinta yang pernah menyapa; menyambung setiap jejak biar tak terputuskan,…

Prosa Selepas Hujan

Sore hari selepas hujan, dua orang manusia sedang duduk bersama pada sebuah bangku panjang di suatu bukit rendah di tengah kota. Di belakang mereka tumbuh sebatang pohon yang rindang yang ranting-rantingya tumbuh memanjang meneduhi mereka dari gerimis yang merinai-rinai lembut. ​ Gambar disini Duduk bersisian antara satu sama lain, mereka memandang jauh kepada gedung-gedung tinggi yang…

Kerajaan Cinta

Semesta tidak membicarakan perasaanku padamu. Mereka membicarakan tentang keindahan akibat sebuah senyuman yang terlukis oleh sepasang bibir di wajah seseorang perempuan. Semesta memahami senyum yang menawan itu hanyalah sebuah lukisan dari jiwa yang hatinya penuh pesona. Dibalik itu sesungguhnya terdapat sesuatu yang lebih dari indah -luar biasa- tak terlukiskan oleh kata-kata. Dari pancaran pesona nya…