Mengapa Baru Sekarang, Tidak Dari Dulu-dulu?

“Aku bersyukur nikahnya baru sekarang.” Itu jawaban yang selalu kukatakan kepada orang lain yang menduga bahwa aku menyesal kenapa tidak menikah sedari awal. Tulisan kali ini lahir untuk menjawab topik itu. Mereka menduga aku menyesal, jika pernikahan memang segini indahnya, kenapa tidak sedari awal saja aku melakukannya. Tidak, aku tidak menyesal dan aku sama sekali…

Sebuah Jurnal: Kegiatan Membaca Menjadi Lebih Asyik Karena Ada Dialog dan Komunikasi

Kemarin telah aku katakan padamu, Amigos, bahwa sebuah dialog baru kemudian muncul menyertai pembacaan yang mana dari dialog itu lahirlah sebuah komunikasi yang hebat. Bukan sekadar dialog imajiner kukira, karena ia telah melibatkan cara berpikir hingga nampak dan memengaruhi suasana hati, melahirkan gagasan dan cara pandang baru untuk melihat dunia. Juga telah kukatakan padamu bahwa…

Juan Mata dan Teknik Memunculkan Ide Secara Spontan

Tujuan utama dari kegiatan free writing yang hasilnya lumayan sering aku bagikan di blog ini, sebetulnya adalah untuk memunculkan ide secara spontan. Seringkali tulisan-tulisan yang akhirnya terbit adalah hasil dari teknik yang bisa diterjemahkan sebagai menulis bebas, hasil dari habit yang aku lakukan selama 10 menit setiap harinya. Memunculkan ide secara spontan sampai muncul hal-hal…

Catatanku Tentang Hidup Bermakna Dengan Mengikat Makna

Mengikat makna adalah hal yang sangat brilian dalam perjalananku untuk terus bahagia menuliskan apa saja. Mengikat makna selalu erat dengan kegiatan membaca. Dan hari ini aku tidak membaca banyak tetapi rasanya aku menemukan banyak hal daripada ketika aku membaca banyak. Karena dari membaca yang tidak banyak itu, aku bisa menuliskan hal yang—meskipun tidak banyak, tetapi—lebih…

Another Worldies Pantomime : A Clueless Arian

“Write a letter to prepare for an important conversation.” This morning I have a bunch of shit and trash on my mind. So I walked pass to the northern wild against the wind. My eyes completely clear of seeing a strange stuff that lies behind the mist. In fact that’s too clear, for my eyes,…

Mengatasi Kesulitan

Ketika aku menulis artikel ini. Aku berpikir, pokoknya hari ini aku harus bisa posting satu tulisan di blog. Aku ingin mempublikasikan blog. Mengapa aku harus mempublikasikannya? Karena aku harus menerima kenyataan bahwa mempublikasikan tulisan di blog adalah salah satu bentuk aneh, gaib—gak gaib-gaib amat sebetulnya sih ini kan jelas banget faktanya—, benda kasat mata yang…

Apa Judul Yang Harus Aku Berikan Untuk Tulisan Kali Ini?

Duduk. Kemudian menyalakan komputer dan membuka aplikasi wordproressor… dan… kemudian bingung apa yang harus dituliskan. Satu menit dua menit masih terpaku menatap layar monitor. Jari-jari kemudian bergerak-gerak menuliskan entah apa, selanjutnya tanpa sadar betul apa yang tengah dilakukannya, telunjuk kanan menekan tombol backspace hingga tak satu karakter pun tertulis di layar. Karena bosan, akhirnya ada…

Reading List Bulan Januari (Bagian I)

Aku tidak tahu mengapa aku menuliskan hal ini di blog. Entahlah, sebenarnya apa motivasinya mengapa tulisan ini saya posting di blog juga. Yang pasti ada satu hal, saya hanya menyukainya; bisa menulis dan membagikannya di blog adalah sensasi dan kesenangan tersendiri sekalipun tak ada orang yang membacanya; kebahagiaan memang tidak butuh alasan dan seringnya memang…

Titik Waktu

“Tap… tap… tap…” Suara titik hujan berdetap jatuh di teras rumah beratapkan fiber beriringan dengan tetes cepat bunyi hujan yang jatuh di lantai halaman depan yang tak terlindung atap, menambah suasana malam yang tenang ini menjadi semakin terasa lenggang. “Tap… tes… tes… tap… tes… tes.” Di beranda rumahnya, Ai duduk menghadapi sebuah meja kecil, di…

Senjata-senjata Yang Sering Digunakan Saat Menulis

Saat ini menulis bukan lagi hobi orang elit saja. Hampir semua orang kini bisa melakukannya. Tidak seperti dulu ketika menulis hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki idealisme tinggi atau orang-orang yang memiliki pengaruh kuat pada masyarakat setempat. Menulis tidak lagi hanya menjadi pekerjaan milik para wartawan dan para sastrawan. Semua orang sudah berlomba-lomba untuk menulis…